Kuntilanak

Kuntilanak
Kegiatan aneh


__ADS_3

"Gimana ini, apa yang harus ku perbuat, apa aku kembali saja ke rumah, desa masih belum aman, aku gak mau ngambil resiko karena keluar rumah, aku juga manusia, aku masih takut sama yang namanya hantu"


Di tengah gelapnya malam bu Naima bimbang, di sisi lain dia ingin pulang, tapi dia juga ingin suaminya segera pulang, untuk mengambil keputusan, ia di serang rasa bimbang.


"Pulang atau lanjut?" bu Naima masih mikir-mikir dulu, ia belum pasti akan melakukan apa.


Bu Naima ingin mengambil keputusan yang tepat yang sekiranya tidak mengecewakan seluruh pihak.


"Bu Naima" panggil seseorang dari belakang bu Naima.


Bu Naima yang terkejut berbalik badan menghadap dua orang ibu-ibu yang sangat ia kenali.


"Eh bu Maimun, bu Salamah, kalian mau kemana, kenapa keluaran rumah?" penasaran bu Naima yang melihat dua ibu-ibu yang satu frekuensi dengannya.


"Kita mau keliling kampung bu, tadi itu pak RT bilang kalau malam ini warga-warga di haruskan untuk keliling kampung biar gak takut sama hantu, pak RT ngelakuin itu agar warga lebih kuat sehingga warga tidak gampang takut sama yang namanya hantu" jelas bu Maimun.


Bu Naima mengerutkan alis, baru kali ini ia mendengar berita ini, sungguh ia tidak mendengar apapun apalagi hal ini.


"Ibu tau dari mana, kenapa saya baru tau sekarang, kenapa gak ada satupun orang yang bilang kalau akan ada acara keliling kampung malam ini?" penasaran bu Naima sekaligus merasa aneh dengan rencana pak RT.


"Pak RT yang bilang bu, tadi saya di beri tau sama bu Salamah, dia yang tau bahwa di desa ini malam ini akan di adakan kegiatan tersebut, kegiatan itu di lakukan guna meningkatkan daya tahan tubuh warga pada hantu, pak RT berharap dengan kegiatan ini warga-warga tidak mudah takut sama hantu" jawab bu Maimun.

__ADS_1


"Iya bu, saya yang dengar langsung dari pak RT kalau pak RT akan melakukan kegiatan ini, banyak kok warga-warga yang juga ikutan, suami ibu juga tadi ikutan kegiatan ini" sahut bu Salamah.


"Suami saya bu?" terkejut u Naima.


"Iya bu, tadi saya lihat suami ibu ada di sana juga, saya kira ibu juga ikutan, ternyata gak ada ibu di sana" jawab bu Salamah.


"Owh pentesan aja bapak gak pulang-pulang ternyata dia ikutan kegiatan ini, tapi kok kegiatan ini kedengaran aneh, gak pernah aku dengar kegiatan semacam ini, dan kalaupun ada kenapa aku ketinggalan berita, terus bapak mengapa gak kasih tau aku" batin bu Naima yang merasa aneh.


"Sekarang ibu-ibu mau kemana, kenapa kalian cuman berdua saja, di mana semua warga kalau memang benar ada kegiatan semacam ini di sini?" memastikan bu Naima.


"Mereka udah melakukan kegiatan itu bu, saya juga sudah melakukannya, saya habis itu datang ke rumah bu Maimun karena dia yang gak keliatan di acara itu, bu Salamah bilang bahwa dirinya gak tau jika ada kegiatan semacam itu" jelas bu Salamah.


"Kegiatan ini bu di wajibkan untuk seluruh warga, seluruh warga yang tinggal di desa ini di wajibkan untuk ikutan acara ini, kalau mereka ada yang tidak mengikutinya, mereka akan di denda uang sebesar 2 juta rupiah" tambah bu Salamah.


Mulut bu Naima ternganga, denda yang di berikan tak tanggung-tanggung, ia sebagai seorang ibu-ibu rumah tangga yang ekonominya pas-pasan merasa terbebani dengan denda yang terbilang cukup besar itu.


"Segitunya pak RT mewajibkan kegiatan ini bu" tercekat bu Naima.


"Iya bu, pak RT memang mewajibkan kegiatan ini, mangkanya saya takut di denda, saya minta bu Salamah untuk temani saya keliling kampung, saya gak mau di dendam segitu bu, saya gak punya uang sebanyak itu, saya lebih baik ketakutan di tengah jalan dari pada bayar denda yang sebesar itu" sahur bu Maimun.


"Saya gak ikutan acara itu tadi bu, gimana ini dong" risau bu Naima, ia takut di denda sebesar itu sedangkan saat ini ia tidak memegang uang sepeser pun.

__ADS_1


"Saya takut di denda bu, saya gak punya uang, saya harus lakukan apa ibu" gelisah bu Naima.


"Kalau begitu lebih baik kita keliling kampung bareng-bareng aja bu, kita gak akan di denda kok, karena bu Salamah yang akan jadi saksi kalau kita tadi malam keliling kampung, pak RT pasti percaya kok" ajak bu Maimun biar anggotanya lebih banyak dan rasa takut menjadi lebih sedikit.


"Iya bu, saya yang akan jadi saksi, kalau pak RT gak percaya, kita robohkan saya rumahnya, ibu tidak perlu khawatir, ada saya di sini" bu Salamah akan menjamin kegiatan ini.


"Terima kasih bu, saya berterima kasih sekali sama ibu, saya sungguh gak mau di denda sebesar itu" bu Naima sungguh berterima kasih pada mereka yang mau membantunya di masa sulitnya.


"Kalau seperti itu ayo ibu kita lanjut jalan lagi, kita harus segera selesain kegiatan ini biar kita bisa pulang ke rumah masing-masing" ajak bu Salamah.


Mereka berdua mengangguk, mereka berjalan bersama-sama di tengah jalan yang sunyi.


Namun anehnya hanya suara langkah kaki bu Naima saja yang terdengar, suara kaki mereka berdua tak terdengar sama sekali tetapi bu Naima tidak menyadari hal itu.


"Ibu mau kemana kok keluar rumah, emang ibu sudah berani keluar rumah sendirian?" penasaran bu Maimun.


"Saya tadi mau nyari suami saya ibu, ini udah malam tadi dia gak pulang-pulang, saya risau sekali sama dia, saya penasaran kemana dia pergi, mangkanya terpaksa saya cari dia dengan cara keluar rumah, kalau saya tunggu dia di rumah, saya gak bisa tenang" jelas bu Naima.


"Suami ibu kan ada di acara itu, kayaknya dia lupa deh buat ngasih tau ibu tentang kegiatan itu, soalnya kegiatan itu dadakan bu, saya aja di kasih tau sama bu Rohani, dia yang datang ke rumah saya dan ngasih tau kalau habis selesai sholat isya' akan ada kegiatan ini, tunggu apa lagi saya langsung ikutan, saya juga gak mau di denda sebesar itu" ujar bu Salamah.


"Pentesan aja bu dia gak pulang-pulang, sebelumnya dia gak pernah begini, saya kira dia itu lagi nongkrong sama teman-temannya, mangkanya saya akan ke gazabo buat cari dia" jawab bu Naima.

__ADS_1


__ADS_2