Kuntilanak

Kuntilanak
Menolongnya


__ADS_3

"Hiks hiks hiks hiks hiks"


Untuk yang kesekian kalinya suara tangisan itu kembali datang, suaranya semakin jelas namun keberadaannya benar-benar tidak di temukan.


Bu Lela yang geram langsung membuka pintu dan melihat dengan cermat apa yang ada di luar.


Bu Lela sudah lelah di ganggu seperti ini, ia sudah muak dengan gangguan yang terus menerus mendatanginya.


"Di mana kau, kenapa kau terus mengganggu ku, aku ingin istirahat, tak bisakah kau mengganggu orang di tempat lain saja, kenapa harus di rumah ku!" teriak bu Lela yang lelah di ganggu dan terus menerus di permainkan sejak tadi.


Tiba-tiba suara tangisan itu menghilang, bu Lela menghembuskan nafas, suara itu benar-benar mengacaukan dunianya.


"Dia sudah pergi rupanya, ku rasa dia sudah takut sama aku, dia gak akan ganggu aku lagi, aku yakin itu" bu Lela sudah tidak mendengar suara tangisan itu lagi.


Bu Lela hendak kembali masuk ke dalam rumah, ia ingin istirahat karena waktu yang sudah larut malam.


"Hiks hiks hiks hiks"


Suara itu datang kembali dengan tangisan yang semakin menyayat hati.


Bu Lela berhenti melangkah, ia kembali menatap ke depan mencari asal suara tangisan itu yang begitu dekat.


"Ini kayaknya bukan orang iseng deh, kayaknya memang ada orang nangis, tapi di mana dia berada, kenapa cuman ada suaranya tidak ada orangnya" merasa janggal bu Lela dengan kejadian mistis yang menimpanya kala ini.


Pandangan bu Lela terus menatap sekelilingnya, namun tetap saja tidak ada yang ia temukan, pemilik suara tangisan itu benar-benar misterius.


"Aku yakin dia pasti ada di sekitar sini, aku rasa dia memang tengah bersembunyi, aku harus temukan dia, tidak mungkin kan ada suaranya tapi tidak ada orangnya, emangnya dia hantu apa"


Bu Lela yang yakin bahwa pemilik suara itu ada di sekitar sini melangkah ke halaman rumah, ia tidak takut sama sekali, ia benar-benar penasaran akan pemilik suara tangisan itu, ia harus menemukannya baru rasa penasarannya terbayarkan.


"Hiks hiks hiks hiks"


Suara itu kembali, saat melangkah mendekati halaman rumah bu Lela terus mendengar suara tangisan yang begitu mendekat.


"Suaranya makin dekat, kayaknya pemiknya gak jauh lagi dari sini" ujar bu Lela yang semakin lama semakin penasaran dengan sosok tersebut.


Kaki bu Lela terus melangkah mencari sosok itu, ia tak akan berhenti sebelum berjumpa langsung dengan pemilik suara yang berhasil mengganggunya.


"Hiks hiks hiks hiks hiks"

__ADS_1


Suara tangisan itu terus saja terdengar, kaki bu terus melangkah, semakin ia melangkah ia semakin mendengar suara demi suara tangisan yang benar-benar menakutkan, namun anehnya bu Lela tidak merasa takut sama sekali meskipun hanya dia seorang yang mendengar suara tangisan di tengah malam.


"Hiks hiks hiks hiks"


Langkah bu Lela terhenti, ia tercekat melihat seorang wanita berpakaian putih duduk di depan pagar rumahnya, wanita itu menangis dengan memelik tubuhnya sendiri, tubuhnya bergetar karena terus menerus menangis.


"Tuh kan benar kalau pemilik suara tangisan itu bukan hantu tapi manusia" guman bu Lela yang dugaannya benar.


Bu Lela menatap seorang perempuan yang terus menerus menangis di depan pagar rumahnya, ia penasaran mengapa alasan perempuan itu menangis di sana.


Bu Lela berjalan mendekati wanita yang terus menangis sesenggukan di depan pagar yang terbuat dari tanaman-tanaman bunga sepatu.


"Mbk, kenapa nangis, siapa yang sudah membuat mbk nangis?" bu Lela memberanikan dirinya untuk bertanya, ia tak tega melihat wanita itu menangis tersedu-sedu di sana.


Mendadak tangisan wanita itu terhenti, ia dengan pelan-pelan mendongak menatap bu Lela dengan air mata yang berjatuhan di wajahnya.


"Ibu tolong saya, saya mohon tolong saya" titah wanita itu dengan butiran-butiran bening yang berjatuhan.


Terlihat bahwa wanita itu begitu ketakutan dan tak punya jalan lagi untuk melangkah.


"Kamu kenapa, apa yang bisa saya bantu, katakan saya, saya akan bantu kamu sebisa saya" penasaran bu Lela, ia iba melihat keadaan wanita itu yang seperti mengalami kesulitan yang cukup besar.


"Saya takut bu, mereka akan bunuh saya" tambah wanita itu dengan menangis kejer.


Bu Lela shock, ia terkejut menatap wanita itu yang bilang kalau dirinya akan di bunuh, masalah apa yang sudah di hadapi wanita itu sehingga ada orang yang tega mau membunuhnya.


"Siapa yang mau bunuh kamu, lalu apa alasan dia bunuh kamu?" tercekat bu Lela.


Bu Lela merasa masalah yang terjadi pada wanita itu cukup besar, ia akan membantunya sebisa mungkin.


"Dia iri pada saya bu, dia benci sama saya, dia ingin bunuh saya karena hal itu, saya mohon bu tolong saya, saya berasal dari desa sebelah, saya berlari kemari untuk mencari perlindungan, namun tak ada satupun orang yang mau membantu saya, mereka semua hanya bisa mengusir saya, saya takut bu, saya takut orang jahat itu menemukan saya dan akan bunuh saya" jelas wanita itu dengan air mata yang sesekali mengalir.


Wanita itu ketakutan sehingga ia menangis di depan rumah bu Lela.


"Kasihan sekali kamu, ibu tidak akan usir kamu, kamu gak perlu takut, ayo sekarang ikut ibu masuk ke dalam rumah ibu, kamu akan aman berada di rumah ibu, besok setelah keadaan aman baru kamu bisa pulang" ajak bu Lela yang merasa iba akan nasib wanita malang itu.


Bu Lela tidak akan membiarkan wanita itu di bunuh oleh orang jahat begitu saja.


Wanita itu mengusap air matanya, ia bangkit dari duduk dan berjalan mengikuti bu Lela yang membawanya ke dalam rumah, ia sungguh bersyukur karena bu Lela mau membantunya.

__ADS_1


Wanita itu duduk di kursi yang ada di ruang tamu, ia benar-benar beruntung bisa bertemu dengan bu Lela yang mau membantunya, di saat semua orang benci padanya, hanya bu Lela satu-satunya orang yang mau membantunya.


"Kamu duduk di sini dulu, saya akan bikinin kamu teh anget biar kamu gak kedinginan" wanita itu mengangguk, ia menunggu dengan tenang di sana.


Sementara bu Lela melangkah menuju dapur, ia membuat teh hangat untung wanita itu yang pastinya kedinginan.


"Malang sekali masih wanita itu, kok ada ya orang yang seiri itu sampai ngancem akan bunuh wanita baik kayak dia, benar-benar tidak waras dia, kalau nanti aku ketemu sama dia, aku akan belain wanita itu, aku tidak akan biarkan dia mati di tangan orang jahat!" tutur bu Lela sambil membuat teh hangat.


Bu Lela yang bukan siapa-siapa wanita itu ikut gedeg dengan orang yang katanya akan membunuh wanita itu, ia kalau bertemu dengan orang tersebuat akan memberinya pelajaran..


Bu Lela kembali ke depan dengan membawa teh hangat untuk wanita itu yang pastinya kedinginan di luar sedari tadi.


"Loh kemana wanita itu, tadi ku suruh diam di sini, kemana dia sekarang, kenapa malah gak ada" kaget bu Lela karena tidak menemukan wanita yang tadi ia bawa masuk ke dalam.


"Pergi kemana dia, masa iya dia sudah pergi dari rumah ini, tapi dia akan pergi kemana, di luar aja sangat bahaya baginya, tidak mungkin dia pergi gitu aja" ujar bu Lela.


Bu Lela meletakkan teh hangat itu di meja, ia mencari-cari keberadaan wanita itu hingga seisi rumahnya, namun tetap saja tidak ada, wanita itu menghilang tak berbekas, ia benar-benar telah pergi dari rumahnya.


"Kenapa wanita itu pergi ya, apa yang sudah terjadi padanya, apa dia gak yakin bahwa aku beneran akan menolongnya?" pikir bu Lela.


Bu Lela bingung pergi kemana wanita itu, ia hanya meninggalkannya sebentar namun wanita itu malah sudah menghilang begitu saja.


"Tapi kasihan sekali dia, aku harus temukan dia kembali, dia wanita baik, dia harus ku tolong sebelum orang jahat datang dan membunuhnya"


Tiba-tiba pandangan bu Lela tertuju pada pintu yang masih tertutup dengan rapat.


"Apa mungkin wanita itu pergi dari rumah ini, coba deh aku liat di luar, ku rasa dia masih belum jauh"


Bu Lela berjalan mendekati pintu, belum sempat ia membuka pintu tiba-tiba gorden terbuka karena di tipu oleh angin.


Bu Lela menyingkirkan gorden yang menghalangi pengelihatannya, ia tak sengaja melihat ke luar jendela, betapa shocknya dia saat di luar berdiri seorang wanita yang wajahnya hancur dan teraliri darah.


Wanita itu menatap tajam ke arah bu Lela, dengan cepat bu Lela menutup gorden, ia ngeri melihat wajah wanita itu lebih lama lagi.


"A-apa ini, kenapa di luar ada hantu seseram ini itu, apa mungkin itu Sekar yang di maksud sama orang-orang" pikir bu Lela.


Hanya Sekar satu-satunya orang yang di kabarkan telah gentayangan di desa ini.


"Tidak salah lagi dia memang Sekar, aku harus pergi dari sini, aku harus menyelamatkan diri ku, aku tidak aku dia mengganggu ku"

__ADS_1


Bu Lela langsung berlari dengan cepat menuju kamarnya, ia langsung membaringkan tubuh di sebelah suaminya.


__ADS_2