Kuntilanak

Kuntilanak
Menembus tubuhnya


__ADS_3

Juragan Doni masih heran mengapa keanehan ini bisa terjadi, ia bingung mengapa malam ini ia mengalami keanehan yang benar-benar mencolok dan menakutkan.


"Benar-benar aneh, Anton tiba-tiba hilang, pak RT yang tadi aku ajak bicara juga ikutan hilang, sebenarnya mereka berdua itu siapa, kenapa mereka begitu misterius sekali, apa jangan-jangan mereka itu bukan manusia!" tercekat juragan Doni kala menyadari keanehan ini bukan berasal dari makhluk yang sebangsa dengannya.


Secara logika mana ada manusia yang bisa menghilang secepat itu, bahkan suara langkah kakinya saja tak terdengar, jikalau pun dia berlari pasti terdengar suara langkah kakinya.


"Tapi mana mungkin, di desa ini yang gentayangan cuman Sekar seorang, dia yang jadi hantu dan lagi neror warga-warga sedangkan yang barusan aku temui itu 2 orang, masa ada lagi hantu yang gentayangan seperti Sekar, tapi siapa yang meninggal, perasaan gak ada orang yang meninggal dan jadi hantu" juragan Doni masih belum yakin sepenuhnya bahwa yang dia temuin barusan itu adalah makhluk halus, ia masih yakin bahwa mereka berdua sama-sama manusia sepertinya.


"Kalau ada orang yang meninggal pasti beritanya akan ramai, tapi ini gak ada sama sekali, hanya Sekar satu-satunya orang yang meninggal di desa ini"


"Lalu kalau mereka bukan hantu, siapa lagi, mana ada manusia yang bisa menghilang secepat itu" juragan Doni masih mikir keras, ia mencoba mencerna baik-baik apa yang sebenarnya telah terjadi menimpanya.


"Gak mungkin mereka hantu, palingan salah satu di antara mereka saja yang hantu, gak mungkin dua-duanya" yakin juragan Doni.


Kaki juragan Doni terus saja melangkah, ia masih terus memikirkan hal yang benar-benar di luar nalar manusia.


Juragan Doni tiba-tiba menghentikan langkahnya saat di depannya adalah jalanan suram yang kemarin malam telah membuatnya menderita.


"Matilah aku, ini jalanan suram itu, apa yang harus aku lakukan, apa lebih baik aku kembali saja ke dalang dan berhenti melakukan perjalanan, namun Anton bilang kalau mama minta aku pulang" untuk kembali juragan Doni masih bingung, ia bingung harus mengambil keputusan apa.


"Anton kan udah gak ada, bisa saja apa yang dia katakan barusan itu palsu, lebih baik aku kembali saja ke dalang, aku tidak mau ngambil resiko, aku tidak mau tertipu lagi, aku masih belum bisa mastiin di antara pak RT dan Anton mana yang hantu" juragan Doni sudah mengambil keputusan, ia pun melangkah kembali ke ladang tak jadi melanjutkan perjalanan jika harus melewati jalanan suram.


Juragan Doni trauma untuk melewati jalanan itu, ia sudah pernah di ganggu habis-habisan oleh Sekar di jalanan itu.


Drrt


Drrt


Drrt

__ADS_1


Tiba-tiba hp juragan Doni bergetar, ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan hpnya, kemudian mengangkat panggilan itu.


"Iya ada apa ma?" penasaran juragan Doni.


"Pa di rumah ada teman papa nih nungguin papa sejak tadi, papa pulang sekarang, temui dia, kasihan dia dari tadi nungguin papa, mama rasa ada sesuatu yang penting yang dia ingin bicarakan sama papa" suruh bu Jamilah dengan nada yang serius.


"Siapa emangnya dia ma, kenapa dia gak hubungi papa dulu, papa juga gak tau bahwa akan ada teman papa yang mau ke rumah" juragan Doni penasaran siapa orang yang tengah menunggunya di rumah.


"Mama gak tau siapa dia pa, dia ngaku bahwa dia temannya papa, udah cepet sekarang pada pulang, mama udah ngantuk, mama gak mau nemenin dia lagi" perintah bu Jamilah dengan tegas.


"Iya papa akan pulang, mama tunggu papa di rumah, sebentar lagi papa akan sampai di rumah" akhirnya setelah sekian lama juragan Doni pun menyetujui permintaan istrinya.


Bu Jamilah tanpa aba-aba mematikan sambungan telpon.


Juragan Doni menghela nafas berat, ia dengan nyalinya yang tinggal beberapa persen menatap jalanan suram yang benar-benar menakutkan itu.


"Siapa sekiranya orang yang nungguin aku di rumah, perasaan hari ini aku gak ada jadwal sama sekali, terus gak ada teman-teman aku yang ngomong akan ke rumah, lalu kenapa kok bisa ada orang yang ngaku temen ku dan lagi nungguin aku di rumah" juragan Doni merasa aneh, ia sedikit penasaran seperti apa orang yang katanya mengaku sebagai temannya.


Juragan Doni tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam jalanan suram itu, ia harus segera sampai di rumah dan menemui tamu yang menunggunya sejak tadi.


Beberapa langkah juragan Doni masuk ke dalam jalanan suram tiba-tiba langkahnya terhenti, ia teringat sesuatu yang berhasil membuat wajahnya pucat pasi seperti tidak teraliri darah.


"Tadi di kantor pas aku periksa hp, hp ku mati, kenapa sekarang bisa hidup dan ada orang yang nelpon aku" juragan Doni yang teringat hal itu.


Untuk memastikan lebih lanjut juragan Doni mengambil hpnya dan meriksa apakah itu benar atau tidak.


"Hp ku benar-benar mati, lalu yang barusan hubungi aku gimana caranya?" juragan Doni menatap linglung sekitarnya, apa yang barusan ia alami tak kalah aneh.


"Tadi yang nelpon aku dan minta aku pulang itu beneran mama apa bukan ya, kenapa aku merasa gak yakin, teman-teman aku kalau memang mau ke rumah biasanya selalu nelpon aku duluan, gak mungkin langsung datang begini" juragan Doni mulai ragu untuk melanjutkan perjalanan, ia tidak mau tertipu dengan mudah.

__ADS_1


"Kayaknya ini bukan mama, ini sebuah jebakan, aku harus kembali lagi ke dalang, percuma aku pulang karena tidak akan ada apa-apa di rumah" juragan Doni yakin bahwa perintah bu Jamilah itu palsu, ia sadar bahwa bu Jamilah yang barusan memintanya pulang bukan istrinya yang asli.


Juragan Doni yang tidak mau tertipu kembali melangkah keluar dari jalanan suram itu, namun saat membalikkan badan menghadap ke belakang juragan Doni tercekat, mulutnya terbuka dengan lebarnya.


Apa yang juragan Doni liat saat ini berhasil membuat otaknya mendidih.


Sosok makhluk halus yang berpakaian putih, di baju putihnya terdapat darah yang mengalir, wajahnya rata seperti tanah berdiri di ambang jalanan suram seperti tengah menunggunya.


Juragan Doni yang melihat penampakan itu bergetar, apa yang dia takutkan benar-benar terjadi, ia benar-benar ceroboh sehingga kembali masuk dalam jebakan hantu.


Juragan Doni yang ketakutan menoleh ke depan, ia berniat akan melanjutkan perhatian, ia tidak mau kembali ke ladang karena di ambang jalanan suram sudah ada makhluk halus yang menunggunya.


Niat juragan Doni harus di hentikan, ia berpikir bahwa dirinya akan lolos kali ini dari hantu, namun siapa sangka sosok makhluk halus berdiri di ambang jalan sebelah kanannya, wajahnya hancur dan teraliri darah yang sangat banyak, sorot matanya menatap juragan Doni dengan tajam.


Juragan Doni yang berada di tengah-tengah jalan kebingungan, ia sangat takut di hadang dengan dua hantu yang benar-benar menyeramkan.


"K-kenapa bisa ada dua hantu, perasaan cuman Sekar seorang yang meninggal, tapi kenapa hantunya bisa ada dua" tercekat juragan Doni dengan keanehan ini.


Sekar yang berada di sebelah kanan terus melototkan matanya ke arah juragan Doni, juragan Doni yang melihatnya dengan ketakutan hebat, ia benar-benar terjebak dan tidak bisa keluar dari jalanan suram itu lantaran 2 hantu yang sama-sama seram tengah menghadangnya dan tidak akan membiarkan dia lolos.


Juragan Doni masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, ia pun menoleh ke kanan dan kiri berkali-kali namun tetap saja ada 2 hantu itu yang berdiri di sana.


"Mereka memang nyata, mereka memang dua orang, mereka sepertinya akan mencelakai ku, aku harus pergi dari sini, aku tidak bisa berada di sini lagi" juragan Doni berniat akan melarikan diri dari sana.


Sekar yang sudah muak dengan juragan Doni melesat dengan cepat dan menembus tubuh juragan yang berniat akan melarikan diri.


Tubuh juragan Doni langsung ambruk, darah keluar dari mulutnya, juragan Doni langsung pingsan di tempat.


Sekar dan Kiki menatap tajam ke arah juragan Doni yang tergelatak tak sadarkan diri di tengah-tengah jalanan suram dengan darah yang sesekali mengalir dari mulutnya.

__ADS_1


"Tinggalkan dia saja, biarkan dia berada di sini, dia pasti akan bangun sendiri" tutur Sekar.


Kiki hanya mengangguk, kemudian mereka berdua menghilang dari sana, mereka benar-benar meninggalkan juragan Doni yang terluka parah.


__ADS_2