Kuntilanak

Kuntilanak
Menggadaikan rumah


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 5, pak Anton berangkat ke desanya setelah semua urusan di desa anggrek selesai, dia melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.


Pak Anton ingin segera sampai di desanya yang sangat jauh dari desa ini, dia bukan warga asli desa ini, dia hanya pendatang yang bekerja di sini.


Langit yang tadinya berwarna jingga kini berganti menjadi gelap, sudah tidak ada lagi matahari yang menerangi bumi, kini di gantikan oleh menawannya bulan purnama yang membuat semua mata terpanah saat melihatnya.


Pak Anton menyetir mobil dengan sangat fokus, sekitar 4 jam baru dia sampai ke desanya, itu pun karena jalanan tidak macet dan juga dia terus saja ngebut-ngebutan di jalan, dia khawatir meninggalkan Sekar terlalu lama di rumah sakit sendirian.


Mobil putih milik juragan Doni berhenti tepat di depan rumah sederhana yang tampak terawat, rumah itu adalah satu-satunya aset peninggalan kakek dan nenek pak Anton


2 tahun yang lalu rumah itu sudah pak Anton renovasi, dia juga meminta tetangga yakni bu Juati untuk membersihkannya setiap hari, per bulan pak Anton pasti mengirimkan uang untuk upah buat bu Juati karena sudah mengurus rumah itu selama dia berada di desa anggrek.


Pak Anton keluar dari dalam mobil, dia dengan terburu-buru masuk ke dalam rumah itu dan mengambil sertifikat rumah yang tersimpan rapih dalam lemari.


"Semoga dengan cara ini aku bisa lunasi semua hutang Sekar agar dia tidak lagi tertekan hidup bersama juragan Doni" harapan pak Anton dengan memandangi sertifikat rumah yang sangat berharga bagi dirinya dan juga kakek neneknya yang sudah meninggal dunia.


"Kakek nenek maafin Anton, maaf Anton harus lakuin ini, tapi Anton janji ini gak lama, Anton pasti akan ganti lagi" pak Anton menyeka air mata yang tiba-tiba terjatuh saat dirinya teringat pada mendiang kakek dan neneknya yang sudah wafat.


Pak Anton masuk kembali ke dalam mobil, dia langsung melajukan mobil menuju desa anggrek kembali, dia tidak menginap di sana karena ingin segera sampai di desa anggrek.


Malam yang panjang dan gelap tak menjadi halangan bagi pak Anton yang berusaha untuk membebaskan Sekar dari belenggu juragan Doni yang kejamnya melebihi iblis neraka.


Sekitar jam 6 pak Anton sudah berada di kota, dia langsung mendatangi bank terdekat untuk menyelesaikan urusannya.


Pak Anton menunggu di sana karena bank masih belum buka jam segini, sambil menunggu pak Anton membeli makanan di dekat sana, dia makan setelah semalaman dia tidak makan sama sekali.

__ADS_1


Setelah selesai makan pak Anton mendekati lagi bank itu, pak Anton masuk ke dalam bank yang sudah buka, dia berniat menggadaikan rumahnya untuk bisa mendapatkan uang.


"Kak saya ingin menggadaikan rumah saya" ujar pak Anton pada pegawai bank itu dengan memberikan sertifikat rumahnya.


"Baik, masnya mau menggadaikan berapa juta?"


"20 juta aja kak, nanti secepatnya saya akan tebus"


Pegawai bank itu langsung memproses apa yang pak Anton ajukan, pak Anton rela menggadaikan rumahnya demi melunasi semua hutang Sekar, pak Anton terpaksa harus berbohong pada Sekar karena dia tidak mau Sekar tak enak hati dengan tindakannya.


Setelah uang 20 juta itu berada di tangan pak Anton, pak Anton langsung berangkat ke rumah sakit, dia ingin menemui Sekar terlebih dahulu sebelum berangkat kerja.


"Assalamualaikum" ujar pak Anton ketika masuk ke dalam kamar perawatan Sekar.


"Wa'alaikum salam" jawab Sekar senang ketika melihat pak Anton yang sudah kembali.


"Iya karena saya ingin segera sampai di sini selain itu juragan Doni bilang ada urusan sama bu Erna, saya yang harus gantiin dia ngurus ladang"


"Owh gitu" Sekar mengerti mengapa pak Anton langsung pulang ke sini lagi.


"Sekar ini uang 20 juta, semoga dengan uang ini kamu bisa melunasi hutang mu" pak Anton memberikan uang itu pada Sekar.


"Pak Anton dapat uang ini dari mana, kenapa cepat banget?" kaget Sekar melihat uang yang sebanyak itu.


"Saya pimjan sama kerabat saya yang ada di desa, mereka minjamin uang ini sama saya"

__ADS_1


"Makasih pak Anton sudah mau berjuang dengan keras hanya untuk bisa bantu saya, padahal pak Anton bukan siapa-siapa saya" Sekar terharu karena masih ada orang baik seperti pak Anton yang telah Allah kirimkan padanya di saat keadaannya yang sangat terpuruk.


"Sama-sama, gunakan uang itu untuk bayar semua hutang kamu, nanti saya akan antarkan kamu pada juragan Doni untuk melunasi semua hutang mu"


"Sekarang saja pak Anton, saya mau hutang saya segera lunas, saya juga akan minta cerai sama juragan Doni" Sekar sudah tidak sabar untuk bebas dari sangkar yang selama ini mengurungnya.


"Jangan, kamu masih belum sembuh, keadaan kamu masih sakit, kamu jangan paksa untuk ke sana sekarang" larang pak Anton karena takut kondisi Sekar semakin lama semakin mengkhawatirkan.


"Tapi pak Anton saya maunya datang ke sana sekarang, saya ingin semua hutang-hutang itu lunas, tolong antarkan saya ke sana sekarang" mohon Sekar yang sudah tak mau lagi menjadi istri dari juragan yang kejam.


"Sekar kondisi kamu masih belum pulih, kamu masih sakit, saya janji saya akan antarkan kamu ke sana tapi setelah kamu sembuh total, saya tidak mau kondisi kamu semakin parah sehabis pulang dari sana"


Sekar mengerucutkan bibirnya karena pak Anton tidak mau membawanya ke sana sekarang, pak Anton yang melihat Sekar seperti itu tambah gemas, ingin rasanya pak Anton mencubit pipi Sekar.


"Baiklah, tapi pak Anton janji ya akan anterin saya ke sana" peringatan Sekar yang tidak mau di beri harapan palsu.


"Iya, saya janji, saya akan bawa kamu ke sana, sekarang kamu tunggu saya kembali, saya mau ke ladang dulu, nanti sore saya akan ke sini lagi"


"Baik pak Anton"


"Ini saya tadi belikan makanan buat kamu, kamu makan habis itu minum obat, biar kamu cepat sembuh" pak Anton memberikan makanan itu pada Sekar.


Sekar mengangguk, dia memakan makanan yang sudah pak Anton berikan, dia ingin segera sembuh agar dirinya segera berpisah dengan juragan Doni yang kejam.


Pak Anton yang melihat Sekar seperti tersenyum, melihat orang yang dia cintai hidup dengan baik sudah membuatnya merasa sangat bahagia.

__ADS_1


"Sekar, saya janji kamu pasti akan terlepas dari juragan Doni, tunggulah sebentar lagi, kamu pasti akan hidup bebas setelah ini, yakinlah kalau semua harapan mu akan terwujud" batin pak Anton.


__ADS_2