Kuntilanak

Kuntilanak
Menuduhnya yang bukan-bukan


__ADS_3

Kala pak Anton keluar dari dalam kamar itu Sekar langsung menangis tanpa suara, dia benci berita itu, dia semakin tidak bisa berkutik saat tau dirinya tengah mengandung.


"Kenapa aku harus hamil, kenapa Allah ngasih aku titipan di saat keadaan rumah tangga ku seperti ini" tangis Sekar yang tidak bisa menerima kenyataan itu, dia nangis tanpa suara agar tidak ada yang dengar.


"Bapak ibu gimana ini, Sekar tidak bisa apa-apa, tolong bantu Sekar, rasanya Sekar tidak kuat berada di titik ini, Sekar mohon"


Dalam keadaan yang hancur seperti ini Sekar hanya bisa menangis, dia tidak terima, dia ingin memberontak, namun dia ibarat rakyat lemah yang tidak bisa apa-apa di hadapan sang penguasa.


Sekar terus menangis, lama-kelamaan matanya menjadi lelah karena terus menerus menangis, ia pelan-pelan memejamkan mata dan langsung masuk ke dalam alam mimpi.


Di luar pak Anton mulai kacau, dia yang tau Sekar hamil menjadi seperti orang gila, bagaimana tidak, orang yang akan dia perjuangkan kini di kabarkan hamil anak dari orang lain, hati laki-laki mana yang tidak terluka ketika mendengar hal itu.


Pak Anton yang kacau hanya terus menatap ke depan dengan tatapan kosong, semakin dia mengharapkan Sekar semakin sulit untuknya memilikinya.


"Kenapa Sekar harus hamil, aku akan sulit pisahin dia dari juragan Doni, juragan Doni tidak akan mudah untuk di singkirkan dari kehidupan Sekar karena pasti juragan Doni tidak mau di pisahkan dengan anak yang ada di dalam kandungan Sekar, apa yang harus aku lakukan agar mereka pisah?"


Pak Anton di selimuti kesedihan, dia yang berjuang mengumpulkan uang selama 2 bulan ini terasa sia-sia.


"Ya Allah tolong bantu hamba ya Allah, tujuan hamba baik ya Allah, tolong mudahkanlah urusan hamba, berilah kemudian ya Allah, hamba mohon ya Allah" pak Anton hanya bisa berdoa, dia pasrahkan semuanya pada yang di atas.


Dalam keadaan yang semakin lama semakin rumit dan jauh dari ekspetasinya dia memang marah dan kecewa, tapi dia harus marah pada siapa, tidak mungkin dia marah pada sang pencipta langit dan bumi.


Pak Anton dengan tatapan linglung terus menatap ke depan, hari ini segala luka berdatangan, dia masih berharap Sekar bisa di bawa ke tempat yang lebih baik lagi ketimbang di sini.


...•••...


Keesokan harinya, Sekar bangun dari tidur panjangnya dengan mata yang sembab, bagaimana tidak sembab, semalaman dia menangisi semua yang terjadi kemarin.


Sekar dengan tubuh lemas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang sudah lengket.


Ketika keluar dari kamar mandi Sekar kaget melihat siapa yang ada di kamarnya.


"Juragan, juragan sudah pulang?"

__ADS_1


Juragan Doni hanya menjawab dengan dehaman saja, dia malas untuk menjawab saat ini karena matanya yang di serang rasa kantuk.


Juragan Doni yang baru pulang merasa lelah, dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur, Sekar duduk di samping juragan Doni yang tengah memejamkan mata.


"Apa aku bilang sekarang saja kalau aku hamil, tapi bagaimana kalau dia tidak mau lepasin aku saat aku bilang kalau aku lagi hamil anaknya, aku tidak mau berlama-lama berada di sini, aku ingin suatu hari nanti bisa bebas, tapi bagaimana pun dia tetap ayah dari anak yang aku kandung, aku tidak mungkin rahasiain hal ini dari dia" batin Sekar yang di ambang pro dan kontra.


Sekar menatap wajah juragan Doni yang tampak lelah, dia tidak bisa mengatakan hal itu padanya detik ini juga.


Sekar bangkit dari duduk, dia ingin keluar untuk sarapan lalu berangkat kerja, tiba-tiba tangan juragan Doni menariknya dan membuat Sekar jatuh menimpa tubuh juragan Doni.


"Mau pergi kemana kamu?" mata juragan Doni masih terpejam kuat, namun dia bisa merasakan kalau Sekar hendak pergi dari kamar ini.


"S-saya mau keluar juragan, saya mau kerja, sudah waktunya saya berangkat ke ladang" gagap Sekar, dia terkejut dan belum terbiasa dengan tingkah suaminya.


"Tetap diam di sini, jangan pergi kemana-mana!"


"Tapi juragan...


Dengan melotot mata juragan Doni terbuka, Sekar takut melihat tatapan mata juragan Doni yang menyeramkan.


Sekar tidak bisa apa-apa, dia diam dan hanya menemani juragan Doni yang tidur, dia ingin keluar dari kamar itu namun terhalang monster mengerikan.


Sekitar 2 jam Sekar diam tanpa melakukan apa-apa, sementara juragan Doni terus tidur dengan nyenyak, dia kelelahan mengurus masalah yang terjadi di luar kota.


Juragan Doni yang sudah puas tertidur membuka matanya, dia melirik ke arah Sekar yang berada di sampingnya, dia tidak menyangka bahwa Sekar masih diam di tempat seperti keinginannya.


"Juragan boleh saya pergi?"


"Kamu mau pergi kemana, sudah di sini saja!" larang juragan Doni dengan memeluk erat tubuh Sekar yang ramping.


"Saya mau ke ladang juragan, ini sudah telat saya masuk kerja, nanti orang-orang pada bertanda tanya saya pergi kemana karena gak kuning datang ke sana"


"Sudah kamu jangan mikirin hal itu, yang punya ladang itu saya, kamu tidak perlu khawatir sama hal begituan, kamu diam saja di sini"

__ADS_1


Sekar mengangguk pasrah, mau tidak mau dia harus nurut.


"Juragan"


"Hmm ada apa, apa yang ingin kamu katakan?"


"Juragan saya hamil"


Juragan Doni langsung bangun, dia menatap ke arah Sekar dengan tidak percaya.


"Tidak mungkin, tidak mungkin kamu hamil!" tak percaya juragan Doni dengan apa yang barusan dia dengar.


"Juragan saya beneran hamil, usia kandungan saya sudah memasuki bulan ke 2"


"Tidak, kamu tidak mungkin hamil anak saya, pasti kamu hamil sama laki-laki lain, seraya kan saya pergi dari sini, pasti kamu hamil anak laki-laki lain!" tuduh juragan Doni dengan mudahnya.


Sekar langsung terkejut, tuduhan juragan Doni sama sekali tidak benar, dia berdiri dan menatap tak percaya pada juragan Doni.


"Enggak juragan, saya tidak hamil sama laki-laki lain, ini beneran anak juragan" Sekar berusaha menyakinkan juragan Doni kalau anak yang dia kandung adalah anaknya.


"Tidak, saya tidak percaya, kamu pasti hamil sama orang lain, saya itu nyentuh kamu cuma 1 kali, mana mungkin kamu bisa hamil!" bantah juragan Doni keras, dia masih yakin dengan pendiriannya.


"Itu setelah menikah, juragan menghitungnya setelah menikah, bukan sebelum menikah!" penuh penekanan Sekar agar juragan Doni ingat tentang kejadian di mana kesuciannya terenggutkan.


"Tidak mungkin, kamu pasti hamil anak orang lain, itu bukan anak saya!" nada bicara juragan Doni mulai meninggi.


"Ini anak juragan, saya hamil anak juragan!" Sekar tidak tinggal diam saat juragan Doni terus menerus menuduhnya yang bukan-bukan.


Plakkk!


Juragan Doni menampar keras pipi Sekar, Sekar dengan tidak percaya menatap ke arah juragan Doni yang berbuat kasar padanya.


"Katakan siapa ayah dari anak itu!" tegas juragan Doni yang ingin tau Sekar hamil anak siapa, dia yakin anak itu bukan anaknya.

__ADS_1


"Ini anak juragan, saya hamil anak juragan, bukan anak laki-laki lain!" jawab Sekar dengan memegangi pipinya yang panas.


"Tidak mungkin, itu bukan anak saya, pasti itu anak selingkuhan kamu!" tuding juragan Doni yang tidak percaya sama sekali kalau Sekar hamil anaknya dalam kurun waktu yang sangat singkat.


__ADS_2