Kuntilanak

Kuntilanak
Terharu


__ADS_3

"Sebentar pak saya akan hubungi juragan Doni, saya mau nanya hal ini sama dia dulu, karena saya juga karyawannya, saya tidak bisa apa-apa"


"Iya pak, saya mohon pak berilah upah saya, saya sedang membutuhkan uang"


Pak Anton mengangguk, dia masuk ke dalam rumah dan menghubungi juragan Doni, dia tidak enak menghubungi juragan Doni di dekat bapak-bapak tua itu karena takut ada kata-kata kasar yang menyakiti hatinya.


"Halo ada apa Anton, apa ada yang terjadi sama Sekar?"


"Tidak ada yang terjadi pada Sekar juragan, tapi di depan rumah ada seorang bapak-bapak yang datang kemari untuk minta upahnya yang tidak juragan Doni bayar selama 9 bulan, apakah benar juragan Doni tidak membayar upah karyawan?"


"Itu tidak benar Anton, aku selalu membayar upah karyawan setiap bulan, bapak-bapak itu pasti mengaku-ngaku, kamu usir saja dari sana, jangan kamu ladenin, dia itu hanya ingin mencari keuntungan dalam kesempitan, tidak usah kamu kasihani, dia tidak patut di kasihani" juragan Doni langsung membantah cepat tudingan itu.


"Tapi juragan dia jauh-jauh datang kemari, tidak mungkin dia berbohong hanya karena hal ini"


"Anton kamu percaya saja pada ku, tidak usah kamu percaya sama dia, aku itu sudah bayar gaji karyawan, tidak akan aku biarkan mereka kelaparan, sudah aku tutup dulu, aku lagi banyak urusan!"


"Juragan-


tut


tut


tut


Panggilan itu terputus, pak Anton menatap ke arah bapak tua yang memprihatinkan, terlihat jika dia mengatakan yang sebenarnya, pak Anton bisa melihatnya dari matanya.


"Bagaimana ini, juragan Doni tidak mau bayar upah bapak-bapak itu, kasihan bapak-bapak itu, dia pasti butuh uang, tidak mungkin aku biarkan dia kembali dengan tangan kosong, tapi apa yang akan aku berikan padanya"


Pak Anton bingung sendiri saat tuannya tidak mau membayar gaji bapak-bapak itu walau sepeserpun, padahal bapak itu sudah bekerja keras selama ini.

__ADS_1


"Apa aku berikan saja uang dari hasil gadain motor ku padanya, tapi kan aku gadain motor itu untuk bisa lunasi hutang Sekar"


Pak Anton menatap ke arah bapak-bapak itu yang menunggu dengan penuh harapan, dia rasanya tidak tega melihat bapak-bapak itu pulang dengan tanpa membawa apa-apa, apalagi pak Anton dengar kalau anak bapak-bapak itu tengah sakit.


"Gak apa-apa deh aku kasih uang itu pada bapak-bapak itu, masalah hutang Sekar, nanti aku akan jual motor ku untuk lunasinnya"


Pak Anton masuk ke dalam kamarnya yang ada di rumah juragan Doni, dia mengambil uang sebesar 3 juta dari hasil menggadaikan motornya.


Pak Anton mendekati bapak-bapak tua itu yang tampak gelisah karena takut kembali tanpa membawa apa-apa.


"Pak ini saya bayar upah bapak, tapi maaf tidak semuanya, saya hanya bisa bayar seperempat saja, karena juragan Doni tidak ngasih saya uang sama sekali untuk upah bapak, saya hanya punya sedikit simpanan dan gak apa-apa bapak ambil saja"


"Ya Allah terima kasih nak, bapak hutang nyawa sama kamu" bapak-bapak itu mengambil uang yang di berikan pak Anton dengan air mata yang ikut berjatuhan.


Dia terharu karena pak Anton masih memiliki belas kasihan padanya yang sudah renta namun sangat membutuhkan uang untuk anaknya yang ada di rumah sakit.


Pak Anton tersenyum melihat bapak-bapak itu yang tak henti-hentinya bersyukur.


"Sama-sama pak, gunakanlah uang itu untuk biaya pengobatan anak bapak, saya tidak bisa berbuat banyak, di sini saya juga seorang karyawan, saya tidak bisa apa-apa, saya hanya bisa memberikan seperempat gaji bapak saja"


"Tidak apa-apa nak, yang penting bapak bisa bayar pengobatan anak bapak yang lagi ada di rumah sakit"


Pak Anton mengangguk sambil tersenyum, ia rasanya senang membantu bapak-bapak itu yang tengah membutuhkan uang meskipun harus mengorbankan uangnya sendiri.


"Nak saya pamit pulang dulu, saya doakan kamu di mudahkan segala rezekinya sama Allah"


"Amiiin ya Allah, bapak berhati-hatilah, semoga anak bapak cepat sembuh"


"Amiiin, saya pamit pulang dulu nak assalamualaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikum salam"


Pak Anton menatap ke arah bapak-bapak tua itu yang pulang dengan linangan air mata karena terharu bisa pulang membawa uang hasil kerja kerasnya meskipun hanya seperempat, dia tidak apa-apa di gajinya di bayar cuman seperempat, dari pada tidak di bayar sama sekali.


Melihat bapak-bapak yang sudah renta itu membuat pak Anton teringat pada almarhum kakek dan neneknya yang selama ini berkeja keras untuk menghidupinya, dia masih belum bisa membalas kebaikan mereka, mereka keburu pergi di saat dia masih beranjak dewasa.


"Pak Anton, pak Anton nangis?"


Dengan cepat pak Anton menyeka air matanya dan menatap ke arah siapa yang berada di belakangnya.


"Enggak, saya tidak nangis" elak pak Anton.


Sekar menatap mata pak Anton yang merah, dia tau kalau pak Anton berbohong padanya.


"Enggak, bapak nangis, kenapa bapak nangis, apa yang membuat bapak sedih?"


"Enggak ada, saya hanya teringat pada kakek dan nenek saya yang sudah meninggal saat melihat bapak-bapak tua itu, saya sungguh merindukan mereka yang kini telah beristirahat dengan tenang di alam sana"


Sekar tidak lagi bertanya apapun, dia duduk di dekat pak Anton, dia tau bagaimana rasanya kehilangan orang tersayang.


Mereka berdua tampak diam dengan menatap ke arah jalanan yang kosong, tak sekalipun ada motor yang melintas karena rumah juragan Doni terletak di desa bukan di kota.


"Pak Anton, saya bosan ada di sini, boleh tidak saya pergi kerja, saya ingin kerja, saya tidak mau bergantung sama juragan Doni, saya tau dia suami saya, tapi saya tidak mau jadi bebannya, saya ingin kerja dan ngumpulin uang sendiri"


"Kamu boleh bekerja besok, ini sudah sore, nanggung kalau mau kerja, kalau kamu bosan ayo ikut saya ke desa sebelah, saya ada urusan di sana"


"Emang boleh pak saya ikut ke sana?" tampak gembira Sekar karena dia bisa keluar dari sini.


"Tentu saja boleh, ayo ikut saya ke sana, tidak akan ada yang marahin kamu, juragan Doni masih ada di luar kota"

__ADS_1


Terbit senyuman di wajah Sekar, dia gembira karena bisa datang ke kampung sebelah, dia tidak pernah tau apa saja yang ada di kampung sebelah lantaran dia tidak pernah ke sana.


__ADS_2