
Sementara itu juragan Doni berada di kantor sendirian seperti malam-malam sebelumnya, ia menyeruput secangkir kopi yang senantiasa menemaninya di kala malam hari.
Juragan Doni ingin menenangkan pikirannya yang kacau beberapa hari ini di ladang, jika di rumah ia bukannya malah tenang dia malah akan semakin mumet, alhasil ia berdiam diri di ladang.
tok
tok
tok
Tiba-tiba suara ketukan pintu mengganggu aktivitas juragan Doni yang ingin bersantai malam ini karena seharian ia lelah beraktivitas.
"Siapa yang ngetuk pintu malam-malam begini?" heran juragan Doni.
"Apakah masih ada orang yang berani keluaran rumah ketika di malam hari, setau aku udah gak ada" juragan Doni merasa aneh siapa sekiranya orang yang telah mengetuk pintu kantor malam-malam seperti ini.
tok
tok
tok
Suara ketukan itu kembali lagi terdengar di telinga juragan Doni.
"Sebentar" ujar juragan Doni menanggapi orang yang mengetuk pintu dengan keras dan terdengar memaksa tersebut.
Juragan Doni beranjak dari tempat duduk, ia berjalan mendekati pintu untuk keluar dan melihat siapa yang sudah mengetuk pintu malam-malam begini.
"Anton? kenapa kamu kemari, ada apa kamu kemari" kaget juragan Doni kala mendapati bahwa pak Anton yang sudah mengetuk pintu kantornya.
__ADS_1
Tak biasanya pak Anton mendatangi ladang malam-malam begini, jika tidak ada perintah biasanya pak Anton tidak akan ke ladang.
"Juragan saya di suruh bu Jamilah untuk jemput juragan pulang, soalnya di rumah ada teman juragan yang sudah nunggu juragan sejak tadi" jawab pak Anton dengan nada yang serius.
Juragan Doni mengerutkan alis, ia mulai mengingat-ingat apa saja yang akan terjadi hari ini.
"Teman? teman saya ada di sana, perasaan seharian ini saya gak ada jadwal pertemuan apapun, kok bisa ada teman saya yang nunggu saya di rumah" terheran-heran juragan Doni, hari ini ia bebas, tidak ada meeting sana sekali.
"Gak tau juragan, saya cuman di hubungi bu Jamilah barusan, saya juga belum liat teman juragan yang mana yang sudah menunggu juragan di rumah, bu Jamilah minta saya buat jemput juragan kemari, mangkanya saya dengan terburu-buru berangkat kemari" jelas pak Anton.
Juragan Doni masih heran, ia merasa penasaran pada orang yang di sebut temannya yang kini tengah menunggunya di rumah.
"Kalau memang ada teman saya di rumah, kenapa istri saya tidak menghubungi saya dan malah menghubungi kamu?" juragan Doni sedikit tidak percaya dengan penuturan pak Anton, ia merasa ajakan pak Anton ini sedikit janggal.
"Bu Jamilah bilang kalau nomor juragan tidak bisa di hubungi, mangkanya dia hubungi saya dan minta saya jemput juragan di sini" jawab pak Anton.
Juragan Doni masih diam di tempat, untuk percaya pada pak Anton mengapa rasanya sulit, untuk ikut pak Anton pulang ke rumahnya kembali rasanya ia enggan, ia teringat kejadian yang telah menimpanya kemarin yang benar-benar sial dan menakutkan.
"Sebentar, kamu tunggu di sini dulu, saya akan ambil hp dulu" suruh juragan Doni yang di balas anggukan oleh pak Anton.
Pak Anton menunggu juragan Doni di depan, sementara juragan Doni masuk ke dalam kantor kembali dan mengambil hpnya.
Juragan Doni memeriksa hpnya terlebih dahulu."Pantesan aja gak ada orang yang nelpon aku, hp aku aja mati, untung Anton datang kemari dan ngabarin bahwa di rumah ada teman ku yang lagi nunggu aku"
Juragan Doni mengakui keteledorannya, ia lupa untuk mengecas hpnya sehingga hpnya mati dan tidak ada orang yang menghubunginya.
Juragan Doni mengambil hpnya lalu memasukkan ke dalam saku, kemudian keluar dari dalam kantor menemui pak Anton yang menunggunya di luar.
"Ayo Anton kita pulang, saya ingin melihat siapa teman saya yang datang kemari malam-malam begini, ini pasti penting, gak biasanya teman saya seperti ini" ajak juragan Doni yang mulai penasaran akan sosok temannya tersebut.
__ADS_1
"Mari juragan" pak Anton mempersilahkan juragan Doni untuk berjalan duluan.
Juragan Doni berjalan pulang bersama pak Anton dengan santai, ia tidak terlalu terburu-buru, ia juga tidak merasa takut karena ada temannya.
"Anton kamu dari mana kenapa bisa gak tau kalau di rumah ada teman saya, kamu gak pulang ke rumah?" penasaran juragan Doni.
Biasanya pak Anton pulang ke rumah juragan Doni, di sana ada kamar khusus untuk pak Anton tempati.
"Enggak juragan, saya tidak pulang ke rumah, saya habis nongkrong sama para bapak-bapak di gazebo" jawab pak Anton.
Jawaban pak Anton sekali lagi berhasil membuat juragan Doni mengernyitkan dahi.
"Nongkrong? sejak kapan Anton suka nongkrong, biasanya dia paling gak suka nongkrong sama orang-orang, dia habis pulang kerja biasanya langsung pulang dan istirahat" batin juragan Doni yang merasa janggal.
"Kamu nongkrong di mana Anton?" juragan Doni ingin mengetahui tempat yang katanya di jadikan tongkrongan oleh pak Anton.
"Di gazebo dekat jalan itu Juragan, saya tadi nongkrong di sana sama warga-warga lainnya, lalu tak lama kemudian bu Jamilah nelpon minta saya jemput juragan di ladang, saya terburu-buru langsung ke ladang karena ini penting kata bu Jamilah" sahut pak Anton.
"Owh di gazebo itu, emangnya malam-malam ada orang yang nongkrong di sana Anton?" penasaran juragan Doni.
Keadaan desa yang di selimuti rasa takut dan merinding seperti ini membuat juragan Doni bertanya-tanya siapakah orang yang berani keluaran rumah di era Sekar yang gentayangan seperti ini.
"Ada banyak kok juragan, warga-warga banyak yang keluar rumah, mereka nongkrong sama saya di sana, kalau juragan gak percaya saya bisa kok anterin juragan ke sana, juragan pasti akan lihat kalau di sana banyak orang" tawar pak Anton biar ucapkan bisa di katakan benar, ia merasa bahwa juragan Doni ragu dengan apa yang ia katakan.
"Owh tidak, saya tidak minat nongkrong kayak gitu, saya ingin cepat-cepat pulang dan berjumpa dengan teman saya, saya rasa dia salah satu bos besar juga yang ingin melakukan kerja sama dengan saya" feeling juragan Doni.
Pak Anton tidak menyahuti juragan Doni, ia terus berjalan bersama juragan Doni, ia mengikuti juragan Doni dari belakang.
"Anton saat kamu jalan ke ladang tadi kamu gak ketemu sama hantu kan?" juragan Doni ingin memastikan, ia tidak mau perjalanan ke rumahnya malah ada gangguan seperti kemarin.
__ADS_1
"Enggak kok juragan, semuanya aman-aman aja, tak ada hantu sama sekali, mungkin hantunya sudah pergi, saya tadi dengar bahwa warga sekitar melapor pada pak RT, mereka minta pak RT untuk usir hantu yang lagi gentayangan di mari" jelas pak Anton.
Mata juragan Doni langsung berbinar, ia terlihat gembira dengan berita itu, ia merupakan salah satu orang yang sudah muak di ganggu oleh Sekar, ia ingin desa ini kembali aman seperti semula dan dia bisa beraktivitas tanpa takut di ganggu sama hantu.