Kuntilanak

Kuntilanak
Hampir menabraknya


__ADS_3

"Tapi walaupun begitu Sekar tetaplah wanita hina, dia wanita murahan, kamu jangan belain dia terus, mbk muak dengar namanya!" mulai emosi bu Toya kala Suto terus menerus membela Sekar yang menurutnya salah dalam hal ini.


Suto pun diam, ia kalah berkelahi dengan kakak iparnya, ia dengan fokus terus melajukan mobilnya.


Tiba-tiba Suto mengeram mendadak, kepala bu Toya terasa sakit.


"Kamu kenapa ngerem mendadak!" kaget bu Toya, hampir saja ia cedera gara-gara tindakan adik iparnya yang membahayakan nyawanya.


"Liat mbk ada wanita yang hampir ku tabrak, untung aku ngerem mendadak kalau enggak dia pasti akan tewas" Suto dag, dig, dug karena dirinya hampir saja menabrak orang.


Bu Toya melihat seroang wanita yang berdiri di tengah jalan dengan mengenakan pakaian berwarna putih.


Wanita itu mendekati mobil, ia mengetuk kaca mobil.


Sutp menurunkan kaca, ia merasa ada sesuatu yang ingin wanita itu katakan.


"Mas bolehkah saya ikut, saya akan berhenti di pertigaan jalan itu, saya mohon mas, tolong saya, saya sudah lelah, saya sedari tadi mencari angkot tapi tidak ketemu juga" titah wanita itu sembari memohon agar Suto berkenan membawanya yang sudah lelah berjalan.


Suto melirik ke arah bu Toya untuk meminta pendapatnya.


"Boleh, biarkan dia ikut kita" ujar bu Toya yang mengerti apa maksud Suto.


"Masuklah mbk, saya akan antar ke rumah mbk" senyuman terukir di wajah wanita itu kala Suto mau memperbolehkan ikut.


Wanita itu dengan senang masuk ke dalam mobil Suto, dia duduk di belakang sedangkan mereka bertiga berada di depan.


Suto kembali melajukan mobilnya, ia akan mengantar wanita itu sesuai dengan keinginannya.

__ADS_1


Bu Toya melirik ke arah wanita itu dari kaca yang berada di mobil."Kamu siapa, kenapa saya baru pertama kali ini lihat kamu di sini?"


"Nama saya Kiki bu, saya bukan asli warga desa ini, saya ke sini karena ingin mencari suami saya, mertua saya bilang suami saya ada di sini, saya rela-relain datang kemari, tapi saya kesulitan untuk menemukan dia bu" jelas wanita bernama Kiki itu.


"Emangnya siapa nama suami kamu?" penasaran bu Toya, bu Toya ingin tau siapa suami Kiki yang sepertinya berasal dari tempat yang jauh.


"Khotib bu, dia katanya tinggal di sini, saya ingin menjemputnya, sudah lama kita tidak pernah berjumpa dengannya" jelas wanita itu.


Di mata wanita itu terbesit rasa rindu yang luar biasa pada laki-laki bernama Khotib tersebut.


"Khotib? owh Khotib rumahnya yang di ujung jalan itu, jadi kamu istrinya?" kaget bu Toya yang baru tau bahwa wanita yang ia tolong ini adalah istrinya pak Khotib.


"Iya bu, saya istrinya, 2 tahun yang lalu dia pamit akan pergi kerja, tapi sampai sekarang dia gak balik-balik, saya waktu itu datangin rumah mertua saya, beliau bilang kalau suami saya ada di sini, saya rela-relain susul dia kemari, saya ingin keluarga saya lengkap" jelas wanita itu.


"Tapi kan pak Khotib itu udah nikah sama warga desa ini yakni bu Maimun, masa iya Khotib yang dia maksud adalah suaminya bu Maimun, apa mungkin ada orang yang namanya Khotib di desa ini, tapi setahu aku cuman Khotib suaminya bu Maimun aja deh" batin bu Toya memikirkan keanehan yang benar-benar sedikit gila.


"Masa iya dia selingkuhannya pak Khotib, gimana perasaan bu Maimun jika dengar kalau suaminya selama ini selingkuh sama wanita yang jauh lebih muda di bandingkan dia" batin bu Toya yang mulai overthinking.


"Pak Khotib kan jadi pelaut, dia banyak uang, bisa aja dia nikah sembunyi-sembunyi sama wanita lain yang jauh lebih murah, lebih cantik dan berakhlak baik dari pada bu Maimun, bu Maimun kan sukanya rempong, laki-laki juga gak akan betah sama dia" batin bu Toya.


"Ku rasa dia memang istri mudahnya pak Khotib, mana ada lagi coba orang yang namanya Khotib selain dia, aku yakin dia selingkuhan pak Khotib" batin bu Toya yang shock berat bahwa wanita ia tolong saat ini adalah selingkuhan dari suami hu Maimun.


"Oh ya, umur suami mbk berapa, kalau boleh saya tau?" penasaran bu Toya, ia ingin memastikan kebenaran dulu, ia tidak mungkin putuskan semuanya sendiri.


"44 tahun bu, saya memang beda jauh sama dia, tapi dia begitu menyayangi saya, saya yang tidak punya ayah merasa bahagia semenjak menikah dengan dia" jelas Kiki.


Bu Toya benar-benar terguncang, apa yang ia pikirkan ternyata benar-benar tepat sasaran, ia sungguh tidak menyangka bahwa pak Khotib akan bersingkuh dengan wanita itu yang jauh lebih muda dan mencampakkan bu Maimun yang rempong.

__ADS_1


"Oh iya pekerjaan suami kamu apa?" bu Toya ingin mendengar langsung jawaban dari mulut Kiki, barang kali pekerjaan pak Khotib yang ia kenali dengan pak Khotib yang wanita itu maksud berbeda.


"Suami saya jadi pelaut bu, dia jarang pulang, tapi saya yakin dia selalu setia sama saya, tapi sekarang ini dia sudah lama gak bersama saya, sudah sekitar dua tahun dia gak pernah pulang dan jenguk anak-anak kita, saya khawatir sekali sama dia, mangkanya saya datangin tempat ini karena kata ibu mertua saya suami saya ada di mari" jelas bu Toya.


Bu Toya tiba-tiba bungkam, ia benar-benar shock berat, ia tidak pernah kepirkian bahwa pak Khotib akan berselingkuh dengan wanita itu.


"Benar-benar gila rupanya pak Khotib itu, sudah dapat bu Maimun meskipun rempong eh dia malah selingkuh sama wanita yang jauh lebih muda, benar-benar gila dia, saat dia pulang dia pasti akan habis di tangan bu Maimun, liat aja nanti!" batin bu Toya yang tak pernah membayangkan betapa sakitnya menjadi bu Maimun kala tau bahwa suami yang selama ini bersamanya telah berselingkuh dengan wanita lain.


Tak ada percakapan sama sekali yang terjadi setelah itu, mereka semua memilih untuk diam.


Suto sejak tadi diam, ia tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia terus melirik ke arah wanita itu yang berada di belakang.


"Kenapa wanita itu terlihat pucat sekali, apa dia sakit saat melakukan perjalanan kemari, tapi ku rasa wajahnya pucatnya luar biasa, ini aneh" batin Suto yang merasa aneh.


Suto terus melajukan mobil sembari melirik ke arah wanita itu dari kaca.


Wanita itu tiba-tiba menghilang dari sana.


"Benar, tebakan ku benar, dia bukan wanita biasa, dia makhluk halus" batin Suto.


Bu Toya melihat wanita itu yang tiba-tiba diam tak mengeluarkan suara lagi.


"Loh kemana dia, kenapa dia tiba-tiba pergi?" kaget bu Toya.


"Dia hantu mbk, dia bukan manusia, bapak jangan cari dia percuma" jawab Suto.


Bu Toya pun diam, ia tidak lagi memikirkan apa yang wanita itu katakan sedari tadi, ia sekarang yakin bahwa apa yang wanita itu katakan salah besar.

__ADS_1


__ADS_2