Kuntilanak

Kuntilanak
Teriakan kesakitan


__ADS_3

Sementara itu.


Bu Nilem kakinya mesih terasa sakit, akibat gigitan Sekar, ia tidak bisa berjalan beberapa hari ini, ia terkulai lemas di tempat tidur, ia tidak bisa melakukan aktivitas seperti dahulu kala.


Mata bu Nilem terbuka dengan lebar saat rasa kaki di kakinya tiba-tiba datang, rasa sakit itu selama ini selalu menyiksa kehidupan bu Nilem, bu sungguh tidak kuat hidup dengan di keliling luka dan rasa sakit seperti ini.


"Adoooooh!" teriak bu Nilem yang kesakitan, ia rasanya tak tahan dengan rasa sakit yang semakin lama semakin terasa, ia tidak pernah merasakan rasa sakit yang sampai berabad-abad seperti ini.


Sungguh rasa sakit itu membuatnya tertekan, ia sudah mendatangi bidan terdekat namun obat yang bidan itu berikan tak berfungsi sama sekali.


"Sakit, kaki aku sakit, ini semua gara-gara Sekar, kenapa dia hukum aku sampai segila ini, dia gak mikir apa sakitnya gimana, dia sungguh keterlaluan, dia harus ku beri pelajaran, awas aja kalau sampai aku sembuh aku akan bikin dia sengsara, aku tidak akan biarkan dia gitu aja, dia sudah buat aku menderita selama ini!" pekik bu Nilem yang sudah tak tahan dengan rasa sakit yang semakin lama semakin membuatnya tertekan.


Di tempat tidur bu Nilem meraung kesakitan, setiap malam ia memang terus berteriak-teriak, warga yang tinggal di sebelahnya memang sering mendengar suara teriakan bu Nilem, mereka memaklumi kondisi bu Nilem, mereka juga tidak berani menegur bu Nilem karena bu Nilem berteriak-teriak seperti itu bukan karena sengaja melainkan jatuh sakit.


"Sakit, kaki ku sakit, aku gak kuat, kapan aku sembuh kalau kayak gini, dasar kuntilanak biadab, dia benar-benar jahat, akan aku buat kau menderita Sekar, kau sudah membuat ku seperti ini, aku akan balas perbuatan mu, liat aja kau akan ku habisi untuk yang kedua kalinya" teriak bu Nilem yang kesakitan.


Luka akibat gigitan Sekar membuat kakinya benar-benar kesakitan, rasa sakit itu akan berkurang ketika di pagi hari, namun saat malam hari rasa sakitnya aktif dan hampir aja merenggut nyawanya.


"Mela, Mela kemarilah kau!" teriak bu Nilem pada anak gadisnya yang bernama Mela.

__ADS_1


Tak ada tanggapan sama sekali, Mela tidak datang menghampiri ibunya, semenjak ibunya sakit, ia yang repot ke sana kemari menuruti permintaan ibunya yang rempong dan sukanya marah-marah.


"Mana bocah itu, kenapa dia gak datang-datang juga, apakah telinganya sudah tuli, kenapa dia malah gak datang kemari" geram bu Nilem.


"Mela, Melaaaa!" teriak bu Nilem sekali lagi, suara bu Nilem benar-benar nyaring dan dapat mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat.


Tak ada jawaban yang terdengar, bu Nilem semakin murka, rasa sakit itu telah membuatnya menjadi rempong dan sangat pemarah.


"Di mana dia, kenapa dia gak datang ke sini juga, apa dia tuli sehingga tidak mendengar suara ku" emosi bu Nilem terus meningkat, punya anak yang tidak bisa di suruh-suruh membuatnya kesal bukan main.


"Kayaknya dia memang harus di datangin, dasar anak kurang ajar dia, di panggil orang tua malah gak datang-datang, apa yang dia lakukan sebenarnya" omel bu Nilem.


"Anak sialan, di mana dia, kenapa dia gak dengar suara aku, biasanya dia selalu datang saat aku panggil, kenapa sekarang malah gak datang-datang, apa yang sebenarnya telah dia lakukan, tidak mungkin dia tuli kan, kalau dia tuli karena amin hp, aku akan banting hpnya, biar dia tau rasa!" heran bu Nilem.


Saat berjalan bu Nilem merintih kesakitan, kakinya benar-benar sakit dan sulit untuk di gerakkan, namun karena urgent, mau tidak mau dia harus berjalan mendatangi kamar anaknya.


"Sekar itu memang benar-benar biadab, dia udah buat kaki aku sakit kayak gini, dia benar-benar gila, apakah dia tidak memiliki rasa iba sama sekali, kenapa dia terus membuat ku seperti ini, yang sering hina dan cari masalah dengan dia itu bu Salamah, kenapa malah aku yang dia buat menderita, seharusnya dia membuat bu Salamah menderita, jangan aku!"


Bu Nilem rasanya tidak terima dengan rasa sakit yang ia rasakan saat ini, ia merasa bahwa dirinya tidak pernah berbuat salah sama sekali padahal dirinya merupakan salah satu ibu-ibu yang selama ini mengusik hidup Sekar sampai ke dasar-dasarnya.

__ADS_1


"Liat aja nanti aku akan bikin dia menderita, aku tidak akan takut lagi sama dia, dia kira hanya dia yang bisa membuat ku menderita, dia salah, aku juga bisa bikin dia menderita, aku akan balas dendam, akan aku buat sumur tua yang di dalamnya terdapat jasadnya hancur, biar tubuhnya makin hancur!" geram bu Nilem.


Bu Nilem saking geram sampai memiliki pikiran-pikiran kotor untuk melakukan tindakan jahatnya pada Sekar yang sudah tiada.


Bu Nilem masih tidak terima Sekar membuatnya seperti ini, ia susah untuk beraktivitas semenjak ia jatuh sakit, namun sayangnya ia tidak kunjung sembuh-sembuh, ia heran mengapa dirinya sulit untuk sembuh padahal luka itu sudah mengering, tapi rasa sakitnya tidak sedikitpun berkurang.


Bu Nilem dengan tertatih-tatih berjalan mendekati kamar Mela.


Bu Nilem tanpa aba-aba membuka kamar Mela, ia mendapati anaknya yang malah santai dengan memainkan hpnya.


"MELA!" teriak bu Nilem keras, ia pikir selama ini anaknya tidur sehingga tidak mendengar panggilannya, namun siapa sangka anaknya malah main hp seperti orang yang tidak peduli sama sekali terhadapnya.


"Allahu Akbar anak macam apa kamu ini, di panggil sejak tadi gak nyahut-nyahut, eh gak taunya malah main hp dan seperti gak peduli dengan rasa sakit yang ibu rasakan!" omelan langsung melayang, bu Nilem begitu geram pada anaknya yang malas-malasan.


"Kamu dengar gak apa yang ibu bilang Mela!" teriak bu Nilem dengan melototkan matanya, sungguh ia sangat jengkel dengan anaknya yang tidak berguna di matanya.


"Apalagi sih bu, ibu itu diam aja napa, bisa gak sih, seharian ini ibu jangan ganggu Mela, sedari tadi siang ibu terus ganggu Mela, Mela capek bu, Mela juga pengen istirahat, bukan ibu aja" Mela yang kesal mengeluarkan segala unek-uneknua yang ia pendam sejak tadi.


"Apa kamu bilang, istirahat?"

__ADS_1


"Istirahat apa megang main hp terus kayak gitu" hardik bu Nilem yang gedeg sekali dengan anaknya.


__ADS_2