
Bu Nining yang mendengar suara kuntilanak langsung menyelimuti tubuhnya menggunakan selimut, ia merasa takut cuman mendengar suara kuntilanak.
"Kok kayak ada suara kuntilanak, apa jangan-jangan itu Sekar yang lagi berusaha gangguin warga-warga, tapi kok di jam segini, menurut warga-warga lainnya biasanya Sekar ganggu warga-warga ketika larut malam, tapi kenapa malah di jam segini" batin bu Nining yang gemetaran sebab telinganya terus mendengar suara cekikikan kuntilanak.
"Hihihihihihihi"
Suara cekikikan itu terus saja terdengar, bu Nining tidak membiarkan celah sedikitpun terlihat, ia saat ini sungguh benar-benar takut pada suara kuntilanak yang berhasil membuat jantungnya berhenti berdetak.
Dalam keadaan seperti ini, bu Nining hanya ingin segera cepat siang, ia membenci malam hari.
Bugh!
Telinga bu Nining mendengar suara orang jatuh, bu Nining masih bersembunyi di dalam selimut, ia tidak berani keluar untuk melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya.
"Suara apa itu, apa yang jatuh, kenapa suaranya dekat" batin bu Nining yang gemetar hebat.
Bu Nining semakin gemetaran, ia takut berlebihan, bu Nining tak berani keluar dari dalam selimut.
tap
tap
tap
Suara derap kaki terdengar di telinga bu Nining, tubuh bu Nining semakin menegang, ia merasa ada seseorang yang pelan-pelan mendekatinya.
"Siapa yang ada di kamar ini, perasaan tadi di sini gak ada siapa-siapa hanya aku seorang, masa iya bapak pulang, tapi tadi dia bilang kalau dia mau pulang ke rumah ibunya, namun mengapa kayak ada suara orang jatuh" batin bu Nining semakin gelisah tak menentu dengan keadaan ini.
"Hihihihihihihi"
Suara menyeramkan itu membuat mata bu Nining melotot tajam, tubuhnya langsung menegang, jantungnya berdegup kencang.
"J-jadi yang ada di kamar aku itu hantu!" batin bu Nining terkaget-kaget kala menyadari siapa yang tengah menempati kamar ini selain dirinya.
__ADS_1
"Gimana ini, dia ada di sini, aku harus minta bantuan sama siapa, di sini gak ada orang, aku gak bisa keluar hadapi dia sendiri, aku takut" batin bu Nining cenat-cenut.
Bu Nining langsung menutup mata dengan menahan nafas, ia tak berani bergerak walau sedikitpun.
"Hihihihihihihi"
"Hihihihihihihi"
"Hihihihihihihi"
Suara kuntilanak itu membuat tubuh bu Nining menjadi kaku, ia sangat ketakutan berada di era seperti ini, tak ada satupun orang yang bisa bu Nining mintai tolong, untuk bangun saja ia tidak bisa apalagi berteriak minta tolong agar ada orang yang bisa mengusir hantu itu.
"Hihihihihihihi"
"Gimana ini, apa yang harus ku lakukan, kuntilanak itu ada di dalam kamar ini, aku ingin dia pergi, tapi aku tidak punya cara apapun, dia gak bisa di biarkan ada di sini terus menerus, aku akan mati lama-lama kalau kayak gini" batin bu Nining tegang di balik selimut tebal itu.
"Hihihihihihihi"
Kuntilanak seram itu menatap tajam pada bu Nining yang bersembunyi di dalam selimut, ia tersenyum licik, pelan-pelan kakinya melangkah mendekati bu Nining.
Bu Nining menangis ketakutan tanpa suara, keringat dingin membanjiri tubuh bu Nining, ia gelisah, cemas campur aduk saat suara kuntilanak terus terngiang-ngiang di benaknya.
"Pergilah, jangan ganggu aku, aku tidak akan ganggu kamu, aku mohon pergilah dari sini, kasihanilah aku hiks hiks hiks" batin bu Nining menangis di dalam selimut.
"Hihihihihihihi"
Kuntilanak itu masih diam di tempat, ia duduk di samping bu Nining dengan sesekali tertawa cekikikan.
"Hihihihihihihi"
Bu Nining menegang, ia ingin pergi dari sini, namun untuk menggerakkan telunjuknya saja ia tidak bisa, alhasil bu Nining menangis di dalam selimut tanpa suara.
Kuntilanak seram dan menakutkan itu tak kunjung pergi dari sana, ia tertawa cekikikan, ia sungguh puas membuat bu Nining ketakutan hebat.
__ADS_1
Di dalam selimut rasanya bu Nining ingin keluar, ia sudah tidak tahan berada di keadaan seperti itu, selain takut bu Nining mencium bau busuk yang menyengat, ia tidak tahan dengan bau sebusuk itu.
"Pergilah, jangan ganggu aku, aku mohon pergilah dari sini, aku tidak akan ganggu kamu lagi, asalkan kamu jangan ganggu aku, sungguh aku tidak akan berani lagi pada mu, serius!" batin bu Nining yang menangis di balik selimut, ia berdoa semoga kuntilanak itu pergi dari sana.
Kuntilanak tak kunjung pergi, dia masih belum puas mengganggu bu Nining, ini adalah awal permulaan bagi warga-warga desa yang menggangu Sekar, ia akan terus membantu Sekar untuk membuat mereka resah.
Bibir kuntilanak itu tersenyum melihat selimut yang di baliknya ada bu Nining.
"Dia pasti dengar suara aku, tidak mungkin dia tidak mendengar suara ku, aku yakin dia pasti ketakutan di dalam selimut itu, suruh siapa dia bikin teman ku mati, aku sebagai temannya tidak terima, aku akan bikin kau dan seluruh warga-warga yang tinggal di sini ketakutan hihihihihihihi" batin kuntilanak itu tersenyum sinis.
Bu Nining di dalam selimut ketar-ketir, ia masih merasakan dengan jelas kalau di sampingnya ada seseorang yang tak tau siapa, namun hatinya yakin kalau itu bukan manusia.
Kuntilanak itu masih diam di tempat, ia tidak ada niatan untuk pergi dari sana, melihat orang tersiksa entah kenapa hatinya merasa senang.
Pandangan kuntilanak menatap penjuru ruangan dengan tajam tiba-tiba.
Craaaaangggg!
Foto keluarga yang tersimpan dari di dalam figura jatuh dan hancur berkeping-keping.
Bu Nining semakin tegang, ia semakin sulit untuk bergerak, ketakutan terus menyelimuti tubuhnya.
Craaaaangggg!
Sekali lagi suara figura jatuh terdengar dengan jelas di telinga bu Nining, namun ia tidak bisa meriksa dengan sendirinya apa yang jatuh.
Kuntilanak itu terus memecahkan semua barang-barang yang terbuat dari kaca, ia tidak peduli lagi yang penting hatinya puas membuat bu Nining ketakutan.
Dengan lirik tajam kuntilanak itu menatap ke arah bu Nining yang masih betah berada di balik selimut yang pengap.
"Dia masih tidak bergerak rupanya, tapi aku yakin dia pasti sangat ketakutan, kalau seperti itu aku sudah berhasil mengganggunya, lebih baik aku pergi saja dari sini, aku mau ganggu warga-warga lainnya yang tinggal di sini, rasanya aku masih belum puas kalau cuman mengganggu dia saja" batin kuntilanak itu.
Kuntilanak seram itu terbang keluar melewati jendela yang tidak di tutup.
__ADS_1
Bu Nining masih diam di tempat, ia masih takut kalau di dalam kamar ada kuntilanak seram itu.
Tubuh bu Nining di banjiri keringat, pelan-pelan matanya masuk ke dalam mimpi, malam ini ia tidur dalam keadaan ketakutan.