Kuntilanak

Kuntilanak
Tidak bisa berbuat banyak


__ADS_3

"Bilang sama saya, apa yang juragan Doni bilang sama kamu, saya ingin dengar langsung dari kamu!"


"Juragan Doni ngajak saya nikah pak" dengan wajah sedih Sekar bilang semuanya pada pak Anton, ia percaya pak Anton tidak akan membocorkan rahasia terbesarnya.


"APA NIKAH!" kaget pak Anton karena ia tau kalau juragan Doni sudah menikah bagaimana mungkin ia mengajak Sekar menikah.


"Iya pak, juragan Doni ngajakin saya nikah"


"Terus kamu mau nikah sama dia?"


Sekar menghela nafas berat."Bagaimana lagi pak, mau tidak mau saya harus turuti keinginan dia, karena saya punya hutang sama juragan Doni, saya tidak punya uang sepeserpun untuk bayar hutang itu, apalagi juragan Doni minta seluruh uangnya kembali hari ini juga"


"Berapa hutang kamu?"


"6 juta, juragan Doni mau uang itu kembali hari ini juga, saya harus apa pak, saya tidak punya pilihan lain lagi selain nikah sama juragan Doni"


Pak Anton diam, ia tidak punya uang sebanyak itu untuk membantu Sekar, ia tau kalau pasti Sekar terpaksa harus menikah dengan juragan Doni.


"Tapi kamu mau nikah sama juragan Doni?" pak Anton kembali memastikan.


"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya tidak mau pak, tapi bagaimana lagi, saya gak bisa berkutik, juragan Doni minta di kembalikan uang itu segera sementara saya tidak punya uang sama sekali"


Pak Anton ikut prihatin namun ia tidak bisa apa-apa karena ia tidak punya uang sebanyak itu untuk membantu Sekar.


"Juragan Doni bilang akan nikahin kamu kapan Sekar?"


"Malam ini, juragan Doni akan nikahin saya malam ini juga"


Pak Anton semakin bertambah bingung karena ia tidak akan mungkin bisa membantu Sekar mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu hitungan jam, seandainya pernikahan Sekar masih kurang 1 Minggu, pak Anton masih bisa mencari pinjaman untuk membantu Sekar.


"Kenapa mendadak, kenapa juragan Doni terburu-buru buat nikahin kamu!" pak Anton tak habis pikir sekaligus terkejut.


"Saya juga gak tau pak, juragan Doni maunya nikahin saya malam ini juga, saya juga kaget sama keinginan beliau"

__ADS_1


"Sekar kamu tau kan kalau juragan Doni sudah punya istri, bagaimana kalau istri juragan Doni tau kalau kamu nikah sama dia, kamu pasti akan dalam bahaya, bu Jamilah itu terkenal jahat, dia sangat tidak suka kalau ada orang yang dekat-dekat sama suaminya, bu Jamilah itu sangat di takuti sama seluruh karyawan, karena dia tidak ingin ada satupun orang yang menggoda suaminya, dia juga tidak segan-segan melakukan tindakan kasar pada orang tersebut, bagaimana kalau dia tau kalian menikah, saya takut kamu kenapa-napa!"


"Juragan Doni bilang kita akan nikah secara diam-diam, selagi gak ada yang ngasih tau, bu Jamilah pasti gak akan tau"


"Tapi cepat atau lambat bu Jamilah pasti akan tau Sekar, sebaik-baiknya orang menyembunyikan bangkai, baunya pasti akan tercium"


Sekar tampak gelisah, namun ia tidak punya jalan lain selain menikah dengan juragan Doni.


"Saya tau pak, tapi di sini saya hanya korban, menikah dengan juragan Doni bukan keinginan saya, saya tidak mau menikah dengan beliau, tapi tidak ada cara lain, saya tidak bisa apa-apa saat ini"


Pak Anton mengerti kalau pasti Sekar sangat terpaksa mau menikah dengan juragan Doni, ia saat ini tidak bisa berbuat banyak karena dia hanyalah seorang bawahan juragan Doni.


"Saya ingin bantu kamu, tapi saya tidak punya uang sebanyak itu saat ini, andai pernikahan kamu dan juragan Doni masih kurang beberapa hari lagi, saya masih bisa berusaha untuk cari uang itu agar pernikahan kalian berdua gagal!"


Sekar tersenyum, di keadaannya yang terpuruk masih ada orang baik seperti pak Anton yang prihatin sama keadaannya.


"Sudah pak, saya sudah terima jalan hidup saya, mungkin dengan cara ini saya bisa menebus uang itu, saya terima niat baik bapak, tapi semesta sedang tidak berpihak pada kita"


Pak Anton terlihat sedih karena orang yang sebaik dan sepolos Sekar akan jatuh ke dalam pelukan sang buaya.


Seketika Sekar langsung menitihkan air mata, bagaimana mungkin dia bisa bahagia hidup bersama orang yang paling dia benci di dunia ini.


Pak Anton menenangkan Sekar, ia mengerti keadaan Sekar namun ia tidak bisa menolong Sekar.


"Kamu yang sabar Sekar, kalau nanti ada apa-apa sama kamu, kamu bisa minta tolong sama saya, saya akan berusaha lindungi kamu sebisa dan semampu saya"


"Terima kasih pak sudah mau menolong saya"


"Sama-sama, oh ya siapa yang akan jadi wali nikah kamu?"


"Paman saya yang ada di negara M, tapi saya masih belum hubungi beliau, karena saya tidak punya hp"


"Berapa nomornya, biar saya yang hubungi"

__ADS_1


"08256.....


Pak Anton menghubungi pemilik nomor yang Sekar sebutkan.


"Halo ini siapa?" penasaran orang itu karena yang menelponnya adalah orang asing.


"Saya temannya Sekar, bapak tolong pulanglah ke kampung anggrek, karena Sekar mau menikah, saya mohon bapak tolong jadilah wali nikah Sekar"


"Pulang ke kampung anggrek? saya tidak mau, pulang ke sana itu mahal, saya mana punya uang pulang ke sana" tolak Arman, om Sekar.


"Pak Anton bilang kalau juragan Doni yang akan nanggung semua biayanya"


Pak Anton mengangguk."Bapak tidak perlu khawatir masalah biaya itu, karena atasan saya yang akan menanggung semua biaya bapak datang kemari, saya mohon bapak segeralah datang kemari, karena Sekar akan nikah malam ini juga"


"Oke kalau seperti itu, saya akan pulang lagi ke kampung anggrek, kalian tunggu saja saya di sana"


Pak Anton langsung mematikan sambungan setelah mendengar kesepakatan itu.


"Dia akan datang kemari, kamu tidak usah khawatir dia tidak datang"


Sekar sedikit tenang, ia sebenarnya berharap pamannya tidak jadi datang karena pastinya ia akan gagal nikah, namun rasanya tidak mungkin itu terjadi.


"Terima kasih pak sudah membantu saya"


"Sama-sama, sekarang kamu pulanglah, tidak perlu khawatir lagi sama masalah ini, saya dan juragan Doni yang akan ngurus semuanya"


Sekar mengangguk."Terima kasih pak, saya permisi dulu, assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam"


Pak Anton menatap punggung Sekar yang pergi meninggalkannya, ia rasanya sesak saat tau kalau Sekar akan menikah dengan orang lain.


"Maaf Sekar saya tidak bisa menolong kamu, tapi kamu tidak perlu khawatir, saya akan ngumpulin uang agar bisa lepasin kamu dari juragan Doni, saya tidak akan biarkan orang baik seperti kamu hidup menderita bersama juragan Doni" pelan pak Anton dengan terus menatap punggung Sekar yang pelan-pelan menjauh.

__ADS_1


Pak Anton kembali ke perkebunan, ia tidak bisa lama-lama pergi meninggalkan perkebunan.


__ADS_2