Kuntilanak

Kuntilanak
Kehebohan yang terjadi


__ADS_3

Keesokan harinya.


Semua para ibu-ibu berkumpul di gazebo, mereka mulai membicarakan apa yang telah terjadi tadi malam yang begitu menggegerkan dunia.


"Ibu-ibu tadi malam itu benar-benar meresahkan, apa di antara kalian ada yang di ganggu sama Sekar?" bu Salamah langsung bertanya pada para ibu-ibu yang berada di gazebo, ia ingin memastikan apakah hanya dirinya saja yang di ganggu oleh hantu Sekar.


"Iya bu, tadi malam kami semua di ganggu habis-habisan sama Sekar, dia benar-benar tega ganggu kita-kita" jawab bu Hamiddeh.


"Sumpah bu tadi malam itu benar-benar gila, Sekar lama-lama jadi gila, Sekar benar-benar gak bisa di biarkan lagi, dia udah keterlaluan, apa yang dia lakukan benar-benar sangat-sangat keterlaluan" sahut bu Rohani yang masih ingat jelas seperti apa gangguan yang tadi malam ia lewati.


"Tapi apa lagi yang bisa kita lakukan kecuali diam bu, saya gak bisa apapun, walaupun Sekar ganggu kita habis-habisan, kita gak punya cara lain lagi untuk minta dia pergi dari sini, kita gak punya cara lagi untuk usir Sekar dari sini" ujar bu Nining.


"Eh ibu-ibu" sapa bu Toya yang baru pulang, ia sudah lama tidak berjumpa dengan kawan-kawannya.


"Eh bu Toya, bu Toya udah pulang" mereka benar-benar terkejut ketika melihat bu Toya yang sudah lama tak mereka temui.


"Iya bu, saya sudah pulang tadi malam, gimana kabar kalian, apa kalian gak ada yang di ganggu sama Sekar?" bu Toya penasaran, sudah lama ia tidak berkumpul bersama mereka, ia begitu penasaran akan kabar mereka, ia sudah banyak ketinggalan tentang berita yang melanda desa ini.


"Aduh bu Sekar itu sekarang makin kebangetan, tadi malam kami di ganggu habis-habisan sama dia, hampir setengah warga yang di ganggu habis-habisan sama dia bu" jawab bu Salamah.


"Ya ampun sampai separah itu Sekar ganggu kalian, saya kira cuman saya saja yang di ganggu sama Sekar karena keluaran rumah di tengah malam" kaget bu Toya yang benar-benar terkejut dengan apa yang barusan ia dengar.

__ADS_1


"Emangnya ibu di ganggu sama Sekar?" bu Rohani memastikan kembali apa yang barusan ia dengar di telinganya.


"Iya bu, tadi malam saat saya pulang kemari, Sekar udah ganggu saya, dia nyamar jadi orang lain dan nebeng di mobil adik ipar saya, dia benar-benar keterlaluan kan bu" jelas bu Toya yang gedeg dengan Sekar karena tak kunjung membiarkan dia lepas begitu saja.


"Ya ampun bu, kami ngira hanya kami saja yang di ganggu sama Sekar, ternyata ibu juga di ganggu sama dia" terkejut bu Hamiddeh.


"Eh ini kok kayak ada yang kurang ya, tapi siapa" bu Salamah menyadari ada anggotanya yang kurang, ia merasa ada yang masih belum berkumpul di sini.


Semua warga yang berada di sana mencari siapa yang bu Salamah maksud.


"Ibu-ibu" panggil seseorang yang membuat mata mereka teralihkan padanya.


"Bu, ibu tau gak, tadi malam itu saya di kejar sama Sekar habis-habisan, saya pikir tadi malam itu saat saya keluar rumah gak akan ada hantu yang bakal gangguin saya, tapi gak taunya Sekar malah ganggu saya bu, saya yang lari terbirit-birit hanya karena di kejar-kejar sama dia" tutur bu Maimun dengan sangat antusias.


"Ibu kenapa pake keluaran rumah segala, udah tau kalau desa kayak gini" ujar bu Toya yang tak habis pikir dengan jalan pikiran bu Maimun yang malah keluaran rumah di tengah desa yang masih belum aman.


"Saya pikir desa udah aman bu, kemarin kan warga-warga udah pada lapor sama pak RT mengenai desa yang lagi di teror sama hantu, warga-warga udah ancem pak RT kalau pak RT gak bisa usir Sekar dari sini, mereka minta ganti RT baru, saya kira pak RT sudah bertindak sehingga Sekar udah minggat, mangkanya saya memberanikan diri untuk keluaran rumah, saya sebenarnya udah bosen banget berada di rumah, tapi karena ada hantu saja terpaksa mau berdiam diri di dalam rumah" jawab bu Maimun.


"Pantesan aja ibu di ganggu habis-habisan sama Sekar, saya aja yang ada di dalam rumah di ganggu, saya itu tadi malam sembunyi di masjid, baru deh setelah itu Sekar gak berani untuk ganggu saya" sahut bu Salamah.


"Owh jadi ibu sembunyi di masjid, saya kira ibu sembunyi di mana, kalau tau bahwa sembunyi di masjid aman, kita mah sembunyi di sana aja, sumpah saya yang berada di dalam rumah gak tenang sama sekali meskipun ada suami, saya akan coba nanti malam buat sembunyi di masjid, mudah-mudahan Sekar gak akan ganggu saya" ujar bu Nining yang akan mencoba cara yang bu Salamah terapkan.

__ADS_1


"Iya nanti malam kita akan coba nginap di masjid, semoga saja setelah nginap di sana kita gak di ganggu sama Sekar, saya sudah kapok bu di ganggu terus menerus sama Sekar" sahut bu Rohani yang juga muak di ganggu habis-habisan sama Sekar.


"Ibu dari mana aja, kenapa baru datang sekarang, kenapa gak datang dari tadi" penasaran bu Salamah pada bu Maimun.


"Ibu tau gak, saya itu baru balik dari sungai bu" jawab bu Maimun.


"Sungai? ngapain ibu dari sana?" kaget semua orang mendengar penuturan bu Maimun.


"Saya tadi malam bu di ganggu sama Sekar, saya lari ke sana, saya nyeburin diri ke dalam sungai bu, itu saya lakukan agar Sekar gak bunuh saya, dia itu ingin bunuh saya, saya takut sekali sama dia bu" jawab bu Maimun yang teringat kejadian pahit yang ia lewati tadi malam.


"Yang ampun sampai segitunya Sekar yang ganggu ibu, saya kira ibu cuman di ganggu biasa saja" kaget para ibu-ibu lainnya saat tau hal itu.


"Iya bu, dia ganggu saya habis-habisan bu, ibu-ibu tau gak ternyata hantu yang gentayangan di desa ini bukan 1, tapi 2, ada dua hantu yang tadi malam ganggu saya" jawab bu Maimun.


"Ya ampun kok kita baru tau kalau hantu di desa ini dua" kaget bu Salamah tercekat mendengar penuturan bu Maimun.


"Pantesan aja gangguan itu gak selesai-selesai, ternyata hantu yang ganggu kita itu dua" begitu kaget bu Naima kala tau bahwa yang membuat onar di desa ini tak hanya Sekar.


"Satu aja udah begitu meresahkan, apalagi dua, gimana ini ibu-ibu, apa yang harus kita lakukan, saya takut bu, saya takut di ganggu sama mereka" ketakutan bu Rohani.


Ibu-ibu lainnya juga merasa takut yang luar biasa, mereka begitu risau sama sekali dengan keadaan ini.

__ADS_1


__ADS_2