Kuntilanak

Kuntilanak
Resmi menikah


__ADS_3

Sekar dan Mirna sampai di kediaman juragan Doni, mereka langsung di sambut oleh pak Anton yang berada di depan gerbang menunggu kedatangan mereka sejak tadi.


"Silahkan masuk" persilahkan pak Anton dengan sangat sopan.


Mereka berdua mengangguk dan masuk ke dalam rumah juragan Doni yang paling besar di desa ini, hanya juragan Doni yang memiliki rumah bagaikan di istana, tidak ada satupun warga yang punya rumah sebesar itu.


Di sana sudah ada para saksi dan juga penghulu yang sudah juragan Doni undang, semua orang yang ada di sana adalah orang-orang penting yang dapat juragan Doni percayai, dia tidak mengundang satu warga pun yang tinggal di desa ini demi menjaga keamanan rahasia ini.


Juragan Doni takut sewaktu-waktu warga desa ada yang membocorkannya pada istri pertamanya kalau dia undang mereka semua ke acara pernikahannya dengan Sekar malam ini.


Sekar duduk di samping juragan Doni, sementara pak Anton duduk di dekat anak buah juragan Doni yang menjadi saksi, pak Anton menatap ke arah mereka berdua dengan raut wajah yang sedih.


"Di mana walinya, kenapa masih belum datang?" pak penghulu tidak menemukan orang yang menjadi wali nikah Sekar.


"Dia masih ada di perjalanan pak, mohon tunggu sebentar lagi" jawab pak Anton.


Pak penghulu hanya bisa mengangguk, dia mau tidak mau harus menunggu wali nikah Sekar datang karena juragan Doni sudah membayar mahal dirinya.


Mereka menunggu dengan cemas, karena Arman tidak kunjung datang, padahal dia tadi bilang kalau dia akan sampa ke desa ini sebelum adzan ashar, namun sampai sekarang dia tidak kunjung datang juga.


"Di mana dia, kenapa dia masih tidak sampai ke sini juga, kamu sudah pastikan kalau dia akan datang kemari?" juragan Doni bertanya pada pak Anton dengan nada yang cukup keras, dia ingin pernikahan ini segera di mulai.


"Iya juragan, dia akan datang kemari, dia masih berada di perjalanan, juragan tunggulah sebentar lagi, dia pasti akan datang" mohon pak Anton yang menjadi sasaran empuk dari kemarahan juragan Doni karena pak Anton yang sudah mempersiapkan segala keperluan untuk acara akad nikahnya malam ini.


Juragan Doni menunggu dengan tidak sabar, ia ingin sekali menjadikan Sekar sebagai miliknya seutuhnya, ia tidak ingin menunda-nunda waktu lebih lama lagi.


Sekar masih tegang, dalam hatinya dia berharap kalau wali nikahnya tidak sampai ke sini agar pernikahannya dengan juragan Doni batal.


"Apakah masih lama lagi?" penghulu itu ingin segera pulang karena masih ada orang yang akan dia nikahi di tempat lain.


"Tunggulah sebentar pak, pasti orangnya akan segera datang" pak Anton hanya bisa menenangkan pak penghulu dan juga orang-orang yang berada di sana.

__ADS_1


"Di mana dia, kenapa dia tidak kunjung datang, aku sudah membayar mahal dia untuk datang kemari, tapi mengapa dia masih tidak datang juga" geram juragan Doni, juragan Doni sungguh sangat terburu-buru untuk menghalalkan Sekar.


"Aku di sini, apa kalian semua menunggu ku" suara seseorang yang baru datang itu mengagetkan semua orang.


"Om Arman" panggil Sekar pada omnya yang sudah lama tidak pernah berjumpa dengannya karena jarak yang jauh.


"Iya Sekar, ini om, lama kita tidak berjumpa, kamu sudah besar rupanya" Arman melihat kalau Sekar kecil yang dulu ia tinggal pergi sudah besar, tak menyangka Sekar akan tumbuh menjadi gadis yang cantik.


"Tidak usah basa-basi, cepat duduk dan mulai acaranya" suruh juragan Doni tegas.


Arman menuruti keinginan juragan Doni, dia duduk menjadi seorang wali Sekar untuk menggantikan ayah Sekar yang sudah meninggal dunia.


Seorang asisten rumah tangga meletakkan selendang berwarna putih di kepala Sekar dan juga juragan Doni.


Juragan Doni menjabah tangan penghulu yang ada di depannya.


"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Sekar Ayunda dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai"


"Bagaimana para saksi sah?" pak penghulu bertanya pada para saksi yang hadir di sana.


"Saaaaaah" jawab mereka kecuali pak Anton.


Setetes air mata mengalir di wajah Sekar ketika kini ia sudah resmi menjadi seorang istri dari juragan Doni.


"Hapus air mata mu, jika kau tidak mau ku habisi" bisik juragan Doni di telinga Sekar.


Sekar dengan cepat menghapus air mata itu, sungguh tak pernah ia bayangkan kalau dia akan mendapatkan jodoh yang sangat-sangat tidak sesuai dengan ekspektasinya.


Pak Anton menatap Sekar dengan tatapan linglung, dia kehilangan Sekar hari ini.


"Sekar, maafin saya tidak bisa selamatkan kamu, saya janji saya akan berusaha lepasin kamu dari dia, saya akan bawa kamu ke tempat yang indah dan kamu tidak akan merasa tertekan lagi" batin pak Anton yang harus melepaskan orang yang dia cintai karena keadaan yang tidak mendukung.

__ADS_1


Doa di lantunkan oleh sang penghulu, Sekar menyalami punggung tangan juragan Doni, juragan Doni mengecup singkat kening Sekar.


Pak Anton langsung memalingkan wajahnya, ia tidak sanggup melihat orang yang dia cinta bahagia dengan orang lain.


Mirna melihat putrinya jatuh pada seorang juragan Doni yang terkenal jahat hanya bisa menangis dalam hati, dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.


Sekar dan juragan Doni sudah resmi menjadi pasangan suami istri di mata agama, mereka nikah sirih demi tidak di ketahui oleh istri pertama juragan Doni, yakni ibu Jamilah.


Acara pernikahan itu sudah selesai di laksanakan, Mirna dan orang-orang yang hadir di acara itu pulang ke rumah membubarkan diri dari sana.


Sebelum pulang juragan Doni memberikan imbalan yang setimpal pada Arman yang sudah setuju menjadi wali nikah Sekar.


Sementara Sekar berada di dalam kamar yang luas dan rapih, Sekar menangis dengan hebat di sana.


"Bapak, Sekar ingin bapak yang menjadi wali nikah Sekar, tapi kenapa bapak harus pergi di saat Sekar masih belum nikah" Sekar menangisi sang ayah yang sudah berada di alam lain.


Anak perempuan mana yang tidak ingin jika ayah kandungnya yang menjadi wali nikahnya kelak, sama seperti Sekar, dia ingin ayahnya yang menjadi wali nikah, namun sayangnya takdir tidak berpihak padanya, takdr lebih dulu mengambil sang pahlawan sebelum Sekar menikah.


Di saat Sekar tengah menangis, juragan Doni masuk ke dalam kamar itu, dia mendapati Sekar yang menangis.


Juragan Doni berdiri di depan Sekar, juragan Doni memegang dagu Sekar dengan kasar.


"Kenapa kamu nangis, apa kamu terpaksa nikah sama saya?"


Sekar menjadi takut, sebelum dan sesudah menikah, perwatakan juragan Doni sangat berbeda, dia lebih jahat setelah menikah ketimbang sebelum menikah.


"JAWAB!"


Sekar tersentak, selama ini tidak ada yang membentaknya, bahkan orang tuanya tidak pernah melakukan itu padanya.


"T-tidak juragan, Sekar tidak terpaksa menikah dengan juragan"

__ADS_1


__ADS_2