
"Kenapa dia pake ketawa segala, apa dia sudah tau kalau aku sadar akan keberadaannya, gimana ini, apa yang harus aku lakukan, aku sangat takut padanya, aku tak bisa untuk mengusirnya, tapi aku tidak bisa biarkan dia ikutin aku sampai ke rumah, aku harus buat dia pergi, jangan sampai dia ikut aku ke rumah dan bikin ibu sama Mia ketakutan" batin pak Khoiron mencari akal agar hantu yang mengikutinya pergi.
Pak Khoiron tidak akan membiarkan bahwa hantu itu mengikutinya sampai ke rumah.
Sambil berpikir pak Khoiron sambil fokus mengendari motornya, ia memang merinding sekali, namun ia harus tetap fokus kalau tidak pasti terjadi kecelakaan yang akan membuatnya terluka.
"Hihihihihihihi"
"HIhihihihihihi"
"hihihihihihihi"
Suara kuntilanak itu semakin menakutkan, tangan pak Khoiron, ia sangat ketakutan membonceng hantu di jalanan angker itu.
"Jangan ganggu aku, pergilah dari sini, aku tidak akan ganggu diri mu, aku tidak akan mengganggu mu, aku mohon pada mu pergilah, aku tidak akan mengganggu mu, sungguh aku tidak akan berkhianat" batin pak Khoiron berusaha untuk berdamai dengan hantu yang sedang menerornya tersebut.
"Hihihihihihihi"
"Hihihihihihihi"
"Hihihihihihihi"
Hanya tawa seram itu yang hantu itu tinggalkan, ia tidak melakukan apapun dan hanya terus terawa namun tawanya berhasil membuat pak Khoiron ketakutan.
Pak Khoiron semakin gelisah tak karuan, hantu itu tak kunjung pergi, guratan kecemasan terpancar jelas di wajahnya, ia tidak bisa diam terus, bisa-bisa hantu itu akan mengikutinya sampai ke rumahnya.
Pak Khoiron melirik ke arah spion untuk memastikan apakah hantu itu masih ada atau tidak, ia berharap bahwa hantu itu pergi dari sana, ia sungguh tak mau membawa hantu itu pulang ke rumahnya.
__ADS_1
"Gimana ini, dia masih ada, apa yang harus ku perbuat, apa yang akan lakukan untuk bisa bikin dia pergi" batin pak Khoiron yang ketakutan hebat saat ini.
Gelisah dan resah terus di rasakan oleh pak Khoiron yang ketakutan hebat, namun ia tetap berusaha fokus mengendari motornya, ia meyakinkan dirinya bahwa dirinya akan baik-baik saja.
Motor yang pak Khoiron Kendari sudah keluar dari jalanan suram itu, pak Khoiron merasa sedikit lega, karena ia bertemu dengan jalanan biasa yang tidak seseram jalanan suram itu.
Sekali lagi pak Khoiron melirik ke arah spion untuk memastikan apakah hantu itu masih ada atau tidak.
"Alhamdulillah dia sudah gak ada, syukurlah dia sudah pergi, aku tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau dia masih ikutan aku, aku gak bisa bawa dia pulang" lega pak Khoiron kala kuntilanak yang tak lain adalah Sekar telah pergi meninggalkan pak Khoiron.
"Ya Allah terima kasih sudah buat dia pergi, semoga saja dia gak ganggu aku lagi, aku harus cepat-cepat sampai di rumah, sebelum dia datang dan ganggu aku lagi" pak Khoiron menancap gas, ia sedikit merasa lega karena Sekar sudah tidak ada.
Walaupun rasa deg-degan itu masih ada namun tidak separah tadi, rasanya jantung pak Khoiron akan copot jika saja hantu itu mengikutinya sampai ke rumahnya.
"Tapi hantu itu kok beda ya, kenapa gak sama kayak hantu yang biasanya warga ceritain, apa mungkin dia hantu penunggu jalanan itu selama ini, dia kan menghilang saat aku sudah berhasil keluar dari jalanan suram" pikir pak Khoiron yang tidak bisa mengenali siapa yang tadi mengganggunya, ia pikir itu hantu yang berbeda namun itu tetap Sekar.
Saking takutnya pak Khoiron tak ingin melintasi jalanan itu lagi, ia sudah kapok di ganggu sama hantu, untung saja tidak ada kejadian buruk yang menimpanya, dia masih sanggup bertahan meskipun tangannya tremor dan ras deg-degan mendominasi.
Kebanyakan akan terjadi sebuah kecelakaan jika tak bisa menahan rasa takut itu, tapi pak Khoiron termasuk salah satu orang yang masih bisa beruntung karena tidak ada luka akibat gangguan dari Sekar.
"Besok pagi-pagi sekali aku harus peringatan semua orang agar gak lewat jalanan itu, aku akan kasih tau mereka ada jalanan lain yakni jalanan di desa sebelah yang tembus ke desa ini, mereka pasti kebanyakan tidak tau akan kebenaran jalanan itu karena jalanan itu yang jarang di lewati" ujar pak Khoiron yang tak mau ada orang lain yang di ganggu di jalanan suram.
"Iya aku akan lakuin itu, cukup aku saja yang di ganggu, jangan orang lain, kasihan mereka, mereka pasti akan ketakutan"
"Hihihihihihihi"
Tiba-tiba tawa seram kuntilanak itu kembali, rasa merinding langsung kembali menghampiri pak Khoiron.
__ADS_1
"Dia kembali, gawat dia akan mencelakai ku, dia harus ku hindari, aku gak bisa berlama-lama berada di sini, aku harus segera sampai di rumah" pak Khoiron menancap gas, ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
"Hihihihihihihi"
Kiki terbang mengikuti pak Khoiron, ia hanya di tugaskan untuk mengganggu bukan mencelakai, ia sangat suka melihat orang-orang ketakutan kala melihatnya dan saat ini mangsanya adalah pak Khoiron.
"Hihihihihihihi"
Tawa itu terus menjadi-jadi, sebagai satu-satunya manusia yang berada di jalanan pak Khoiron merasakan takut yang luar biasa, andai ada orang di dekatnya ia akan meminta tolong.
Tapi lantaran tidak ada orang percuma ia berteriak, karena itu akan membuatnya lelah sendiri.
"Gawat, dia terus ngejar aku, apa yang harus aku lakuin ini, aku gak mau di giniin terus, tapi aku gak bisa lakukan apapun lagi" batin pak Khoiron yang dag dig dug.
"Hihihihihihihi"
Tawa seram semakin menjadi-jadi, pak Khoiron hanya terus fokus, ia berusaha mengabaikan suara Kiki yang benar-benar menakutkan.
Ketika pak Khoiron bertemu dengan pertigaan jalan, alangkah kagetnya ia kala melihat ada pocong yang berdiri di bawah lampu jalanan tepatnya di bawah pohon.
Tubuh pak Khoiron begetar karena takut, rasanya ia akan tumbang saat ada dua hantu yang mengganggunya, namun ia berusaha menahannya, ia tidak bisa tumbang di tempat ini, ia harus bisa bertahan.
"Jangan ganggu aku, jangan ganggu aku, biarkan aku pergi" titah pak Khoiron berani mengeluarkan suara agar mereka tak mengganggunya lagi.
Pocong itu diam saat pak Khoiron melintas tepat di depannya, ia hanya menatap tajam ke arah pak Khoiron yang mulai menjauh.
Sementara Kiki ikut berhenti, ia membiarkan pak Khoiron lolos, sudah tiga hantu yang telah mengganggu pak Khoiron, ia tau bahwa pak Khoiron pasti ketakutan hebat.
__ADS_1