Kuntilanak

Kuntilanak
Kebingungan


__ADS_3

"Pak Anton bagaimana ini, saya harus lunasi semua hutang itu, mau tidak mau saya harus kerja, kalau saya tidak kerja dan ngumpulin uang, hutang itu semakin lama semakin bertambah, saya tidak mau hutang itu sampai ratusan juta, saya mau bayar pake apa kalau hutang itu bertambah pesat, segitu saja saya sudah bingung apalagi sampai berbunga-bunga" Sekar mulai takut tak bisa membayar semua hutang yang banyak itu, dia tidak mau hutang itu bertambah banyak hingga menyentuh angka ratusan juta.


"Kamu itu lagi hamil, kandungan kamu lemah, kamu harus istirahat total, jangan kerja, nanti ada apa-apa sama anak yang ada di dalam kandungan mu" larang pak Anton yang memikirkan nasib anak yang Sekar kandung.


"Biarin pak Anton, orang bapaknya juga gak peduli, biarkan saja dia mati, saya tidak mau melahirkan anaknya!" Sekar yang kecewa dan marah pada juragan Doni melampiaskan pada anaknya yang tidak berdosa.


"Eh jangan gitu, anak itu anugerah dari sang ilahi, kamu jangan sia-siakan apa yang sudah Allah berikan, gak semua wanita itu di kasih kepercayaan berupa anak sama Allah, banyak di luaran sana wanita-wanita yang sampai tua tidak di karuniai seorang anak, kamu sebagai wanita yang mendapatkan karunianya harus bersyukur, meskipun suami kamu tidak menginginkan kehadiran anak itu, masih ada saya, saya yang akan membahagiakan anak itu, tidak akan saya biarkan dia tidak mendapatkan kasih saya seorang ayah"


Ucapan pak Anton membuat Sekar kembali menitihkan air mata, dia yang terlanjur kecewa dengan juragan Doni hampir saja membuat anak yang ada di dalam kandungannya kenapa-napa.


"Saya hanya tidak mau dia juga ikut terluka gara-gara kekejaman bapaknya pak Anton, saya tidak mau dia jadi anak yang selalu mendapatkan kekerasan bapaknya, cukup saya aja yang mengalami itu semua, saya tidak mau anak saya juga merasakannya" tangis Sekar yang takut hal itu terjadi.


"Sekar kamu tidak perlu khawatir, saya akan jaga dan tidak akan pernah saya biarkan anak itu di sakiti oleh orang lain, kamu jangan pernah berpikir kalau saya akan biarkan kamu terluka" pak Anton menghapus air mata yang mengalir di pelupuk mata Sekar.


"Makasih pak Anton, pak Anton orang yang sangat baik sama saya, kelak saya akan balas semua kebaikan pak Anton"

__ADS_1


Sekar sungguh tak pernah membayangkan kalau dia akan di pertemukan oleh orang seperti pak Anton yang sangat baik tanpa meminta imbalan sama sekali, seumur hidup hanya kali ini dia menemukan laki-laki yang seperti itu.


Pak Anton hanya tersenyum, dia melihat gadis yang dia cintai bahagia sudah cukup untuknya meskipun kebahagiaannya bukan bersamanya.


"Sama-sama, saya akan bantu kamu sebisa saya, kamu sekarang harus makan dulu, kamu seharian belum makan bukan?" pak Anton tau kalau pasti selama seharian ini Sekar di kurung, juragan Doni tidak mengizinkan ada makanan yang masuk ke dalam perut Sekar.


Sekar menggeleng cepat, sejak dia bangun tidur tidak ada makanan yang masuk ke dalam mulutnya.


"Bagaimana saya bisa makan pak, juragan Doni saja tidak ngizinin saya makan, dia malah ngurung saya di dalam gudang itu, saya tadi ngira saya tidak akan melihat dunia lagi, saya sudah gak punya harapan untuk hidup saat berada di dalam gudang itu" Sekar sangat ketakutan ketika teringat pada gudang angker dan menakutkan itu.


"Maafkan saya Sekar, saya tadi gak ajak kamu kerja karena saya merasa kamu harus istirahat yang banyak, biar tenaga kamu pulih, tapi ternyata kamu malah di perlakukan seperti ini sama juragan Doni, andai saya tau dari awal, mungkin saya akan langsung tolongin kamu" merasa bersalah pak Anton yang terlambat menolong Sekar.


Sekar beruntung bisa bertemu dan berteman baik dengan pak Anton, orang yang baik seperti pak Anton benar-benar membuat Sekar bahagia karena bisa dekat terus dengannya.


"Sekarang kamu makan dulu, habis itu minum obat baru setelah itu kamu istirahat, kamu harus banyak-banyak istirahat agar janin kamu tidak kenapa-napa" pak Anton memberikan makanan yang tadi di antarkan oleh suster pada Sekar.

__ADS_1


Sekar mengangguk, dia memakan bubur ayam yang tidak ada rasanya itu, habis itu dia meminum obat yang sudah di berikan oleh suster, baru setelah itu dia memejamkan mata untuk beristirahat.


Pak Anton menyelimuti tubuh Sekar, dia tidak tega melihat Sekar yang terluka parah seperti itu hanya karena kekejaman juragan Doni, jika tadi dia telat sedikit untuk menolongnya pasti Sekar sudah tidak tertolong lagi.


"Sekar kamu jangan khawatir, saya akan berikan kebahagiaan untuk mu, saya tidak akan biarkan kamu terluka lagi, saya akan jaga kamu, saya akan pastikan kamu baik-baik saja" batin pak Anton yang teramat sedih saat melihat Sekar terluka separah itu.


Pak Anton merebahkan tubuhnya di sofa yang berwarna merah, dia menatap ke arah langit-langit kamar dengan tatapan kosong.


"Bagaimana caranya aku melunasi hutang itu, Sekar bilang jumlah hutangnya saat ini 20 juta dan jika gak di bayar maka akan nambah 5 juta perbulan, aku harus bisa dapatkan semua uang itu dengan cara apa?" batin pak yang kebingungan, dia tidak punya aset berharga yang bisa di jual.


"Gaji ku per bulan cuman 3 juta, itupun masih gaji kotor, belum ke pake buat beli makan, gak bisa aku lunasi semua hutang Sekar dalam waktu dekat, begini saja aku kumpulkan saja uang untuk bayar hutang Sekar sebulan 1 juta, nanti kalau nominalnya sudah 20 juta, aku akan bayar ke juragan Doni, aku akan rayu juragan Doni buat gak naikin hutang Sekar" batin pak Anton yang memiliki cara bagus.


"Iya, aku akan lakukan itu saja, kalau aku lunasi hutang itu dengan cara di cicil, juragan Doni gak akan nerima, dia pasti maunya yang kontan, gak di cicil" batin pak Anton.


"Semoga saja aku bisa lunasi semua hutang Sekar, ya Allah berilah hamba kemudahan untuk melakukanya, amiiin" batin pak Anton.

__ADS_1


Pak Anton yang sudah lelah dan semua beban pikirannya telah menghilang mulai memejamkan mata, tak butuh waktu lama baginya untuk masuk ke dalam alam mimpi.


Pak Anton tidur di kamar perawatan Sekar, dia akan memastikan kalau Sekar baik-baik saja, tidak akan dia biarkan juragan Doni datang dan membuat Sekar semakin menderita lagi, dia akan menjaga Sekar dengan sepenuh hati dan jiwanya.


__ADS_2