
Di sisi lain.
Bu Maimun yang kebetulan berada di rumah sendirian memberanikan dirinya untuk keluar rumah, ia tidak betah berada di rumah terus menerus, apalagi suaminya yang bekerja di luar jangkauan sehingga ia selalu berada di rumah sendiri selama ini.
"Kayaknya aman deh buat aku keluar dari rumah, aku yakin gak akan ada yang terjadi sama aku"
Bu Maimun berjalan mencari warga-warga desa di jalanan desa yang sepi, semenjak dirinya dan juga para ibu-ibu lainnya melapor pada pak RT, bu Maimun tidak setakut dulu, rasa takutnya sedikit berkurang.
"Kemana semua orang, kenapa mereka gak ada yang keluaran rumah, mereka kan udah denger kalau pak RT yang akan bikin Sekar pergi dari sini, tapi kenapa mereka masih takut buat keluaran rumah, seharusnya mereka berani, kan pak RT udah menjamin akan bikin Sekar pergi"
Bu Maimun heran mengapa suasana desa masih saja sepi seperti desa mati, sungguh tidak di temukan seorangpun di jalan dan tempat-tempat umum yang dulunya warga jadikan tempat tongkrongan.
"Bodoh sekali mereka, seharusnya mereka beraktivitas aja kayak dulu, gak akan ada hantu kok, aku yakin pak RT udah bikin Sekar pergi, mana mungkin pak RT biarkan Sekar gitu aja, dia pasti gak akan mau kehilangan jabatannya"
Bu Maimun yang merasa yakin terus berjalan menjauhi rumahnya, ia tidak memiliki rasa takut sedikitpun, ia berpikir bahwa pak RT akan berhasil mengusir Sekar yang gentayangan dan selalu bikin onar di desa ini.
"Aku mau kemana ini, di sini gak ada warga, apa aku ke rumah bu Salamah aja ya, kayaknya bergosib di sana lumayanlah, bu Salamah juga pasti senang ada temannya" ujar bu Maimun yang memiliki tujuan keluar rumah.
Bu Maimun berjalan menuju rumah bu Salamah yang lumayan jauh, jaraknya lumayan namun kakinya tidak mau berhenti untuk melangkah, ketimbang dirinya berada di rumah sendirian, ia lebih baik mendatangi rumah bu Salamah meskipun jauh.
"Besok aku pasti akan dengar kalau pak RT udah berhasil usir Sekar, liat aja ini, udah gak ada hantu yang berkeliaran, ku rasa pak RT sudah berhasil mengusir Sekar dari desa ini, dia memang hebat, tau gini dari awal sudah aku adukan saja apa yang terjadi di desa ini pada pak RT, biar desa ini cepat aman"
Bu Maimun tak pernah berpikir akan melaporkan masalah ini ke pak RT, jika ia tau bahwa desa akan seaman ini mungkin dari dulu ia sudah melakukannya.
"Memang aku yang bodoh rupanya, lagian mana mau aku usir Sekar dengan tangan ku sendiri, aku juga gak mau kali mengontroi tangan ku hanya karena ingin membuat manusia biadab itu pergi dari sini" jijik bu Maimun yang benar-benar benci berat pada Sekar yang ia pandang sebagai wanita paling hina di dunia.
"Lagian kenapa dia mau ya jadi simpanannya juragan Doni, dia gak mikir apa kalau juragan Doni udah punya istri, kenapa dia masih mau sama orang yang sudah beristri" heran berat bu Maimun.
__ADS_1
"Tampangnya aja yang polos, ternyata hatinya busuk, gak salah sih bu Jamilah bunuh Sekar, dia memang pantas untuk di basmi, da seperti hama, kalau tidak di basmi akan merusak dunia" tutur bu Maimun.
Sosok makhluk halus yang wajahnya hancur mengepal kuat tangannya mendengar kalimat-kalimat pedas yang keluar dari bibir bu Maimun, salah satu ibu-ibu tukang gosib dan sangat rempong yang berada di desa ini.
"Apa katanya, aku biadab, anda yang biadab!" pekik Sekar yang panas mendengar ocehan bu Maimun.
"Kurang ajar dia, sudah tua aja masih rempong, dia memang harus di beri pelajaran yang setimpal, dia gak ada jerat-jeratnya apa, seharusnya 1 kali di ganggu dia berhenti gitu, tobat kek, ini malah makin hari makin jadi aja, dasar emak-emak rempong, dia benar-benar harus di beri pelajaran yang sekiranya bisa sadar dia sampai ke otak-otaknya juga"
Sekar geram, ia tidak pernah menyangka bahwa ibu-ibu di kampung ini masih saja membicarakan aibnya dan mengumbarnya, bahkan mereka menambah-nambahi cerita sehingga sangat terlihat bahwa Sekar yang paling salah dalam hal ini.
"Liat aja anda wahai bu Maimun, anda benar-benar menyebalkan rupanya, anda harus ku beri pelajaran, biar mulut anda yang busuk itu bungkam!" tutur Sekar dengan menatapi punggung bu Maimun yang berjalan tanpa henti.
"Apa yang akan kita lakukan Sekar, apa rencana mu?" Kiki meminta saran dari Sekar, ia yang mendengar bahwa sahabatnya di hina ikutan geram.
"Begini saja, kamu tunggu di ujung jalan itu, aku akan mengganggu bu Maimun dari sini, kalau dia lari ke sana, kamu bikin dia makin ketakutan" perintah Sekar.
"Sekarang cepat kamu pergi, aku akan ganggu dia dari sini, biar dia menjerit" suruh Sekar.
Kiki tanpa banyak bicara menghilang dari sana, ia akan melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin.
Sekar kembali menatap punggung bu Maimun yang terus berjalan tanpa henti di depannya.
Seulas senyuman menakutkan terukir di wajah Sekar, ia pun terbang dan mengeluarkan suara khasnya yang sudah lama tak ia keluarkan.
"Hihihihihihihi"
Seketika langkah bu Maimun terhenti, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi pucat pasi kala mendengar suara cekikikan kuntilanak yang mendekat.
__ADS_1
"Kok ada suara kuntilanak, bukannya pak RT udah bergerak buat usir Sekar, kenapa masih ada kuntilanak" heran bu Maimun.
"Ah ini mungkin aku cuman salah dengar, pak RT itu sudah bergerak, gak mungkin dia masih biarin Sekar tinggal di desa ini, Sekar pasti udah pergi, apa yang aku dengar ini salah" yakin bu Maimun yang mengabaikan suara kuntilanak yang barusan terdengar di telinganya.
Bu Maimun kembali melangkah kakinya, ia tidak menganggap serius suara kuntilanak yang barusan ia dengar.
"Hihihihihihihi"
Suara kuntilanak itu kembali, suaranya datang dengan lebih keras lagi.
Langkah bu Maimun terhenti, ia kini yakin bahwa apa yang barusan ia dengar nyata bukan tipu-tipu.
"Gawat, masih ada kuntilanak rupanya, aku harus pergi dari sini, aku tidak mau berada di sini"
Bu Maimun yang ketakutan berlari terbirit-birit dari sana, ia menyesal keluar rumah, ia pikir ia tidak akan di ganggu oleh hantu, namun siapa sangka hantu masih aja mengganggunya.
"Hihihihihihihi"
Bu Maimun menoleh ke belakang, wajahnya kagetnya saat Sekar yang mengejarnya dari belakang.
"Gawat, Sekar ngejar aku, aku harus pergi dari sini" panik bu Maimun semakin kencang berlari.
"Hihihihihihihi"
"Tolooong, tolooong aku dari dia"
"Toloooong!"
__ADS_1
Teriak bu Maimun yang ketakutan, mana ada orang yang tidak akan menjerit jika di kejar hantu seperti ini.