
Di rumah bu Salamah.
tak
tok
tak
tok
Suara aneh itu muncul tiba-tiba, Shila yang berada di dalam kamar membuka matanya, suara itu berhasil mengganggu tidur nyenyaknya.
"Suara apaan itu, kenapa bunyinya nyeremin" Shila mendengar baik-baik suara misterius itu, ia penasaran suara misterius itu berada di mana.
Suara itu tiba-tiba menghilang, Shila sudah tidak mendengar lagi suara tersebut.
Shila pun kembali merebahkan tubuhnya dengan tenang, ia ingin masuk ke dalam alam
mimpi, seharian ini ia beristirahat total di rumah, akibat kejadian kemarin malam membuatnya tak bisa beraktivitas seperti semula.
Baru beberapa menit Shila memejamkan mata tiba-tiba.
"Shila" panggilan lirih terdengar di telinga Shila.
Shila langsung membuka mata dengan lebarnya, ia bangun dari tidurnya, ia melihat sekelilingnya dengan terkejut.
"Kok gak ada, tadi kayaknya ada orang yang manggil aku, kenapa pas di cari malah gak ada" dada Shila berdegup dengan kencang, ia masih tegang, apa yang barusan ia dengar berhasil membuat dunianya teralihkan.
"Ini gak beres ini, ini pasti ada yang gak beres, aku merasa ada sesuatu yang udah gak beres ini, aku harus selidiki, aku gak bisa diam aja"
Shila yang merasa takut beranjak dari tempat duduk, ia penasaran dari mana asal suara orang yang memanggilnya itu.
Shila menghidupkan lampu, ia menatap ke seluruh penjuru namun tak ada satupun orang yang ia temui di dalam kamarnya.
"Gak ada siapapun di sini, tapi kenapa kok bisa ada suara orang yang manggil nama aku, apa aku cuman salah dengar aja, tapi mustahil, suara itu benar-benar nyata, aku gak mungkin salah dengar, aku gak budeg" tutur Shila yang masih belum yakin sepenuhnya.
__ADS_1
Shila dengan berjaga-jaga melihat ke kanan dan kirinya, ia masih yakin bahwa pemilik suara itu berada di dalam kamarnya juga.
"Bau apa ini, kok kayak bau bangkai" Shila mengendus bau busuk yang menyengat.
Shila mengendus bau itu yang semakin lama semakin busuk aja.
"Kok bisa ada bau bangkai di sini, perasaan tadi enggak deh, apa mungkin ada tikus atau cicak yang mati" pikir Shila mencari letak keberadaan bau bangkai yang memenuhi kamarnya.
Shila semakin tak nyaman dengan bau busuk yang semakin lama semakin menyengat.
"Aku harus cari bangkai itu sampai ketemu, aku harus buang dia dari sini, dia gak boleh lama-lama berada di sini, bisa-bisa aku gak akan mau nempatin kamar ini lagi" ujar Shila yang tak akan membiarkan bau busuk itu bersarang di kamarnya.
Shila mencari ke setiap inci bau busuk yang benar-benar menyengat, Shila menyibak gorden, ia mencari apakah di sana ada bangkai cicak maupun tikus yang tidak sengaja mati.
"Gak ada, di kamar ini gak ada bangkai apapun, lalu dari mana asal bau busuk ini, gak mungkin kan bau busuk ini timbul dengan sendirinya" keheran Shila.
Bau busuk itu benar-benar mengganggu indera penciumannya, perut Shila lama kelamaan mulai mual, ia tidak tahan berada di tempat yang di kelilingi bau busuk itu.
Shila yang sudah tidak tahan dengan bau sebusuk itu memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya, ia akan meminta bantuan ibunya untuk mencari bangkai yang kemungkinan bersembunyi di dalam kamarnya.
"Kenapa pintu ini, kenapa gak bisa di buka, perasaan gak aku kunci, kuncinya ada di sini, kenapa tiba-tiba macet" heran Shila saat pintu kamarnya tidak bisa di buka.
"Ibu, ibu tolong Shila, tolong buka pintunya, Shila ingin keluar dari sini" teriak Shila dengan menggedor-gedor pintu.
"Ibu liat kamar Shila, di sini ada bau bangkai, ibu cari bangkai itu, Shila udah gak tahan sama baunya" titah Shila dengan berteriak.
Tak ada gubrisan sama sekali, tanda-tanda akan ada orang yang mendatangi Shila pun nihil.
"Kemana semua orang, kenapa gak ada yang mendekat, perasaan udah dari tadi sore bapak pulang, masa iya di rumah gak ada orang, gak mungkin itu terjadi, bapak dan ibu gak akan keluyuran, di luar banyak hantu, mereka gak mungkin pergi dari rumah ini, tapi kenapa kok mereka kayak gak dengar suara aku, apa teriakan ku kurang keras ya" pikir Shila yang semakin tidak tenang berada di kamar itu.
"Ibuuuuu, ibuuuu tolong bukain pintu kamar Shila, Shila ingin keluar" teriak Shila dengan sangat keras, ia berharap setelah ini ibunya akan datang dan menolongnya.
"Buuu, ibu tolong Shila, ibu dengar gak sih!" mulai kesal Shila lantaran tak ada tanggapan sama sekali dari sang ibu.
tok
__ADS_1
tok
tok
Dengan bertubi-tubi Shila mengetuk pintu, ia ingin keluar dari dalam kamarnya, ia sudah tidak betah berada di dalam kamarnya seorang diri.
"Ibu tolongin Shila, Shila ingin keluar!" pekik Shila dengan terus menggedor-gedor pintu.
Shila tidak tahan dengan bau yang semakin lama semakin busuk, ia rasanya ingin pingsan karena sudah tak kuat lagi mencium bau yang benar-benar busuk tersebut.
"Ibu tolongin Shila"
Perlahan tubuh Shila mulai lemas, bau busuk itu membuatnya kehilangan banyak tenaga, Shila yang lemas terduduk di bawah dengan bersandar di pintu.
"Ibu tolong aku" titah Shila dengan suara lirihnya, ia tak bisa lagi berteriak, tenggorokannya terasa haus, ia butuh air putih saat ini.
Dalam keadaan mata yang mulai berat Shila menatap ke kolom tempat tidur yang gelap.
Dari dalam kegelapan Shila merasa ada seseorang yang tidur di dalamnya, Shila menajamkan pengelihatannya, ia ingin memastikan terlebih dahulu kebenarannya karena bisa saja apa yang dia bayangkan tidak sama dengan kenyataan.
"Kok kayak ada orang yang tidur di sana, tapi di rumah ini kan cuman ada aku, ibu sama bapak, mereka berdua ada di luar, di sini aku sendirian, tapi kok bisa ada orang yang tidur di kolom tempat tidur" keheranan Shila.
Tatapan Shila terus tertuju pada kolom tempat tidur yang masih sangat-sangat ia curigai, ia masih yakin bahwa di dalam sana ada orang, namun karena gelap Shila belum bisa memastikannya secara langsung.
Lama kelamaan Shila semakin yakin bahwa dia tidak sendirian di kamar ini, ada orang lain yang juga menempati kamarnya.
Shila langsung histeris saat tangan seseorang yang pucet pasi keluar dari dalam kolom meja.
"Ibuuu, ibuuuu tolong Shila, ibu Shila takut" histeris Shila kala melihat ada tangan orang misterius yang keluar dari dalam kolom tempat tidurnya.
Mendadak Shila berhenti menjerit, tubuhnya berubah menjadi kaku saat ada seseorang yang menepuk pundaknya.
Dengan menelan ludah pahit Shila menoleh ke belakangnya.
"Huaaaaaaaaa!" jerit Shila keras kala melihat wajah hantu yang berada tepat di depan mukanya saat ia menoleh ke belakang.
__ADS_1
Shila langsung tak sadarkan diri, kemunculan hantu yang dadakan itu berhasil membuatnya tak bergerak.