Kuntilanak

Kuntilanak
Suara ketukan pintu di tengah malam


__ADS_3

Di sisi lain.


Juragan Doni duduk dengan linglung di kantor, pandangannya terus tertuju ke depan, pikirannya kosong.


"Sekar maafin aku, aku tidak bisa nolongin kamu, andai waktu itu aku langsung nolongin kamu, mungkin anak kita akan segera lahir" juragan Doni sedih karena saat ini segala impiannya kandas hanya karena bu Jamilah.


Juragan Doni merasa bersalah atas kematian Sekar, dia memang terlihat tidak peduli namun di hatinya dia sangat menyesali kejadian kemarin.


"Anton, Anton masih berasa di luar kota, bagaimana perasaannya kalau tau Sekar sudah meninggal, dia pasti akan marah besar, aku tidak boleh sampai ketahuan kalau aku juga terlibat dalam masalah itu, aku tidak mau di benci sama Anton"


"Aku harus pura-pura tidak tau, biar Anton tidak curiga pada ku, pasti dia akan benci pada istri ku seorang, aku yakin warga akan menyebut nama Jamilah bukan aku"


Meskipun tragedi meninggalnya Sekar ada hubungannya dengan juragan Doni, juragan Doni tak mau sama sekali di sebut terlibat dalam masalah itu.


tok


tok


tok


Ketukan terdengar di telinga juragan Doni, juragan Doni menyeka sedikit air mata yang mengalir di pelupuk matanya, ia langsung bangkit dari duduk, ia membuka pintu kantor dan melihat siapa yang datang malam-malam untuk bertamu.


"Kok gak ada orang, perasaan tadi ada orang yang ngetuk pintu, kenapa pas di buka gak ada siapapun" merasa aneh juragan Doni saat tidak menemukan satu orang pun di luar.


"Apa cuman perasaan aku saja, tapi suara ketukan itu begitu nyata, masa iya ini cuma perasaan aku saja?" tampak tak yakin juragan Doni, dia masih yakin kalau ada orang yang sudah mengetuk pintu kantor.


Juragan Doni melihat sekeliling mencari siapa orang yang sudah mengetuk pintu barusan, namun tetap saja tidak ada satupun orang yang dia temukan, semua pekerja sudah pulang ke rumah masing-masing, di ladang ini hanya ada dia seorang, tidak mungkin ada orang yang datang ke ladang malam-malam begini.


"Kayaknya memang iya, ini cuman perasaan aku saja"


Juragan Doni kembali menutup pintu kantor, ia tidak melihat siapapun di luar, juragan Doni memutuskan kembali masuk ke dalam karena udara yang semakin lama semakin bertambah sejuk.


tok


tok

__ADS_1


tok


Suara ketukan pintu kembali lagi, suaranya kini semakin keras, tidak pelan-pelan seperti tadi.


Juragan Doni menghentikan langkah, dia berbalik menatap ke arah pintu, belum sempat dia duduk suara ketukan itu kembali dia dengar.


Juragan Doni kembali membuka pintu, dia melihat sekelilingnya yang kosong, tak ada satupun orang yang ia temukan di sana.


"Aneh kenapa pas di buka gak ada orang, tapi kenapa ada suara orang yang ngetuk pintu?" heran juragan Doni dengan keanehan ini.


Sebelum-sebelumnya juragan Doni tidak pernah merasakan keanehan seperti ini walaupun dia menginap di ladang seorang diri selama bertahun-tahun.


"Masa iya ada orang yang iseng gangguin aku malam-malam begini, tapi siapa yang akan berbuat seperti itu, para karyawan gak akan berani neror aku!"


Juragan Doni merasa heran, ia terus mencari-cari keberadaan siapa yang sudah mengetuk pintu sejak tadi.


"Kayaknya memang ada orang yang iseng gangguin aku, aku tidak usah mikirin itu semua, percuma aku ladenin dia, aku juga yang akan capek"


Juragan Doni kembali masuk ke dalam kantor, ia menutup pintu dengan rapat-rapat, dia akan mengabaikan suara ketukan pintu itu lagi.


Tiba-tiba wajah juragan Doni menjadi tercekat, tubuhnya langsung gemetaran hebat ketika melihat Sekar yang sudah meninggal dua hari yang lalu kini tengah duduk di kursi kebesarannya dengan tatapan tajam.


Sekar terlihat sangat menyeramkan, wajahnya yang pucat dan matanya melotot tajam serta bajunya yang berwana merah, semerah darah membuat juragan Doni semakin ketakutan.


"S-sekar!" gemetaran juragan Doni, baru kali ini ia melihat hantu dengan mata kepalanya sendiri.


"B-bagaimana kamu bisa ada di sini, kamu kan sudah meninggal" terbata-bata juragan Doni ketika melihat orang yang jelas-jelas sudah meninggal ada di depannya.


Sekar terus melototkan matanya, Sekar tersenyum menyeringai, ketika ia tersenyum darah dari mulutnya langsung mengalir.


"Aaaaaaaaaahhhh hantuuuu!" teriak juragan Doni berlari dari sana, ia sudah tidak tahan melihat hantu yang seseram itu.


"Huaaaaa hantu, tolong di sini ada hantu!" teriak histeris juragan Doni.


Juragan Doni berlari dengan terbirit-birit, ketakutan menyelimuti tubuhnya, tidak pernah ia bayangkan kalau Sekar akan menjadi hantu dan mendatanginya dengan wajah yang seram.

__ADS_1


"Hantu, ada hantu, di sana hanti" teriak-teriak juragan Doni namun tidak ada satupun orang yang berada di sana.


Juragan Doni berlari di pematang menjauhi kantor, Sekar melihat juragan Doni yang berlari terbirit-birit ketakutan ketika melihatnya yang berwajah seram.


"Kau adalah awal mula di mana aku bisa mati, andai kau tidak membawa ku kemari, aku tidak akan mati!" Sekar menatap punggung juragan Doni dengan sinis.


"Lihat saja aku akan buat kau menderita, tidak akan aku biarkan kau tertawa bahagia, akan aku pastikan hidup mu bagaikan di neraka setelah kau membuat ku seperti ini!" dendam berkobar di mata Sekar, ia menyimpan dendam yang teramat besar pada juragan Doni.


Juragan Doni berlarian keluar dari perkebunan, ia ketakutan melihat Sekar yang berubah menjadi hantu.


Juragan Doni berhenti berlari, dia memegangi dadanya yang kehabisan nafas.


"Sekar jadi hantu, ini bahaya, dia pasti akan terus ganggu hidup aku, aku tidak bisa biarkan dia gentayangan terus di sini, aku akan buat dia pergi dari sini, tidak akan aku biarkan dia mengganggu ku terus menerus" panik juragan Doni yang tak mau di ganggu lagi sama Sekar.


Sekar yang mendengar ucapan juragan Doni tersenyum sinis.


"Coba saja, kau bisa mencoba berusaha untuk mengusir ku dari sini, jika kau berhasil kau memang hebat!" Sekar meremehkan juragan Doni, ia tidak takut lagi pada siapapun saat ini.


Juragan Doni kehabisan nafas, ia terduduk di bawah dengan memegangi dadanya yang kehabisan nafas.


"Kenapa Sekar bisa jadi hantu, dia belum di makamkan, masa udah jadi hantu saja" tidak habis pikir juragan Doni.


"Dia pasti dendam sama aku, aku tidak mau dia terus menerus neror aku, aku harus lakuin sesuatu, aku harus buat dia pergi dari desa ini"


Sekar mengepal kuat tangannya, setelah membuatnya mati juragan Doni masih akan berusaha untuk membuatnya lebih menderita lagi, ia tidak mau lagi diam begitu saja dan membiarkan semua orang terus mengganggunya.


Sekar melirik ke arah batu yang tak jauh dari sana, Sekar mengambil batu itu.


Juragan Doni langsung berdiri, ia kaget ketika melihat batu yang tiba-tiba terbang begitu saja.


"H-HANTU" teriak juragan Doni berlari terbirit-birit tanpa arah.


"Hihihihihi rasain itu, suruh siapa mau berusaha buat usir aku, aku tidak akan pernah pergi, aku akan terus ganggu hidup mu dan akan aku pastikan hidup mu menderita biar kau tau bagaimana rasanya hidup menderita!" tegas Sekar tak main-main.


Sekar merasa puas ketika kedua pasangan suami istri itu ketakutan ketika melihatnya, sudah lama dia ingin tertawa seperti ini, kini ia bisa melakukannya setelah dia meninggal dunia.

__ADS_1


__ADS_2