Kuntilanak

Kuntilanak
Misteri suara misterius


__ADS_3

Di rumah bu Maimun.


Bu Maimun yang sudah lelah berjalan menuju kamarnya, jam masih menunjukkan pukul 9 malam namun matanya sudah di serang rasa kantuk, ia sudah tidak tahan dengan rasa kantuk itu, ia ingin segera masuk ke dalam alam mimpi.


Bu Maimun yang sudah lelah membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan memejamkan matanya.


tak


tok


tak


tok


tak


tok


Suara misterius terdengar di telinga bu Maimun namun mata bu Maimun masih tertutup dengan rapat, ia enggan membuka mata karena rasa kantuk itu lebih mendominasi dari apapun.


tak


tok


tak


tok


tak


tok


Suara misterius itu kembali terdengar, tidur bu Maimun terusik, ia tidak bisa tidur dengan nyenyak kalau seperti ini.


"Siapa yang ganggu aku malam-malam begini, gak tau apa kalau aku ngantuk banget, bisa gak pergi dari sini, cari orang lain yang bisa kamu ganggu!" pekik bu Maimun mengusir orang yang tak tau siapa.


Mendadak suara misterius itu berhenti, hati bu Maimun terasa lega, ia pun kembali melanjutkan tidurnya.


tak


tok


tak


tok

__ADS_1


tak


tok


Suara misterius itu terdengar semakin mengeras, bu Maimun tak akan bisa tidur dalam keadaan seperti ini, ia pun beranjak dari tidur dan melangkah keluar dari kamarnya untuk meriksa dari mana asal suara tersebut.


"Di mana asal suara itu, kayaknya tadi gak jauh dari sini?" mata bu Maimun menatap penjuru rumahnya, setiap inci ruangan tak akan ia biarkan lolos, ia penasaran berasal dari mana suara misterius itu.


"Kenapa sudah tidak terdengar lagi, tadi perasaan suaranya jelas banget, kenapa ketika aku datangin malah gak ada!" gerutu bu Maimun yang sangat-sangat kesal dengan suara misterius yang sudah berhasil mengusik waktu tidurnya.


"Ini kayaknya memang sengaja mau gangguin aku tidur, aku gak akan terpancing lagi, aku gak mau di bodoh sama dia, liat aja aku gak akan menanggapinya dia dengan berlebihannya" bu Maimun yang kesal melangkah memasuki kamarnya kembali, ia merebahkan tubuhnya sekali lagi.


tak


tok


tak


tok


tak


tok


Baru beberapa saat bu Maimun memejamkan mata telinganya kembali mendengar suara misterius itu yang mengganggu masa tidurnya.


Dengan wajah yang merah seperti bom bu Maimun beranjak dari tempat tidur, ia kembali keluar dari dalam kamarnya dan menatap sekelilingnya.


"Di mana kau, kenapa kau ganggu masa tidur ku, kalau mau bercanda jangan sekarang, aku ngantuk, aku ingin tidur!" teriak bu Maimun yang kesel karena masa tidurnya di usik terus menerus.


Suara mendadak hilang, tak terdengar lagi di telinga bu Maimun, rumahnya tiba-tiba berubah menjadi senyap.


"Kalau kamu ingin bercanda jangan di sini, cari tempat lain aja, aku mau tidur, jangan ganggu aku lagi!" teriak keras bu Maimun, ia saat ini berubah menjadi monster mengerikan saat masa tidur nyenyaknya di usik.


"Awas kau datang lagi dan ganggu aku, akan aku kubur kau hidup-hidup!" ancam bu Maimun dengan tegas.


Tak ada satupun keanehan yang terjadi di sana, ruang tamu itu kosong, di rumah ini bu Maimun sendirian, suaminya tidak ada di rumah.


Bu Maimun sekali lagi masuk ke dalam kamarnya, ia merebahkan tubuh di sana dengan harapan semoga tidak ada gangguan lagi yang mendatanginya.


"Ganggu aja dia, dia gak tau apa kalau aku capek banget, udah seharian gak tidur eh malamnya malah di ganggu sama dia, benar-benar ngajak perang!" omel bu Maimun.


Bu Maimun yang sudah lelah merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ia memejamkan matanya yang sudah berat.


tap

__ADS_1


tap


tap


Terdengar suara orang yang berlarian di ruang tamu sambil tertawa, telinga bu Maimun mendengarnya dengan baik namun ia enggan untuk membuka mata, ia akan berusaha untuk tidak menggubris gangguan itu, malam ini ia ingin istirahat dengan nyenyak sampai pagi.


Suara demi suara semakin menjadi-jadi, tidur bu Maimun kembali terusik, namun ia masih enggan untuk bangkit dari tempatnya, ia akan berusaha untuk terlihat cuek dengan gangguan tersebut.


Praaaaangggg!


Suara piring yang pecah itu berhasil membuat mata bu Maimun terbuka dengan lebarnya, ia dengan terburu-buru beranjak dari tempat tidur dan berlari keluar dari kamarnya.


Bu Maimun berlari menuju dapurnya untuk meriksa apa yang pecah di dapur.


"Pecah, kenapa ada piring pecah di sini!" terperangah bu Maimun dengan banyaknya pecahan piring yang berserakan di mana-mana.


"Siapa yang sudah berani neror aku begini, aku rasa dia orang iseng yang mau cari gara-gara sama aku, liat aja besok, aku akan bikin dia menderita, dia kira dirinya siapa, dia salah mencari musuh, aku akan beri dia perhitungan, liat aja nanti" dendam bu Maimun tak akan tinggal diam lagi.


Bu Maimun membersihkan puing-puing dari pecahan piring yang berserakan itu supaya tidak membahayakan kakinya dengan sesekali mengumpat yang bukan-bukan.


"Awas aja sampai dia berani neror aku lagi, akan aku gantung dia di atas menara!" janji bu Maimun yang kesel karena sejak tadi terus di ganggu habis-habisan oleh orang misterius.


Bu Maimun berjalan mendekati kamarnya kembali dengan wajah yang masih saja geram.


tak


tok


tak


tok


Suara misterius itu kembali lagi, bu Maimun yang geram menghentikan langkahnya, dengan wajah yang memerah ia mencari asal suara tersebut.


"Di mana dia berasal, aku gak akan tinggal diam lagi, dia sudah ngajak ribut sejak tadi, waktunya aku balas dendam, aku gak akan biarkan dia gitu aja!" pertegas bu Maimun tak main-main.


Bu Maimun mencari asal suara tersebut, ia merasa asal suara itu dari luar rumah, bu Maimun membuka pintu rumahnya untuk melihat siapa yang sejak tadi terus menerus mengusik ketenangannya.


"Apa maksud mu mengganggu...." ucapan bu Maimun terhenti, matanya melotot tajam, tubuhnya mendadak gemetaran hebat, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi.


Mulut bu Maimun terperangah saat menatap sosok wanita berpakaian putih yang bersimbah darah, berambut panjangnya sampai menyentuh mata kaki, yang lebih menakutkannya lagi wajahnya rata, tidak ada hidung, mata, mulut dan lain-lainnya.


"H-HANTU" jerit bu Maimun tak sadarkan diri, tubuhnya tergeletak di depan pintu.


Kiki menatap bu Maimun yang jatuh pingsan, ia tersenyum sinis karena berhasil menumbangkan mangsanya.

__ADS_1


"Sok-sokan berani, dia kira dirinya siapa, mau mencari gara-gara dengan ku, aku jamin dia tidak akan bisa!" remeh Kiki kemudian menghilang meninggalkan bu Maimun di sana sendirian.


__ADS_2