Kuntilanak

Kuntilanak
Ingin bercerai


__ADS_3

Keesokan harinya, matahari mulai terbit, cahayanya kembali menerangi bumi, kehidupan manusia kembali di mulai pagi ini.


Pak Anton bangun dari tidurnya, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh, setelah selesai pak Anton melirik ke arah Sekar yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Biarkan saja dulu, aku akan cari makan di luar habis itu aku akan ke desa buat kerja lagi"


Pak Anton keluar dari dalam kamar perawatan Sekar dengan pelan-pelan, dia tidak mau membuat kebisingan yang dapat mengganggu tidur nyenyak Sekar.


Pak Anton membeli makanan di luar, setelah itu dia berjalan menuju rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari sana, dia masih sangat khawatir sama Sekar.


Drrt


Drrt


Drrt


Hp pak Anton tiba-tiba berbunyi, pak Anton mengambil hpnya dan melihat siapa yang menelponnya dan ternyata itu adalah juragan Doni.


Pak Anton membiarkan hpnya terus berbunyi, dia membuat mode hening di hpnya, dia malas mengangkat panggilan dari juragan Doni, dia masih marah sama juragan Doni yang sudah membuat Sekar terluka separah itu, jika dia tidak menyelamatkannya tepat waktu mungkin Sekar tidak akan bisa bernafas detik ini.


Pak Anton membawa makanan yang sudah dia beli ke kamar Sekar, ia membuka pintu dengan pelan agar Sekar tidak bangun.


"Loh udah bangun?" kaget pak Anton saat melihat mata Sekar yang terbuka.


"Iya pak, bapak dari mana saja, saya pikir bapak sudah kembali ke desa lagi"


"Saya habis beli makanan, ini makan dulu, setelah itu kamu minum obat biar cepat sembuh" pak Anton memberikan nasi bungkus itu pada Sekar.


Sekar memakan nasi itu bersama pak Anton di dalam kamar perawatannya, setelah selesai makan dia meminum obat itu.


"Pak Anton" panggil Sekar dengan ragu-ragu.

__ADS_1


"Ada apa, apa yang kamu inginkan?" pak Anton merasa ada sesuatu yang ingin Sekar bilang padanya.


"Saya ingin bercerai dengan juragan Doni, pak Anton bisakah putuskan hubungan saya dengan juragan Doni, saya tidak mau menjadi istrinya lagi, saya ingin hidup bebas pak Anton, memang saya tau kalau saat ini saya lagi hamil anaknya, tapi saya janji saya akan besarkan anak saya seorang diri meskipun tidak ada sosok suami di samping saya" titah Sekar yang sudah memikirkan hal itu semalaman.


Sekar merasa keputusan itu adalah keputusan paling tepat yang bisa dia lakukan saat ini.


Pak Anton pun diam, dia kembali bingung karena kalau Sekar meminta hubungannya putus, juragan Doni pasti meminta semua uang itu kembali.


Sekar yang melihat pak Anton diam merasa kalau dirinya dan juragan Doni tidak bisa berpisah.


"Apa gak bisa pak Anton?"


"Bisa, kamu bisa bercerai sama juragan Doni, tapi juragan Doni pasti minta semua uang itu kembali"


Sekar langsung diam, dia punya uang dari mana untuk bayar semua hutangnya yang jumlahnya tidak sedikit itu.


Pak Anton merasa kasihan pada Sekar, dia tau kalau Sekar pasti ingin berpisah sama juragan Doni.


"Sekar saya akan bantu kamu buat lunasi semua hutang mu"


"Bagaimana caranya pak Anton, pak Anton punya uang sebanyak itu, kalau pak Anton punya saya akan pinjam, saya janji saya akan bayar semua hutang saya"


"Saya tidak punya uang sebanyak itu, tapi saya bisa pinjam uang ke kerabat saya yang ada di desa, insya Allah dia punya uang itu"


"Terima kasih pak Anton, terima kasih sudah mau bantu saya" Sekar langsung senang, untuk pertama kalinya Sekar tersenyum setelah menikah dengan juragan Doni.


"Sama-sama, saya akan bayar semua hutang kamu, kamu tunggulah di sini, saya mau kerja dulu, habis itu saya akan pulang ke desa saya, maaf jika nanti malam saya tidak bisa balik ke sini jagain kamu"


"Tidak apa-apa pak Anton, saya sudah sangat berterima kasih pada pak Anton, saya sampai gak tau mau balas semua kebaikan pak Anton dengan cara apa"


"Sama-sama, ini uang untuk kamu, kamu nanti suruh suster buat beliin kamu makanan, ingat jangan sampai kamu gak makan, kamu harus makan biar anak yang ada di dalam kandungan kamu tetap sehat dan jangan lupa minum obatnya biar kamu cepat sembuh" pak Anton memberikan uang lembaran 100 ribu pada Sekar.

__ADS_1


"Terima kasih pak Anton sudah ngerepotin segala" tak enak hati Sekar saat pak Anton terlalu baik padanya selama ini.


"Gak apa-apa, saya berangkat dulu, kamu baik-baik di sini, kalau ada apa-apa kamu kabari saya, minta tolong sama dokter ataupun suster yang ada di sini oke"


"Oke" jawab Sekar yang di tambah dengan anggukan.


"Saya pamit dulu assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam"


Pak Anton keluar dari kamar Sekar, di sana hanya tersisa Sekar seorang, Sekar tersenyum senang.


"Ya Allah terima kasih engkau telah mengirimkan pak Anton yang baik sekali, Sekar beruntung bisa bertemu dengan dia, kelak Sekar akan balas semua kebaikannya yang sudah dia lakukan pada Sekar" senang Sekar.


Pak Anton mengemudikan mobil itu menuju ladang, ketika sampai di sana pak Anton menangkap wajah juragan Doni yang marah besar karena dirinya tidak kunjung mengangkat telpon sejak tadi.


"Kamu dari mana saja Anton, saya telpon sejak tadi kamu gak kunjung angkat!" marah juragan Doni.


"Saya lupa matiin mode heningnya juragan, saya gak dengar panggilan dari juragan" alasan pak Anton, dia hanya malas mengangkat panggilan juragan Doni.


Juragan Doni menghembuskan nafas kasar."Sekarang kamu urus ladang, saya mau meeting dulu di restoran, kalau ada apa-apa kamu kasih tau saya"


"Baik juragan, tapi nanti sore saya pamit pulang ke desa saya juragan"


Juragan Doni langsung kaget."Kamu mau ngapain ke sana, ladang gak ada yang ngurus kalau kamu gak ada!"


"Saya ada urusan yang gak bisa di tinggal, tapi saya janji pagi-pagi sekali saya akan balik ke ladang ini lagi"


"Pergilah, tapi besok pagi-pagi sekali kamu harus balik ke sini lagi, karena siangnya saya akan menemui Erna, saya ada urusan sama dia"


"Baik juragan"

__ADS_1


Juragan Doni berangkat ke tempat yang akan menjadi tujuannya, sementara pak Anton langsung menjalankan tugasnya, dia ingin semua tugasnya segera selesai karena dia akan segera pulang ke desanya yang jarak tempuhnya sekitar 6 jam dari sini.


Pak Anton terpaksa harus pulang ke desanya untuk bisa melunasi semua hutang Sekar, dia ingin membuat gadis polos itu terbebas dari cengkraman harimau mematikan.


__ADS_2