Kuntilanak

Kuntilanak
Tak ingin pergi


__ADS_3

"Saya tau memang banyak sekali wanita-wanita lain yang lebih di atas dia, tapi yang saya inginkan hanya dia, saya maunya dia juragan, saya tidak mau yang lain"


Juragan Doni tampak geram, walaupun beberapa bulan yang lalu dia sangat membenci Sekar, tapi setelah mendengar Sekar menikah dengan pak Anton juragan Doni menjadi panas, dia seperti orang yang tidak rela kehilangan Sekar padahal dia sendiri yang sudah mencampakkan Sekar.


"Dia hamil anak orang lain, emangnya kamu mau merawat anak yang bukan darah daging kamu?"


"Saya menerimanya juragan, jika ayahnya tidak mau mengakuinya, saya yang akan mengakuinya, saya tidak peduli walaupun anak itu bukan darah daging saya, tapi saya janji saya akan bahagiakan anak itu" pak Anton sedikit menyindir juragan Doni yang dulu sudah menolak mentah-mentah anak yang Sekar kandung.


"Saya tidak habis pikir dengan jalan pikiran kamu, kenapa kamu rela merima anak sial itu padahal kamu bisa punya anak dengan wanita lain yang jelas-jelas itu anak kandung kamu!"


"Juragan di dunia ini tidak ada anak sial, semua anak yang lahir ke dunia ini pasti memiliki takdir masing-masing"


Juragan Doni tidak tau lagi akan berkata apa, sungguh pak Anton benar-benar buta sehingga tidak bisa melihat keburukan Sekar yang ada di kepalanya.


"Terserah kamu, tapi saya yakin ketika anak itu lahir, dia pasti akan membawa petaka bagi keluarga mu!"


"Itu tidak akan terjadi, juragan tidak usah khawatir karena saya tidak akan membiarkan itu semua terjadi, justru ketika anak itu lahir keluarga kami akan sempurna, rumah tangga saya dan Sekar akan bahagia, kami saat ini tengah menunggu kelahirannya yang sudah dekat"


Wajah juragan Doni tampak kesal, percuma dia menghasut pak Anton yang bukan-bukan karena pak Anton tetap saja tidak berpihak padanya.


Pak Anton melihat kalau juragan Doni tidak terima Sekar di ambil olehnya, tapi dia masih belum berterus terang, namun tidak menutup kemungkinan kalau dia tidak bisa melihatnya.


"Apa ada lagi yang ingin juragan bicarakan?"


"Proyek yang ada di luar kota mengalami kendala, kamu pantau proyek itu besok, saya tidak bisa ke sana, kamu saja yang ke sana"


"Tapi juragan Sekar lagi hamil besar, bagaimana kalau dia melahirkan dalam waktu dekat, saya tidak bisa bepergian jauh, saya takut Sekar melahirkan tapi gak ada orang yang bantu"


"Kamu ke sana 1 hari saja, masa kamu gak bisa ke sana!"


Pak Anton diam, sebenarnya dia tidak ingin jauh-jauh dari Sekar, dia sangat khawatir meninggalkan istrinya.


Juragan Doni menatap ke arah pak Anton yang diam."Ayolah Anton pergilah ke proyek itu besok, saya tidak bisa mantau ke sana sendiri, mangkanya kamu yang saya suruh buat datang ke sana gantiin saya, apa kamu gak bisa ngelakuin itu!"


"Baiklah juragan, saya akan ke proyek, saya akan melihat proyek itu besok"

__ADS_1


"Sekarang kamu boleh pergi"


Pak Anton langsung pergi dari sana, pak Anton kembali kerja dalam bimbang, dia masih tidak mau meninggalkan Sekar yang tengah hamil besar.


"Bagaimana ini, aku gak bisa ninggalin Sekar sekarang itu dalam keadaan hamil besar, aku takut Sekar melahirkan tapi gak ada orang yang bantu dia" batin pak Anton yang kebingungan, dia menjadi tidak fokus kerja karena tidak tau harus mengambil keputusan apa.


"Coba nanti aku bilang sama Sekar, semoga saja dia punya solusinya"


Pak Anton terus melanjutkan kerja meskipun pikirannya terus tertuju pada perintah juragan Doni yang begitu berat untuk dia laksanakan.


Setelah pulang kerja, pak Anton langsung bergegas pulang ke rumahnya, dia ingin menemui istri kecilnya yang tengah hamil besar.


"Assalamualaikum" ujar pak Anton dengan membuka pintu.


"Wa'alaikum salam" Sekar menyambut kepulangan pak Anton dengan semangat dan di iringi senyuman manis, dia menyelami punggung tangan pak Anton.


"Kamu kenapa mas, kok pulang-pulang wajahnya kusut gitu, apa ada yang terjadi di ladang!" Sekar merasa suaminya tidak baik-baik saja, terlihat jelas raut wajah pak Anton yang berubah total tidak seperti biasanya yang selalu ceria.


"Gak ada apa-apa, ayo kita masuk, matahari sudah mau terbenam, gak baik ada di luar"


Sekar menurut, dia dan pak Anton masuk ke dalam rumah, pak Anton membersihkan tubuhnya di kamar mandi, kemudian dia mendekati istirnya yang tengah duduk di kasur.


"Sekar juragan Doni minta aku buat pergi keluar kota besok" pak Anton mengatakan itu semua dengan nada yang sedih.


"Terus?"


"Aku gak mau ninggalin kamu di sini sendirian, aku takut kamu lahiran dadakan, pasti gak akan ada orang yang bantu kamu, rumah ini kan jauh dari keramaian, gak akan ada warga yang bisa kamu mintai tolong"


"Jadi ini alasan kamu pulang-pulang jadi kusut?"


Pak Anton mengangguk, dia sungguh risau meninggalkan istrinya sendirian di rumah.


"Iya, aku takut kamu kenapa-napa, apalagi kamu lagi hamil besar, aku takut ada yang terjadi sama kamu" pak Anton memeluk pinggang Sekar dengan erat.


"Aku akan baik-baik saja mas, gak akan ada yang terjadi pada ku, kamu tidak usah khawatir sama aku, kamu pergilah laksanain tugas itu, lagian prediksi dokter aku akan lahirkan tanggal 27, ini masih tanggal 25, masih kurang 2 hari lagi"

__ADS_1


"Tapi aku gak mau ninggalin kamu, aku gak mau ke sana, aku mau di sini saja sama kamu"


Sekar tersenyum, pak Anton sungguh menggemaskan di matanya."Aku baik-baik saja, kamu jangan khawatir berlebihan, gak apa-apa kamu pergi saja ke sana, cuman 1 hari kan?"


Pak Anton mengangguk tapi 1 hari itu akan terlewati dengan sangat lama tanpa ada Sekar di sampingnya.


"Iya, aku di sana cuman 1 hari, besoknya langsung pulang, tapi aku gak mau ninggalin kamu, kamu ikut aja ya ke sana"


"Mas kalau kamu bawa aku ke sana, kamu gak akan bisa kerja, aku akan nyusahin kamu, lebih baik aku di sini saja nungguin kamu, aku janji aku akan ngabarin kamu kalau ada apa-apa yang terjadi sama aku"


Pak Anton membalas dengan dehaman, dia masih tidak rela berpisah dengan istrinya walaupun itu cuman 24 jam.


"Kasihan juragan Doni, dia pasti sibuk sehingga gak bisa pergi ke sana sendiri, kamu kan gak sibuk, kamu datanglah ke sana, kalau sudah selesai langsung pulang, karena sebentar lagi aku akan lahiran, kita akan menyambut anak ini" Sekar mengelus perutnya yang sudah membesar.


Pak Anton menciumi perut Sekar yang besar, dia sangat menyayangi anak yang ada di dalam kandungan Sekar meskipun anak itu bukan darah dagingnya sendiri.


"Semoga nanti anak kita lahir dengan selamat"


"Amiiin" Sekar sudah tidak sabar menyambut kelahiran anak yang sudah dia kandung selama 9 bulan.


"Kita mau namakan dia siapa ya, apa kamu punya nama?" pak Anton meminta pendapat Sekar mengenai nama anak itu yang belum mereka persiapkan.


"Kata dokter anak ini cewek, aku mau namain dia Alica, gimana menurut mas, bagus kan?"


"Bagus, nanti kalau dia sudah lahir kita beri nama dia Alica, aku sudah gak sabar banget ketemu sama dia"


"Nanti juga dia akan lahir, tunggu saja, masih kurang beberapa hari lagi"


Pak Anton mengangguk dia memeluk erat Sekar yang begitu dia sayangi, dia seperti memiliki kehidupan baru setelah menikah dengan Sekar.


Kehidupan lamanya yang suram dan kesepian kini menjadi berwarna setelah menikah dan hidup bersama Sekar yang sangat menyayanginya.


Sekar tersenyum bahagia, dia begitu sangat menyayangi suaminya, dia begitu beruntung bisa di pertemukan dengan pak Anton meskipun awal pertemuan mereka penuh dengan duka.


"Ya Allah terima kasih engkau mengirimkan laki-laki baik dan sangat bertanggung jawab seperti pak Anton, hamba bersyukur bisa menjadi istrinya, awalnya hamba sempat putus asa, namun hamba kini yakin kalau takdir hidup hamba telah engkau tulis, hamba kini hanya bisa berharap pada mu dan semoga saja kedepannya rumah tangga bisa berjalan dengan baik" batin Sekar yang sangat bahagia.

__ADS_1


Pak Anton menghabiskan waktunya bersama Sekar hari ini, karena besok dia akan keluar kota meninggalkan istrinya karena urusan pekerjaan.


Hari sudah mulai larut, pak Anton dan Sekar tidur dengan nyenyak, mereka beristirahat malam ini, pak Anton memeluk erat tubuh Sekar, dia sangat menyayangi istrinya dan kurang beberapa hari lagi si kecil akan lahir, pasti setelah itu kehidupan mereka akan di penuhi warna.


__ADS_2