Kuntilanak

Kuntilanak
Mengajaknya pulang


__ADS_3

Pak Behry suami bu Salamah pulang dari tempat kerjanya, ia pulang dengan membawa motornya sendiri.


Di pertengahan jalanan desa tiba-tiba motornya mati, ia berdecak kesal, tubuhnya yang sudah letih dan ingin segera istirahat tapi tiba-tiba kesialan datang menghampirinya.


"Aaahh kenapa mati" pekik pak Behry yang berdecak kesal.


"Kenapa harus mogok di sini, apanya ini yang salah, bensin udah full, kemarin udah di servis, tapi kenapa masih mogok" tak habis pikir pak Behry.


Ia turun dari motor, dalam suasana dingin ia berkeringat, ia sebenernya ingin segera sampai di rumah namun ia malah harus mendorong motornya ke rumah.


Jarak rumah pak Behry dari tempat itu masih terbilang cukup jauh, lumayan melelahkan jika dia mendorong motornya sampai ke rumahnya.


Pak Behry menatap ke kanan dan kirinya yang kosong."Gak ada satupun orang di dekat sini, semua orang gak ada yang keluaran rumah, aku mau minta tolong sama siapa ini?"


Rasa bingung menghampiri pak Behry, ia sungguh berada di jalanan seorang diri, tak ada satupun motor yang melintas walau satupun.


"Terpaksa aku harus dorong motor ini sampai ke rumah" dengan tubuh yang sudah lelah pak Behry mendorong motornya menuju rumahnya yang jaraknya terbilang cukup jauh dari sana.


Sepanjang perjalanan pak Behry mencari keberadaan orang-orang, namun tetap saja tidak ada satupun orang yang ia temukan.


"Kemana semua orang, kenapa pada gak ada yang keluaran rumah, benar-benar kayaknya mereka semua takut sama hantu itu, pantes aja mereka gak ada yang berani keluaran rumah"


Tubuh pak Behry sudah lelah namun ia tidak berhenti untuk mendorong motornya, ia mencoba menstater namun tetap saja tidak hidup-hidup, motor itu benar-benar mogok.


"Motor sialan, kau sama-sama sialan kayak Sekar yang meninggal itu, kalian benar-benar punya nasib yang sama, akhir bulan aku akan ganti motor, capek aku makai motor tua ini terus menerus"

__ADS_1


Dalam keadaan yang di timpa cobaan pak Behry masih saja sempat-sempatin menghina Sekar yang tak tau menahu, namun ia tetap saja membawa nama Sekar padahal itu bukan salah Sekar sama sekali.


Kini pak Behry telah berada di jalanan suram yang angker, pak Behry merasa banyak sekali mata yang menatapnya, namun ia tidak berani mencari satu-persatu di antara mereka semua, ia tidak mau mencari masalah karena ia tau itu bukan manusia.


"Kok hawa di sini lebih mencekam gak kayak jalanan yang tadi, kenapa ya kok bisa begini, ini kan juga masih 1 desa" heran pak Behry, kakinya masih tetap berjalan meskipun perasaannya mulai tidak enak.


"Aku harus cepat-cepat pergi dari sini, di sini udah gak aman lagi, aku dengar di sini serem, kalau begitu aku harus cepat-cepat minggat dari sini sebelum ada hal yang tidak terduga terjadi" pak Behry mempercepat langkah, ia mendorong motornya dengan secepat mungkin.


Suasana semakin lama semakin tambah mencekam, pak Behry bergidik ngeri, tubuhnya sudah mulai tidak terkendali, dia ingin segera pergi dari tempat ini.


Saat mau hampir keluar dari dalam jalanan suram pak Behry tertegun saat menangkap sosok wanita yang berpakaian putih duduk dengan tenang di batu besar.


Pak Behry berhenti tepat di samping seorang gadis cantik yang duduk dengan tenang di batu besar itu, pak Behry menatapnya tanpa berkedip, ia sungguh terpesona dengan kecantikan wanita itu yang benar-benar mengalahkan wanita manapun, selama ini ia tidak pernah melihat ada wanita secantik itu di desa ini.


"Siapa wanita ini, cantik sekali dia, kenapa dia duduk sendirian di sini, apa yang lagi dia tunggu" batin pak Behry.


"Saya nunggu angkot mang, saya ingin pulang" jawab wanita itu dengan suaranya yang sangat lembut di telinga pak Behry.


"Angkot, di sini gak ada angkot neng, ini udah malam, gak ada angkot yang masuk ke sini, neng salah tempat, kalau neng mau nungguin angkot, neng tunggulah di perbatasan antara desa ini dengan desa sebelah, baru di sana sesekali ada angkot yang lewat" jelas pak Behry.


"Gitu ya mang, gimana dong mang, saya harus apa?" bingung wanita itu.


"Begini saja neng, neng gak usah bingung, neng ikutlah mamang pulang, nginaplah di rumah mamang malam ini, besok pagi-pagi mamang akan antar neng ke perbatasan, malam ini untuk sementara Neneng nginap aja di rumah mamang" tawar pak Behry.


"Apa gak ngerepotin mang, saya takut merepotkan mamang" risau wanita itu yang masih belum beranjak dari tempat duduk.

__ADS_1


"Gak kok neng, mamang gak merasa di repotkan sama sekali, udah Neneng ikut aja mamang pulang, ketimbang neneng di sini sendirian, nanti kalau ada orang jahat gimana" bujuk pak Behry agar wanita cantik itu mau ikut dia pulang ke rumah.


"Baiklah mang, saya akan ikut mamang, tapi benar gak ngerepotin kan mang" wanita itu kembali memastikan.


"Enggak kok neng, mamang gak merasa di repotkan sama sekali, ayo neng ikut mamang pulang, di sini dingin nanti neng sakit" ajak pak Behry yang bahagia karena dia bisa membawa wanita cantik pulang ke rumahnya.


Wanita itu beranjak dari tempat duduk dan berjalan mengikuti pak Behry dari belakang.


"Neneng namanya siapa kok malam-malam keluyuran?" untuk mengusir keheningan pak Behry mulai mencari topik.


"Nama saya Sekar mang" jawab wanita itu.


"Owh nama neng Sekar, kok sama kayak wanita hamil yang baru aja meninggal neng, namanya juga Sekar, tapi sayangnya dia itu pembawa sial, di ketahui dia itu hamil anak haram, sekarang dia sudah meninggal, tapi parahnya lagi dia gentayangan" ujar pak Behry.


"Mangkanya sekarang neng gak ada satupun orang yang berani keluaran rumah, itu semua gara-gara dia neng, dia biang keroknya" tambah pak Behry yah terus menerus menjelek-jelekkan nama Sekar.


Wanita itu diam mendengarkan tiap kalimat yang keluar dari mulut pak Behry, ia masih terus melangkah mengikuti pak Behry.


"Neng kalau ketemu sama dia neng kabur aja, gak udah di ladenin, dia itu hantu neng, bukan manusia biasa" perintah pak Behry.


"Apa hantunya seperti ini pak" ujar wanita itu.


Pak Behry membalikkan badan menghadap ke belakang, alangkah kagetnya ia melihat wajah wanita yang tadinya cantik itu berubah menjadi hancur dan menyeramkan.


"Aaaaaaaaahhhhh hantuuuuu!" pekik pak Behry berlari dengan mendorong motornya.

__ADS_1


Sekar mengepal kuat tangannya mendengar tiap-tiap kalimat hinaan yang keluar dari bibir pak Behry.


"Sialan dia, 1 keluarga gak ada yang benar, kurang ajar mereka, liat aja besok aku akan bikin kalian bertiga merasakan pahitnya penyesalan" penuh penekanan Sekar kemudian menghilang dari sana.


__ADS_2