Langit Untuk Bintang

Langit Untuk Bintang
LUB. 10


__ADS_3

Jam berganti hari dan hari berganti minggu,hingga tak terasa sudah 2 minggu lama nya starla berada di apart langit.


Dua minggu itu pula hubungan mereka mulai terlihat lebih akrab dan lebih hanggat dari biasanya,walaupun yg selalu mendominasi ke akraban mereka selalu starla.


Starla selalu memaklumi lelaki dengan mode kulkas macam langit itu


Bahkan langit mengajarkan starla cara memasak berbagai macam makanan,mulai dari makanan ringan hingga lauk pauk.


Ya langit memang berbakat di bidang masak memasak,tak heran memang karna dulu nya sebelum dia  sukses dengan perusahaan mesin yg sekarang digeluti nya,dia sempat menjadi chef di sebuah restoran kecil walaupun tak lama.


♥♥♥♥♥


Berbicara mengenai dua orang penghianat itu,entah la starla belum mau menemui mereka.


Hati nya belum siap akan kenyataan yg kemungkinan menyakitkan dirinya nanti.


Salah jika ada yg bilang starla baik-baik saja,kenyataan nya dia sering sekali menangis bahkan beberapa kali langit juga memergoki nya sesegukan di taman samping apartemen nya.


Ya tempat itu jadi favorit starla di saat saat tertentu,di saat dia ingin menenagkan diri misal nya.


Kadang starla berfikir dirinya cukup beruntung saat itu bertemu dengan langit,walaupun judes nyebelin dan selalu saja membuat starla tinggi darah,langit adalah sosok orang baik dan bijak


ya starla mengakui itu.

__ADS_1


Bahkan laki-laki itu sedikitpun tak pernah kurangajar terhadap dirinya.


Bahkan kadang langit tahu disaat saat terpuruk starla,dia bahkan selalu menghibur starla walaupun setelah itu dia kembali menyebalkan lagi seperti biasa.


Langit juga tak pernah memaksakan starla untuk bercerita,dia pikir itu adalah privasi seseorang dan dia tak bisa egois untuk memaksa starla mengungkap kan nya.


♥♥♥♥♥


Lembut nya hembusan angin malam menerpa wajah starla,mengacak tatanan rapi rambut indah nya


Starla memejamkan mata nya,menikmati setiap hempasan demi hempasan yg dilayangkan sang bayu pada nya


Starla terduduk di sini,di tempat favorit nya. Dimana lagi jika bukan di taman samping apart langit


Hanya saja dia ingin menikmati suasana malam disana,dengan bertemankan ribuan bintang yg menyelimuti sang rembulan yg mulai memudarkan cahaya nya di langit malam


Starla menarik nafas nya kemudian menghembuskan perlahan,coba merileks kan semua angota tubuh nya


*Apa gue memang harus ngelepasin semua


apa emang udah waktu nya gue harus ikhlas*


Starla bergumam dalam hati nya,dia sedang tidak bersedih. Star hanya menenangkan diri mendinginkan fikiran nya

__ADS_1


Bukan kah lama sebentar dia juga harus memilih sebuah keputusan untuk masa depan nya nanti ?


Apa gue boleh egois untuk mempertahankan cinta gue


Hah..lagi dan lagi otak starla masih kaku untuk memikirkan semua itu,bahkan dia tak tahu apa keputusan nya


Meninggalkan atau mempertahankan ?


Dengan segala resiko dan kemungkinan-kemungkinan nya nanti !


Angin kembali menepas rambut nya,seakan ingin mendinginkan otak nya yg mulai memanas itu.


Tuhan seakan ingin malam ini saja starla berhenti memikirkan masalah hidup nya.


Seakan tuhan ingin starla menikmati indah nan syahdu nya suasana malam itu


Starla kembali memejamkan mata nya,menikmati apa yg dihadirkan sang alam malam ini untuk nya. Star meresapi hembusan angin itu !


Nyaman sekali


Ah tuhan benar-benar ingin hati nya tenang malam ini


"Terimakasih tuhan untuk hembusan angin syahdu malam ini,dan malam ini saja izinkan star tidur dan bermimpi indah. I love you god and will always like that"

__ADS_1


__ADS_2