Langit Untuk Bintang

Langit Untuk Bintang
LUB. 14


__ADS_3

Strala,wanita itu sedang menunggu kedatangan langit  di atas kasur sambil memainkan smartphone miliknya.


Tadinya beberapa jam yg lalu starla sedang bersantai di apart langit sambil menunggu lelaki itu kembali dari kantor nya


Langit berjanji dengan starla bahwa dia akan pulang lebih awal hari ini,dan berjanji ingin mengajak starla untuk makan di luar


Tapi tiba-tiba saja langit menghubungi nya dan bilang kalau dirinya sedang ada rapat penting mengenai kerja sama perusahaan,dan diri nya meminta starla membawakan Map penting yg menyangkut kelangsungan perusahaan nya


Tanpa pikir panjang lagi starla pergi mengantarkan Map itu ke hotel tempat langit meeting,dengan sangat terburu-buru karna langit sebelum nya memang sudah pernah bercerita kepada starla bahwa perusahaan nya tengah mengalami penurunan saham akibat kekurangan mesin-mesin di perusahaan milik nya.


"Aish langit lama banget sih,mana gue udah laper banget lagi" gumam wanita itu dengan memegangi perut nya yg sudah berbunyi


"Huh semoga aja kerjasama langit dan perusahaan itu berhasil"


Starla benar-benar sudah bosan menunggu langit,dan dirinya memutuskan untuk keluar dari kamar dan berjalan-jalan membuang kesuntukan nya


♥♥♥♥♥


Varel mengeliat tersadar dari tidur nya,matanya mengerjap untuk menyesuaikan intensitas cahaya yg masuk kedalam retina mata nya


Hal pertama yg dilihat nya setelah nyawanya terkumpul sempurna adalah melly


Wanita itu tertidur di samping nya,namun posisi tubuh mereka cukup jauh


Melly memang menciptakan jarak antar dirinya dan varel. Takut- takut nanti jika varel tersadar dirinya akan memarahi melly jika terlalu dekat


Huh terkadang melly seperti orang bodoh,kenapa juga dia harus segitu takutnya varel akan marah jika tubuh mereka berdekatan. Bukankah sebelumnya tubuh mereka lebih dari sekedar dekat, memasuki satu sama lain misalnya... ehh !


Wanita itu tertidur menghadapnya dengan tubuh melengkung memeluk dirinya sendiri,ada rasa tak tega dihati varel melihat itu


Melihat bagaimana wanita itu masih perduli kepadanya, saat dirinya bahkan tak menganggap wanita itu sama sekali di hidup nya.


Melly masih perduli saat dirinya sakit,bahkan masih mau menjatuhkan tangan untuk merawat nya. Atas apa yg sudah dirinya lakukan terhadap wanita itu


Kejam


Mungkin varel juga menyadari perbuatan nya terhadap melly,bagaimana bisa hatinya setega itu kepada wanita baik di samping nya ini.


Naif sekali jika varel bilang bahwa dirinya tak mempunyai perasaan lebih terhadap melly,mengingat seberapa intim nya hubungan mereka


Sudah pasti baik varel maupun melly,walaupun sedikit saja pastinya diantara mereka memiliki hubungan emosi yg saling terikat


Namun varel menutupi itu,menutupi perasaan nya sendiri


Seolah perasaan cinta yg dimiliki nya adalah seutuhnya milik starla


Dan perasaan untuk mely hanyalah perasaan bersalah nya saja

__ADS_1


Sudut bibir varel terangkat keatas,entah kenapa tangan nya gatal sekali ingin menyibak anak rambut yg menutupi wajah wanita disamping nya itu


Makasih ya mel,maafin gue udah jahat banget sama lo


Tubuh melly mengeliat pelan karna merasakan sentuhan di wajah nya,memang wanita itu sangat peka terhadap sentuhan walau tengah tidur sekalipun


Sontak varel menyingkirkan tangan nya dari wajah mely,dan memasang kembali wajah datar nya


"Rel k-kamu udah bangun" ucap mely tergagap


"Hm"


"Kamu mau makan"


"Kemana anak-anak"


Ucap varel menatap wajah mely dengan pandangan datar


"Tadi...tadi mereka bilang ada pekerjaan sebentar"


Shit...varel mengumpat kesal kepada ketiga teman nya,kenapa di situasinya seperti ini mereka meninggalkan nya dan hanya berdua dengan melly


Bagaimana jika dirinya khilaf dan kembali menyentuh melly,melupakan janji nya dengan starla


Varel menekan pangkal hidung nya,kenapa bodoh sekali sih mereka itu


"Rel" sentak nya kembali dengan nada agak tinggi


"Diam mel" ucap varel acuh


"Segitu nya rel kamu gak mau ngeliat aku,padahal niat aku kan baik cuma pengen bantuin kamu doang


Salah ya


Aku gak akan gangguin kamu kok"


Sialan kenapa wanita di samping nya itu pakai menjatuhkan airmata segala sih,kalau seperti itu bagaimana varel mengendalikan dirinya untuk tidak memeluk mely


Di perhatikan nya wajah sendu dengan sisa air mata di wajah wanita itu,entah magnet seperti apa yg menarik tubuh varel untuk mendekat ke arah melly yg sedang menangis karna ulah nya,ditatap nya dengan lembut wajah itu


"Mel maafin gue, bu__"


"Ngak apa-apa rel,aku ngerti kok,yaudah kamu istirahat aja em...biar aku duduk di sofa nungguin teman-teman kamu" kata melly dengan memaksakan bibirnya untuk mengulas senyum tulus,melly mengangkat tubuh nya dari kasur ingin pindah dari kasur tersebut


"Mel" varel memegang erat pergelangan tangan melly dan seketika menghentikan langkah wanita itu


"Ya" ujar melly membalikan badan

__ADS_1


"Sini aja,ngak apa-apa lo temenin gue disini


Kepala gue pusing,lo bisa tolong pijatin kepala gue"


Melly menatap mata varel dalam mencari kebenaran dari sorot mata hitam pekat itu


"Oke" jawab melly disambut dengan senyuman hangat varel


Kembali melly mendudukan tubuhnya di ujung kasur,dan merentangkan kaki nya kedepan


"Eh" sentak melly gelagapan karna tiba-tiba varel berbaring di paha nya


"Lo kenapa gugup gitu,udah mel santai aja kita tu udah pernah lebih dari ini


Udah lo remas-remasin rambut gue,kepala gue sakit banget" 


Ucap varel tanpa beban dosa, membuat semu merah menghiasi kedua pipi chubby melly.


Perlahan tangan melly menyentuh rambut varel sedikit meremas nya


Varel memutar tubuh nya menghadap ke arah perut melly,menempelkan kepala nya di perut wanita itu


"Rel geli"


Varel mengangkat kepala nya untuk melihat wajah melly,benar saja pipi itu masih menghasilkan cetakan rona merah dengan jelas


"Lo kebanyakan makai blushon ya" kekeh varel


"Apaan sih engak" jawab melly memegangi kedua pipinya


Varel tertawa kecil,jujur dia suka sekali melihat rona itu


"Mel"


"Hm"


"Makasih ya"


"Makasih lo masih perduli sama gue"


Melly tersenyum manis,akhirnya sikap varel kepadanya balik lagi seperti biasa


Jujur dia rindu dengan sikap itu,sikap manja dan jahil yg seminggu ini telah hilang dari diri varel


Aku sayang rel sama kamu


Melly mengangguk memperlihatkan senyum termanisnya untuk varel,melihat itu varel makin erat membenamkan kepala nya di perut melly

__ADS_1


.


__ADS_2