
Berita tentang siapa Bintang tersebar cepat bagaikan angin yang berhembus kencang ke seluruh penjuru sekolah. Menciptakan kehebohan sendiri di kalangan guru dan para murid.
Mereka seperti tengah mengabsen kesalahan apa saja yang pernah mereka lakukan pada gadis itu selama ini.
Bahkan pembahasan tentang Bintang seperti menjadi trending topik dikalangan para siswa. Banyak yang masih tidak percaya tentang siapa Bintang. Mengingat bagaimana selama ini Bintang bersikap, mereka seolah masih dibuat tak percaya jika gadis sederhana itu adalah anak seorang konglomerat.
Bukan hanya tentang Bintang, pembahasan tentang bagaimana nasib Catherine dan ayahnya yang sudah menampar Bintang pun tak kalah ramai diperbincangkan.
Banyak asumsi yang muncul tentang akan seperti apa nasib Catherine dan pak Baskoro. Banyak dari mereka yang memprediksi jika kepala sekolah mereka itu akan dicopot dari jabatannya. Dan jika itu benar, maka itu adalah sebuah berita yang membahagiakan untuk semua siswa dan guru.
Bahkan saat Bintang tidak ada di sekolah karena menjalani hukumannya pun namanya terus bergema di seluruh penjuru sekolah.
Sementara namanya terus berdengung mengisi setiap celah udara di sekolah, Bintang tengah menikmati masa liburan dadakan yang ia dapatkan dari hasil berkelahi dengan Catherine.
Sudah dua hari ini ia menghabiskan waktu bersama bunda setelah di hari pertama ia dirumah, semua orang melarangnya beraltivitas. Ia benar-benar diminta istirahat setelah kepulangan Langit dan Sam yang mengantarnya dan Bulan kala itu.
Ayah dan bunda yang mendapat kabar dari anak tertua mereka segera bergegas pulang, bahkan rencana mereka untuk menginap disana segera mereka batalkan saat mendengar kejadian yang menimpa putri bungsu mereka di sekolah.
Bahkan bunda menangis sepanjang perjalanan pulang. Mengapa putrinya harus selalu mendapat perlakuan tidak adil.
"Untuk kali ini, bunda tidak ingin memaafkan mereka yah. Mungkin bunda masih bisa memaklumi sikap anak pak Baskoro, tapi pak Baskoro? Tidak akan bunda maafkan!".
"Bagaimana bisa dia menampar putri orang lain. Terlepas siapapun anak itu, tidak seharusnya dia melukai anak orang lain. Bahkan dengan alasan melindungi anaknya sekalipun. Toh anaknya juga sudah menampar Bintang, jadi kenapa dia tega melukai putri kita". Ucapan panjang dari bunda masih terngiang di telinga ayah.
Jangan tanyakan bagaimana marahnya ayah saat mendengar kabar itu dari Dewa. Jika tidak dicegah anak-anaknya, mungkin hari itu ia sudah mendatangi pak Baskoro dan menghajarnya.
Sementara gadis yang sempat terluka dan membuat semua orang khawatir itu, kini tengah bermanja-manja dengan sang bunda.
Meletakkan kepala nya di paha bunda dan meminta sang bunda mengelusnya layaknya seorang anak kecil yang sedang minta dipeerhatikan.
__ADS_1
Kegiatan Bintang selama tiga hari dirumah hanya bermain bersama keponakannya yang bahkan belum mengerti apapun. Setelah puas, Bintang akan makan dan seperti saat ini. Bermanja pada sang bunda.
Bintang pun tidak mencari tahu bagaimana nasib Catherine dan ayahnya. Ia hanya menunggu saat dirinya bisa kembali masuk ke sekolah dan akan memaksa Catherine meminta maaf pada Bulan, itulah yang sudah ia rencanakan.
Sementara Bintang tengah menikmati masa liburan dadakannya itu, saat ini Bulan dan Sam tengah dalam perjalanan menuju sekolah mereka.
"Kaki lo gimana?". Tanya Sam yang baru saja menjemput Bulan di rumahnya. Hubungan keduanya kian rumit saja karena bapak dan ibu benar-benar memberikan sinyal hijau untuk hubungan palsu keduanya. Apalagi mama Mira yang semakin giat berkunjung ke rumah Bulan. Bahkan hampir setiap hari selama tiga hari ini, mama Mira selalu ada dirumahnya ketika Bulan pulang sekolah. Alasannya ingin memastikan keadaan gadis yang digadang-gadang olehnya sebagai calon manantunya itu.
"Udah mendingan..udah bisa lari lah". Ucap Bulan membuat Sam mendengus.
"Nggak usah pecicilan, ntar sakit lagi". Meskipun terdengar judes, namun terselip kepedulian disetiap ucapan Sam.
"Iya mas pacar yang perhatian.." Belakangan, Bulan senang sekali menggoda Sam dengan status pacar bohongan yang mengakibatkan mereka terjebak dalam status palsu yang kian rumit itu.
"Kenapa?". Tanya Sam yang melihat senyum Bulan tiba-tiba sirna. Padahal gadis itu baru saja menggodanya dengan senyuman jahil.
Sam menggeleng pelan, hingga kini masih tak habis pikir dengan kedekatan kedua gadis itu yang melebihi ikatan saudara kandung.
"Bintang kan lagi dihukum. Paling juga yang lo kangenin lagi asyik rebahan". Sahut Sam yang tepat sasaran. Karena Bintang memang sangat menikmati masa liburan dadakannya ini sebelum nantinya menghadapi perubahan dari orang-orang di sekolah. Karena Bintang yakin, seisi sekolah pasti kini sudah tahu siapa dirinya.
"Pasti sih. Gw udah bayangin tu anak lagi ngapain aja selama dirumah". Bulan menerawang, membayangkan jika Bintang tengah bermanja dengan sang ibu dan juga bermain dengan keponakan lucunya.
"Bul.."
"Hem.." Bulan hanya berdehem menanggapi panggilan Sam.
"Mama nyuruh elo ke rumah". Ucapan Sam langsung membuat Bulan menatapnya dengan alis berkerut. Ada rasa khawatir dalam sorot mata Bulan yang bisa ditangkap oleh Samudra.
"Mama ngundang lo makan malam". Jelas Sam yang melihat raut bingung dari wajah Bulan.
__ADS_1
"Hah.." Bulan menghela nafas panjang. Drama yang diciptakan Sam semakin jauh saja dari rencana awal mereka yang hanya ingin berpura-pura untuk membuat mama Mira berhenti menjodoh-jodohkan Sam dengan anak-anak temannya.
"Bukannya ini udah terlalu jauh ya Sam. Kita cuma bakal bikin mama Mira sama ibu kecewa, nantinya". Lirih Bulan.
Bukan tidak khawatir, Sam pun tengah memikirkannya. Namun entah mengapa, ia senang terjebak dalam hubungan rumit ini bersama Bulan. Hingga ia pun enggan berkata jujur pada sang mama tentang bagaimana kebenarannya. Biarlah seperti ini saja, pikir Sam.
Kegagalan hubungan Bulan dengan Rehan sudah menjadi trauma tersendiri baginya, kebencian mama Rehan padanya juga menggores luka dihati terdalamnya hingga membuatnya selalu takut.
Ia tak akan mampu lagi jika harus menerima kebencian dan kekecewaan dari wanita sebaik mama Mira. Itu yang sebenarnya Bulan takutkan jika sampai hubungan palsunya dengan Sam terbongkar nantinya.
Hening, tak ada lagi yang bersuara. Keduanya larut dalam pikirannya masing-masing. Bulan yang takut jika hubungan palsu ini terbongkar dan mengecewakan banyak orang, dan Sam yang berpikir bagaimana membuat Bulan bertahan disisinya dengan status pasti. Bukan hanya drama seperti yang saat ini tengah mereka lakoni.
Huh...
Terdengar helaan nafas dari keduanya. Namun masih sama-sama membisu hingga mobil yang Sam kendarai memasuki area parkir sekolah.
"Nggak usah dipikirin. Kalo elo nggak mau, nanti gw bilang mama kalo lagi banyak tugas sekolah". Sam tidak ingin memaksa Bulan, ia tidak ingin Bulan merasa tertekan karena semua ini.
"Hem.." Bulan hanya berdehem sambil mengangguk kecil. Kemudian membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Meninggalkan Sam yang menatap punggungnya yang kian menjauh.
Bulan sudah bisa berjalan sendiri meski masih sedikit pincang. Kakinya juga sudah tidak bengkak, hanya menyisa sedikit memar di mata kakinya.
Sam menjatuhkan kepalanya di atas stir. Tak lama mendongakkan kepalanya menatap atap mobil. Entah apa yang dipikirkan pemuda itu. Hanya dirinya dan tuhan yang tahu.
...¥¥¥•••¥¥¥ ...
...Tambah satu lagi.....
...Semoga readers suka☺️ Happy reading kalian semua🥰🥰 sarangheo😘😘😘🥰💋💋💐💐💐...
__ADS_1