Langit Untuk Bintang

Langit Untuk Bintang
LUB. O6


__ADS_3

Sore ini di sini lah starla,di sebuah cafe yg cukup mewah dan nyaman bersama kedua orang tua nya


Di saat starla menelfon ibu nya tadi. Starla sengaja mengajak mereka bertemu dan meminta bantuan mereka untuk membawakan beberapa baju dan perlengkapan starla yg lain.


Selain itu starla berfikir memang mereka harus berbicara bertiga seperti ini, agar starla lebih nyaman menjelaskan semua nya. Semua rencana yg sudah di fikirkan nya daripada lewat sambungan handphone


"Jadi kamu udah yakin dengan keputusan mu" tanya sang ayah kembali,entah sudah berapa kali dia mengulang pertanyaan itu


"Aisshh ayah udah berapa kali sih star bilang,star yakin"


"Argh tapi bunda khawatir star" timpal sang bunda yg juga khawatir


"Ngak akan terjadi apa-apa bun,percaya sama starla"


Bunda ny menganguk setuju walaupun berat dengan keputusan sang anak untuk meninggalkan rumah mereka,namun itu lah yg terbaik untuk hati starla saat ini


"Tapi lelaki itu orang baik kan star" celetuk sang ayah


"Baik yah" jawab starla santai sambil memakan cemilan di meja nya


Starla memang sudah bercerita pada kedua orang tua nya tentang rencana nya tinggal bersama langit,awal nya mereka tak setuju mengingat bahwa langit adalah laki-laki yg sewaktu waktu bisa saja merusak starla


Namun starla dengan tegas membantah fikiran absolute orang tua nya,starla mempertegas bahwa langit adalah orang baik


Starla tak bohong kan,memang langit orang baik !


"Star" pekik seseorang di belakang nya,untung saja jus yg di ingin di pinum starla tak menghambur keluar


Sontak beberapa orang yg mendengar teriakan itu menoleh ke arah starla..


"Astaga kaget gue" ucap starla mengelus dada nya


"Kebiasaaan banget sih cik ngagetin orang,lo mau bikin gue mati muda ha" omel starla pada sahabat nya itu


Kedua orang tua starla hanya terseyum geleng-geleng kepala melihat intraksi anak dan sahabat nya itu.


Mereka memang tidak terkejut dengan kedatangan chika,karna sebelum nya pun starla sudah bilang bahwa dia juga mengajak chika bersama nya...


♥♥♥♥♥


Oke sekarang hanya tinggal mereka berdua,starla dan chika karna beberapa menit lalu setelah chika datang selepas say hi dan sedikit berbasa-basi dengan ayah dan ibu starla, orang tua starla pamit pulang


meninggalkan mereka berdua.


Orang tua starla cukup paham,banyak yg akan di ceritakan sang anak kepada sahabat nya itu sehingga mereka pamit terlebih dulu

__ADS_1


Dan sekarang waktu nya. chika sudah siap memuntahkan lahar dari mulut nya untuk mengomeli starla


"Jadi ceritain sama gue rencana lo yg lo bilang tadi pagi"


Nah kan tanpa basa-basi lagi starla langsung di todong oleh pertanyaan to the point dari sahabat nya itu


"Sahabat macam apa yg ngak bertanya keadaan sahabat nya terlebih dahulu"


"Lo nyindir gue star"


"Ngak,gue ngomong sama setan" ketus starla


"Jadi gimana kabar lo"


"Basi."


"Tuh gue nanya kabar salah,ga nanya kabar salah" protes chika


"Telat" ketus starla


Mulailah perdebatan tak berujung itu,hanya karna tak betanya kabar. Entahla mereka berdua itu memang seperti tikus dan kucing jika sudah bertemu !


Namun hal kecil seperti itu tak akan mengikis rasa sayang di antara mereka,butuh lebih dari sekedar pertengkaran absolute macam itu untuk membuat mereka berselisih


"Udah deh star cepetan ceritain" ucap chika tak sabar


"Wait. Btw siapa cowok itu"  tanya chika karna dari tadi starla tak menyinggung sama sekali profil lelaki itu


"Udah ntar lo tau,belum saat nya sekarang" jawab starla


"Tuh kan lo tu selalu gitu sama gue,gimana kalau dia orang jahat" tanya chika lagi


"Kalau dia orang jahat gue gak mungkin ada di depan lo dengan keadaan baik-baik aja kayak gini. Mungkin aja pala gue udah lepas dari leher kalau tu cowok jahat" bela starla


"Serius lo dia orang baik"


"Yaelah iya chika dia orang baik,baik banget lo tau saat pertama ketemu dia, tu cowok gue hajar habis habisan sampai pingsan karna numpahin kopi di baju gue. Tapi dia masih mau berbaik hati numpangin gue trus ngasih gue makan. Jahat dimana nya. Pikiran lo tu yg jahat"


Sontak rahang chika jatuh ke bawah membentuk huruf "o" dengan sempurna, dengan mata melebar terkejut


Astaga kenapa sahabat nya sekejam itu !


"Nah kaget kan lo" ucap starla lagi,paham dengan mimik terkejut di wajah chika


Starla memang pernah bilang dia nginap bersama laki-laki yg baru di kenal nya malam itu di pantai saat bertelfon dengan chika,tapi dia tak bilang dengan detail seperti apa pertemuan mereka saat itu

__ADS_1


Wajar jika chika kaget,mungkin jika dia yg jadi lelaki itu jangankan menolong melihat starla saja dia tak sudi !


"Astaga star, udah gila kali lo"


Chika mengeleng tak mengerti dengan tingkah sahabat nya itu


"Coba lo ceritain dari awal gimana lo bisa ketemu dan berakhir di tolong sama tu cowok"


Entah kenapa rasa penasaran chika sampai ke ubun-ubun nya, dia benar benar ingin tahu semua yg terjadi saat malam itu kepada sahabat nya tapa terlewat sedikit pun


Mau tak mau starla menceritakan bagaimana pertemuan nya dengan langit malam itu,tapi tentu saja dia tak menyebutkan nama langit pada chika. Biarlah chika tau jika sudah waktu nya pikir starla !


Cika tertawa terbahak-bahak dengan cerita starla,keji sekali sahabat nya itu


Dapat di bayangkan oleh chika bagaimana sial nya lelaki itu karna bertemu starla


♥♥♥♥♥


Di tempat lain tepat nya di kantor langit,lelaki itu sedang uring-uringan memikirkan masalah kantor nya


Dia duduk memijit pangkal hidung nya untuk sedikit meredakan pening di kepala nya sebelum akhir nya dia memanggil adam sekertaris kepercayaan nya sejak dulu


"Ada apa bos" tanya adam saat sudah di ruangan nya


"Dam kayak nya aku ngak bisa iku meeting sore ini,kepala saya sakit sekali kamu wakili aku ya" pinta langit yg masih memijit pangkal hidung nya


"Siap bos,bos mau istirahat di sini atau pulang"


"Saya pulang aja dam"


"Bos yakin bisa bawa mobil sendiri,saya antar aja ya bos"


Adam cukup kasihan dengan bos nya satu itu,bekerja tanpa kenal waktu. Kesana kesini mencari bahan untuk perusahaan. Sampai tak punya me time nya sendiri


Adam cukup paham,karna selain asisten dia juga sahabat langit


Sahabat langit sejak SMP, dia cukup paham dengan bagaimana langit !


"Ngak dam sebentar lagi meeting,kamu pimpin meeting nya. Kabarin aku jika udah selesai" putus langit meninggakan ruangan nya


Begitulah keras kepala nya langit, tak suka di bantah dengan kata apapun.


Jika keputusan nya A maka yg harus terjadi adalah A.


Adam menghembuskan nafas kasar,ingin rasa nya mengumpat sang bos. Jika saja bukan di kantor

__ADS_1


"Dasar batu" gumam adam yg juga langsung meninggakan ruangan Bos nya itu


__ADS_2