Langit Untuk Bintang

Langit Untuk Bintang
LUB. 11


__ADS_3

Starla terbangun dari tidurnya mengerjap dan sesekali mengucek mata nya untuk merangsang kesadaran kembali,indra penciuman nya berhasil menangkap sebuah aroma yg menguncangkan perut nya,seperti aroma percampuran antara butter cheese dan juga susu. Aroma yg wangi dan menyenangkan untuk di hirup


Aroma itu berhasil menarik dirinya untuk segera bertemu


Starla melangkahkan kaki nya menuju arah dapur apartemen dengan rambut dan dress yg sedikit acak-acakan. Dengan perlahan-lahan dia menuruni satu persatu anak tangga yg menghubungkan kamar dan dapur sambil hidung nya tak henti-henti mengendus bau kue tersebut


Starla mengaruk-garuk kepala nya yg tak gatal,menarik sudut bibir nya ke atas. Dirinya sedikit terpana dengan pemandangan di depan nya,sosok seorang lelaki yg berdiri tepat di depan oven pemangang kue dengan rambut yg sedikit berantakan sial nya makin membuat lelaki itu lebih manis saja


"Putri tidur udah bangun" sentak lelaki itu yg entah kapan menyadari starla sedang melihat nya


Tentu saja starla gelagapan karna tertangkap basah sedang menatap kagum lelaki itu


"E-eh gue.. gue baru aja bangun lo lagi ngapain" ujar starla salah tingkah


"Ini lagi berenang" ucap lelaki itu santai


"Gue tanya serius langit" ketus starla yg sudah memicingkan kedua mata nya


"Ya menurut kamu" tanya nya balik


"Ish jawab aja sih" cibik starla


"Kamu bikin kue ya,kue apa" ujar starla dgn riang kembali


Starla mengalah capek juga lama-lama dia bersitegang dengan langit,yg nyatanya dirinya juga tak bakalan menang berdebat dengan lelaki itu


"Cheese cake"


Jawab langit sembari membuka oven dan mengeluarkan cake nya.


Semburan uap yg berasal dari kue itu mengerayang di seluruh sudut apartemen langit,membuat siapapun yg mencium akan dengan tidak sabar ingin mencicipinya.


Dengan perlahan langit meletakan cake nya di atas meja makan,di ikuti starla yg juga menarik kursi meja makan terdekat dengan tempat langit meletakan cake itu


Mata starla menatap lekat wajah langit,mengabsen setiap inci wajah tampan itu


gila kenapa dia puluhan kali lebih ganteng sih walaupun dengan mode cuek


Starla mengeleng cepat,mengusir pikiran bodoh nya,bagaimana jika langit bisa membaca pikiran nya

__ADS_1


Aish mikir apa sih star,kenapa kamu bodoh begini kau pikir dia dukun yg bisa membaca pikiran segala


Starla menelan kasar saliva nya melihat langit mencicipi cake lembut itu,dasar nyebelin bisa-bisa nya dia tidak sama sekali menawari starla !


"Lang gue boleh juga gak cicipin"


Ujar starla memelas. Bodo amat,starla lapar persetan dengan rasa malu


"Kamu mau"


Starla menganguk mengiyakan pertanyaan langit,bukan lapar lagi tapi sanggat lapar. Belum lagi melihat wajah langit yg di buat-buat seolah kue itu sangat mengiurkan


Tanpa aba-aba starla menarik piring kecil yg berisi cake yg dimakan oleh langit


Tiba-tiba tangan starla terhenti karna langit menepuk kecil punggung tangan nya saat hendak menarik piring kecil itu


"Cuci muka star,jorok banget" ujar langit lalu menarik kembali cake itu dari tangan starla


"Ish" rengut starla yg langsung beranjak mencuci wajah nya


♥♥♥♥♥


Bagai petir di siang bolong,hati mely mencelos sakit mendengar apa yg di ucapkan varel


"Hubungan kita salah mel,gue ingin memperbaiki hubungan gue kembali dengan starla" lanjut nya


"Apa" jawab mely terbelalak


"Kita sudahi hubungan ini mel,gue masih sayang sama starla"


Air mata melly mengalir begitu saja,untung lah di taman pagi itu tak banyak orang jika banyak orang mungkin varel sudah di angap melecehkan atau menyakiti wanita itu


"Kamu kok egois banget si rel" lirih mely sembari mengusap air mata nya


Bukan mely tak tahu hubungan mereka dari awal memang salah,tapi bisakah dia egois dirinya pun menyayangi varel mungkin lebih besar dari rasa sayang yg di berikan starla untuk varel


Varel bungkam,dia juga tak membantah bahwa dirinya memang lelaki brengsek,tapi jauh dihati nya dia juga masih menyayangi starla !


"Tapi ini semua udah resiko mel,lo juga tahu kan dari awal ini resiko yg akan kita hadapi suatu hari"

__ADS_1


"Tapi aku sayang rel sama kamu"


"Tapi gue lebih sayang sama sama starla mel"


Damn !


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah mulus varel,sialan sekali lelaki itu setelah apa yg dia lakukan terhadap mely dirinya melepaskan tanggung jawab begitu saja


"Kamu pikir ini adil buat aku" ucap mely penuh emosi


"Tapi kan__" belum sempat varel menyelesaikan kalimat nya,mely terlebih dahulu memotong apapun alibi yg akan dikeluarkan mulut sialan varel


"Tapikan kamu udah tau resiko nya,kamu yg menyetujui ini dan bla bla bla. Rel aku tahu aku sangat tahu itu" ucap mely terisak


"Apa sedikit pun aku ngak pernah ada di hati kamu rel,setelah apa yg kita lewatin,perbuatan yg kita lakuin. Sedikit aja apa ngak ada nama ku di hatimu" lanjut melly tersenyum miris


Varel terdiam mematung,dia tak membantah bahwa nama melly pun sudah terpatri di hati nya sejak saat itu,saat melly menyerahkan mahkota kehormatan nya yg pertama untuk varel


Tapi starla ? nama itu selalu jadi nomor satu di hati nya selain orng yg di cintai varel, juga ada rasa bersalah mendalam untuk nama itu di hati varel.


Tapi dia tak bisa egois untuk mempertahankan kedua nya,dia harus mampu melepaskan salah satu dari mereka


"Shit"


Varel menarik prustasi rambutnya,dirinya benar-benar kacau.


Ada hubungan dengan starla yg harus di fikirkan nya,ada juga melly yg menuntut keadilan terhadap dirinya ?


Rasanya varel ingin menangis saat ini juga,mengingat dirinya seorang lelaki yg harus bertenger oleh kekuatan  sehingga engan menjatuhkan air mata itu,walaupun dia ingin


Bolehkah dia menangis ?


Melly mengelengkan kepala penuh ironi melihat varel bahkan tak menjawab pertanyaan nya.


Sesayang itukah dia terhadap starla ?


Mely beranjak pergi dari taman itu,tanpa memperdulikan ke kacauan varel. Dirinyapun butuh ketenangan sesaat saja


Bolehkah ?

__ADS_1


__ADS_2