
"Bintang..Bin!!". Entah sudah berapa kali Bulan memanggil nama sahabatnya itu. Dan entah apa yang tengah dipikirkan Bintang hingga tak mendengar panggilan Bulan.
"Ck.." Nindy berdecak kesal dan menghampiri Bintang. Telapak tangannya mendarat sempurna di pundak Bintang yang langsung tersentak kaget.
"Apaan sih, Nin?!". Bertanya sambil mengelus dadanya yang berdebar kencang karena terkejut.
"Bulan panggilin kamu dari tadi. Liat tuh urat lehernya kaya mau putus manggilin orang bengong". Sembur Nindy membuat Bintang langsung menatap Bulan yang mendengus.
Bulan sudah selesai di make up, bahkan baju pengantinnya sudah terpasang sempurna. Kini sahabat baiknya itu sudah terlihat sangat cantik.
"Berapa lama aku melamun???", Batin Bintang yang bahkan tidak menyadari jika Bulan sudah siap dengan riasan dan baju pengantinnya.
"Nah kan bengong. Masih pagi udah bengong aja". Cerocos Nindy sambil menoel pundak Bintang.
"Tenang, pangeran Langit juga ada disini kok. Nanti juga ketemu, Bin". Menggoda Bintang yang langsung mencebik meski dadanya berdebar saat mendengar nama Langit disebutkan.
"Sana ganti bajunya. Tinggal kamu yang masih pake baju tidur". Cibir Bulan, tentu Bintang tidak benar-benar memakai baju tidur, itu hanya istilah Bulan saja yang kesal melihat Bintang yang sejak tadi melamun. Padahal ini hari bahagianya.
"Jangan marah-marah. Nanti make up nya luntur kan nggak lucu". Mengedipkan sebelah matanya pada Bulan yang langsung memberengut.
Bintang segera masuk kedalam ruang ganti yang memang sudah disiapkan. Sepanjang mengganti pakaiannya, Bintang terus berpikir tentang percakapan Langit selama diperjalanan tadi.
"Sebenernya dia mau kemana?? Apa bener dia mau pergi lagi?", Gumam Bintang yang kembali terdiam.
"Bintang!!! Astaga ni anak ya.." Teriakan Nindy kembali menyadarkan dirinya.
Bintang merutuki dirinya sendiri yang sejak tadi tidak bisa fokus karena terpikirkan tentang percakapan Langit yang entah dengan siapa saat tadi di mobil.
Hatinya risau dan tidak tenang. Ada rasa takut jika memang benar sampai Langit pergi meninggalkan dirinya lagi sebelum semua kesalahpahaman yang selama ini ada diantara mereka terselesaikan.
"Fokus Bintang..hari ini hari bahagia Bulan. Jangan rusak kebahagiaan sahabat kamu hanya karna perasaan kamu", Menyadarkan dirinya dimana dirinya kini berada. Ia berusaha mengusir kerisauan hatinya, ia benar-benar tidak mau merusak moment bahagia Bulan.
Nindy yang sudah gemas karena Bintang terlalu lama didalam ruangan ganti menerobos masuk.
"Yaelah ganti baju gini aja lama banget sih ini anak. Mau dibantuin juga ganti bajunya??". Entah kenapa hari ini Nindy senang sekali mengomeli Bintang.
"Iya sabar dong. Ini tinggal tarik resletingnya doang.." Nindy bergerak cepat sebelum Bintang meraih resleting dibelakang kebayanya dan menaikkannya.
"Begini aja lama.." Kembali mengomel membuat Bintang justru terkekeh.
__ADS_1
"Udah ayo buruan keluar. Cuma kamu yang belum di make up, kan nggak lucu nanti pas dampingin Bulan mukanya kaya orang tipes gini". Kini Bintang semakin terkekeh mendengar ocehan Nindy.
Bintang menurut saja saat Nindy menggiringnya untuk duduk didepan sebuah meja yang memiliki kaca besar.
"Dimulai langsung aja mbak. Cepet ya mbak, sat set..takut nggak keburu". Nindy langsung memberi instruksi pada perias yang sudah disiapkan Bulan dan Sam.
"Kaya kamu yang mau nikah, Nin". Kelakar Bintang yang terbahak melihat Nindy melotot galak.
"Iya-iya, aku diem". Dan benar, Bintang benar-benar diam setelahnya. Hanya meminta MUA untuk membuat riasannya se natural mungkin.
"Teman mbak Bulan cantik-cantik semua ya.." Puji salah satu perias yang tengah mendandani Bintang.
"Iya dong mbak.." Dengan penuh percaya diri Nindy bersuara hingga membuat tawa pecah didalam kamar itu.
Sementara diballroom hotel, Sam sudah duduk tegap didepan bapak.
"Santai Sam. jangan lupa napas juga.." Sam mendengus saat mendengar bisikan Roman.
"Tenang aja Sam. Masa kaya gini aja gugup. Anggep aja lagi meeting sama klien penting. Tender nya gede ini mah Sam". Ingin sekali Sam menendang keluar tiga sahabatnya yang bukannya menenangkannya malah membuatnya semakin gugup.
"Awas salah sebut nama mantan Sam. Auto dicoret jadi calon mantu". Langit tak mau kalah, melihat wajah tegang Sam sangat menyenangkan.
"Lo bertiga lama-lama gue tendang keluar kalo kaga mau diem". Ketiganya terkikik melihat wajah Sam yang semakin terlihat gugup akibat ulah mereka.
Sam menjabat tangan Bapak sesuai instruksi penghulu yang akan membimbing mereka di acara sakral ini.
Kata 'SAH' menggema memenuhi seluruh ballroom hotel saat Sam berhasil menghalalkan Bulan hanya dengan satu tarikan nafas.
Terlihat jelas kelegaan di wajah Sam yang saat ini tengah menundukkan kepala dengan kedua tangan menengadah saat penghulu membacakan doa.
"Selamat bro.." Sam tersenyum saat ucapan selamat dari ketiga temannya terdengar begitu tulus. Senyum kebahagiaan bukan hanya terpancar dari wajahnya dan keluarganya, namun para sahabatnya pun terlihat bahagia.
Tak berbeda jauh dari ballroom, didalam kamar tempat Bulan dan para wanita dirias tampak Bulan yang terharu menyaksikan Sam yang sudah resmi menjadi suaminya.
"Selamat Bubul sayang.." Bintang yang baru selesai dirias segera memeluk Bulan dan memberikan ucapan selamat serta doa terbaik untuk sahabat baiknya itu.
Tak lama pintu terbuka, ada ibu serta bunda Ratih..tidak ketinggalan wanita yang baru saja resmi menjadi mertua Bulan, mama Mira juga berjalan dibelakang ibu dan bunda.
Ada satu wanita lagi yang membuat Bintang langsung terdiam. Siapa lagi jika bukan mommy Sekar.
__ADS_1
Keempat wanita paruh baya itu silih berganti memeluk Bulan dan memberikan doa restu mereka untuk kebahagiaan Bulan dan Sam kedepannya.
"Akhirnya sayang..mama lega sekali kamu sudah menjadi menantu mama". Mama Mira tidak bisa menyembunyikan senyum kebahagiaannya.
"Bulan juga bahagia ma.." Sahut Bulan ikut tersenyum haru.
"Bukan, mama salah. Kamu bukan menantu mama, tapi putri mama..." Mama Mira kembali memeluk Bulan.
Melihat itu, Bintang merasa hatinya sangat tenang dan bahagia. Melihat sahabat yang begitu berarti bagi dirinya mendapat kebahagiaan yang begitu besar. Mendapat kasih sayang dan cinta bukan hanya dari suaminya namun juga dari mertuanya. Sungguh Bintang sangat bahagia karna hal itu.
"Ayo kita keluar..Sam pasti sudah tidak sabar ingin melihat pengantinnya". Mama Mira segera merangkul lengan kanan menantunya. Sementara ibu berada disisi kiri putrinya.
"Ibu jangan nangis.." Ucap Bulan yang melihat ibu menyeka sudut matanya.
"Ini air mata kebahagiaan sayang..ibu sangat bahagia melihat kamu hari ini". Tersenyum hangat dan mengelus punggung tangan Bulan yang tengah ia genggam.
"Ibu nggak perlu khawatir. Sam akan menjaga Bulan..kalo Sam macam-macam. Serahin semua sama Bintang". Bintang memeluk ibu dan menjatuhkan dagunya dipundak ibu yang langsung mengelus pipi gadis yang sudah seperti putri kandungnya sendiri.
"Jadi hari ini nggak boleh ada air mata..oke". Berbicara namun matanya pun sudah berembun, membuat ibu dan yang lain terkekeh.
"Kamu juga harus segera menikah. Ibu ingin melihat kamu hidup bersama laki-laki yang mencintai putri ibu dan juga dicintai oleh putri ibu". Senyum Bintang menghilang, namun hanya sesaat karena setelahnya Bintang kembali tersenyum hangat pada ibu.
"Bantu aku membujuknya, aku dan ayahnya sudah lelah memintanya menikah". Bunda langsung menimpali membuat Bintang menatap bunda.
"Ayolah bun, aku masih muda. Belum juga 25 tahun.." Mengelak lagi stiap membahas pernikahan.
"Usiamu saat ini sudah sangat pas. Semoga disegerakan ya.." Ibu mengelus kepala Bintang yang kembali memasang senyum saat matanya bersirobok dengan mata mommy Sekar yang juga tengah menatap dirinya dengan senyuman.
"Doakan saja ya, bu". Ucap Bintang yang kemudian menegakkan badannya dan berdiri dibelakang ibu.
"Ibu selalu mendoakan kebahagiaan kalian, nak", Dan Bintang sangat mempercayai ucapan ibu. Ia tahu seberapa besar kasih sayang ibu Bulan padanya. Mungkin sama besarnya seperti bunda menyayanginya.
Mommy ingin sekali menimpali percakapan mereka, namun entah mengapa ia merasa ada jarak tak kasat mata yang membentang diantara dirinya dan Bintang kini.
Mommy merasa jauh meski Bintang ada didepan matanya. Bahkan ingin memeluk gadis itu saja mommy merasa sungkan.
...¥¥¥•••¥¥¥...
...Langsung double up deh, buat readers setianya Langit sama Bintang😊 Takut dimarahin soalnya mereka ngga bersatu mulu😅🤭✌🏻...
__ADS_1
...Maafkanlah daku ini, RL lagi minta perhatian penuh. Jadi maafkan jika lama tidak menghalu berjamaah🙏🏻🤭😁...
...Happy reading🥳🥳 sarangheo readers🥰🥰💋💋💋💋😘♥️💐💐💐...