
"Oke langsung kita mulai aja ya semua.." Suara pembawa acara menggema setelah beberapa saat acara tertunda.
"Sebelum kita mulai acaranya. Saya pribadi mau berterimakasih untuk teman kita, sahabat kita semua 'Langit'..."
Tepat saat Bintang dan Alva masuk, nama Langit kembali menggema. Membuat Bintang mengeratkan genggaman tangannya pada Alva.
"Acara malam ini bisa terwujud, kita semua bisa berkumpul malam ini ditempat ini..semua bisa terwujud karena kebaikan teman kita semua, Langit".
"Untuk Langit, terimakasih banyak untuk acara berharga malam ini". Pembawa acara yang juga teman satu angkatan Bintang menundukkan sedikit kepalanya menatap Langit sebagai tanda terimakasihnya.
"Apa ini rencana kamu, Lang?". Batin Bintang yang berulang kali mengatur nafasnya agar terlihat tenang.
Bulan adalah orang pertama yang melihat Bintang dan Alva kembali masuk kedalam restoran tempat diadakannya acara malam ini.
Bulan mengamati wajah Bintang dari kejauhan. Sudah terlihat jauh lebih tenang hingga membuat Bulan menghela nafas lega.
Saat Bintang keluar, Bulan hendak menyusulnya. Namun Sam menahan langkahnya sambil menggeleng.
"Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka". Itu yang Sam ucapkan saat Bulan menanyakan alasan Sam mencegahnya menyusul Bintang.
"Syukurlah kamu baik-baik aja.." Lirih Bulan yang terlihat lega saat melihat Bintang kembali.
"Apabila berkenan, sudilah teman kita Langit menyampaikan sepatah dua patah kata untuk membuka acara malam ini". Terlihat enggan, namun akhirnya Langit melangkah menuju podium yang ada ditengah ruangan.
"Dari jauh pun dia tetap terlihat keren". Bukan Bintang, namun Alva yang memuji.
"Kak.." Tegur Bintang membuat Alva terkekeh.
"Sensi banget sih kamu.." Masih terkekeh melihat wajah Bintang yang kesal.
"Semoga menikmati acara malam ini.." Hanya kalimat penutup itu yang terdengar karena Bintang sibuk berdebat dengan Alva.
"Mau gabung sama temen-temen kamu lagi?". Tanya Alva yang dijawab gelengan kepala oleh Bintang.
Bintang akan menghadapi jika kembali bertemu secara tidak sengaja. Namun tidak akan masuk kedalam sarang harimau dengan sengaja. Ia masih ingin terlihat waras di acara malam ini.
Terlihat beberapa orang membuat gerombolan, berbincang seru meski entah apa yang mereka bicarakan.
"Nyari makanan aja yuk.." Ajakan Alva membuat semangat Bintang kembali.
Ia menoleh menatap Alva langsung bibirnya perlahan melengkung membentuk senyuman sempurna.
"Let's go.." Bintang mengedipkan sebelah matanya dan langsung merangkul lengan Alva.
Keduanya berdiri dimeja yang berisi makanan. Saling lirik sebentar sebelum senyum mereka mengembang sempurna.
Terserah dengan acara-acara itu. Mereka hanya perlu mengisi perut mereka untuk menjaga stamina mereka agar tetap keren saat bermain peran.
"Oke, kita lanjutkan dengan game ya.." Seru pembawa acara diikuti riuh tepuk tangan dan sorak sorai yang hadir.
"Yang datang bawa pasangannya, ayo sini merapat.." Seruan kedua terdengar, namun tidak membuat Bintang dan Alva tertarik.
Mereka lebih tertarik dengan berbagai macam hidangan yang tertata rapi diatas meja panjang didepan mereka saat ini.
Bahkan tanpa sungkan keduanya membagi makanan yang tengah mereka makan tanpa menyadari sepasang mata yang siap melompat keluar dari tempatnya saat melihat Bintang berbagi makanan dengan Alva.
__ADS_1
"Ayo siapa lagi yang mau ikut?? Masa cuma segini yang bawa pasangan.." Suara MC kembali terdengar.
"Bintaaaang!!!!". Makanan yang baru saja akan ia telan seperti tersangkut ditenggorokannya saat namanya dipanggil begitu kerasnya oleh seseorang.
Dan Bintang sangat tahu siapa pelaku utama yang memanggil namanya begitu keras.
"Nindy.." Geram Bintang yang berusaha menelan cepat makanannya.
Alva terkikik geli melihat mata Bintang melotot saat menelan makanan. Ah, rasanya pasti sangat sakit saat menelan paksa suatu makanan.
"Minum dulu.." Alva menyodorkan segelas minuman kepada Bintang.
"Makasih kak.." Ucap Bintang setelah merasa lebih baik setelah minum minuman yang diberikan Alva.
"Ayo ikut!!". Baru juga bernafas sejenak, tangannya sudah ditarik oleh Nindy.
"Eh kelupaan. Ayo pacarnya Bintang juga ikut". Nindy juga menarik tangan Alva yang mau tak mau akhirnya mengikuti kemana Nindy membawa mereka.
"Satu lagi nih pesertanya. Hot couple kita tahun ini". Seru Nindy yang tak menyadari tatapan maut Bintang.
Riuh tepuk tangan kembali terdengar setelah Bintang dan Alva bergabung. Membuat Bintang terpaksa memasang senyum palsunya didepan semua orang.
"Bener-bener pengen deportasi si Nindy ya lama-lama". Bukan hanya ingin, jika bisa maka Bintang akan benar-benar mendeportasi temannya yang satu itu.
Kini Bintang terjebak pada permainan yang dibuat oleh panitia acara.
"Ah, padahal lagi enak-enaknya tadi". Batinnya terus menggerutu hingga tak mendengarkan MC berbicara panjang lebar.
Dirinya baru tersadar saat tiba-tiba seseorang memberikan sehelai kain berbentuk persegi padanya. Membuatnya mengernyitkan dahi.
Permainan kali ini bertujuan untuk memperlihatkan seberapa kompak para pasangan itu.
Mereka diberikan sehelai kain yang berukuran sekitar 40x40cm. Para pasangan itu harus berdiri diatas selembar kain itu sambil saling menyuapi dan tidak boleh sampai keluar dari kain.
Yang bertahan, maka kain akan dilipat menjadi lebih kecil, dan begitu seterusnya.
Bintang menjatuhkan rahangnya hingga mulutnya terbuka saat Alva menjelaskan garis besar permainan kali ini.
Bintang benar-benar merutuki sikap menyebalkan Nindy yang menariknya kedalam permainan konyol ini.
Keseimbangan sangat dibutuhkan dalam game kali ini. Kerjasama tim juga sangat diperlukan untuk bisa memenangkan game kali ini.
Pemenang akan mendapatkan hadiah jam tangan couple yang sudah disediakan panitia acara.
"Itu berarti aku harus deket banget sama kak Alva". Perang batin dimulai.
Matanya secara spontan mencari keberadaan seseorang yang tadi sempat hampir membuatnya mati berdiri.
deg..
Saat tatapan matanya bertemu dengan orang yang ia cari. Bintang buru-buru memalingkan wajahnya ke arah lain.
Kini dirinya benar-benar seperti seorang wanita yang ketahuan selingkuh oleh pasangannya. Benar-benar merutuki ketakutannya yang tak beralasan itu.
"Tenang Bintang. Dia bukan siapa-siapa". Meski terus mencoba meyakinkan diri, nyatanya Bintang tetap merasa berkhianat pada seseorang.
__ADS_1
"Kita mulai ya...temen-temen tolong kasih makanan sama pasangan-pasangan kita malam ini". Terdengar sangat bersemangat sekali MC itu.
Diantara para peserta, Bintang juga melihat Bulan dan Sam yang turut serta dalam permainan kali ini.
Tidak ketinggalan si biang kerok, Nindy dan Ardi. Ya, keduanya memang menjalin hubungan serius. Namun tetap santai dan seperti teman biasa.
"Oke ya, sudah siap buat suap-suapan para pasangan???". Teriak MC dijawab para peserta dengan semangat. Namun tidak dengan Bintang.
Namun Bintang yang memang menyukai tantangan kini tampak bersemangat. Ia bahkan mewanti-wanti Alva untuk jangan sampai kalah hingga membuat Alva ingin tertawa.
"Jangan sampai jatuh ya kak, jangan sampai kalah pokoknya". Ucap Bintang saat MC sudah mulai menghitung.
Pada game pertama, masih banyak yang berhasil karena memang tidak terlalu sulit. Kini kain dilipat, menjadikan kain semakin kecil.
Para peserta diberikan tantangan untuk berdiri dengan satu kaki. Yang terjatuh sebelum tiga menit maka akan dinyatakan gugur.
Semakin semangat saja Bintang. Hingga tanpa sadar ia terus tersenyum dan saling berpegangan dengan Alva. Senyuman Bintang menambah kadar kecantikannya hingga membuat Langit ingin menariknya dan membawanya pergi. Menyembunyikan senyum dan wajah cantik itu dari pandangan semua orang.
Namun yang kini bisa ia lakukan hanyalah mengepalkan kedua tangannya dengan begitu erat karena Bintang seperti tak bisa ia gapai lagi.
Permainan terus berlanjut dan Bintang lolos. Membuat semangat gadis itu semakin berkobar hingga menularkan semangatnya pada Alva.
"Padahal kalau cuma jam kaya gitu sih bisa beli sendiri". Batin Alva. Namun ia tetap berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan Bintang yang terlihat begitu antusias.
Kain semakin dilipat dan semakin mengecil. Hanya tersisa beberapa pasangan termasuk Bintang dan Alva serta Bulan dan Sam. Nindy dan Ardi sudah gugur sejak babak kedua karena Nindy yang hilang keseimbangan.
MC memberikan instruksi untuk pasangan bisa berdiri diatas kain selama tiga menit. Bagaimanapun caranya keduanya harus berada diatas kain.
"Gimana caranya kak?". Tanya Bintang yang terlihat bingung. Sama seperti peserta lain yang terlihat memikirkan cara.
Alva memiliki ide bagus, namun tidak yakin jika Bintang akan mau melakukannya atau tidak.
"Aku ada ide, tapi nggak yakin kamu mau". Ucap Alva pelan membuat Bintang mendekat.
Alva membisikkan idenya di telinga Bintang. Dan apa yang mereka lakukan itu terlihat romantis dimata semua orang yang melihatnya.
"Atau enggak, kamu aja yang gendong aku". Alva memainkan alisnya naik turun.
"Ish..becanda mulu. Ya mana kuat". Mencebik kesal dengan ide konyol Alva.
"Ayo kita lakuin kak. Tapi harus menang ya". Ucap Bintang mengancam.
"Kamu berat sih tapi kayanya, tadi aja makannya banyak". Masih sempatkan diri menggoda Bintang yang langsung memelototinya.
...¥¥¥•••¥¥¥...
...Ada yang terbakar tapi bukan bensin. Apaan tuh?????🤔🤔🤔...
...Jawabannya ya jelas hatinya si Langit lah ya😂😂😂 Bau sangit nya udah nyampe sini loh Lang😂😂😂...
...Sabar-sabar aja Lang. Bintang aja kuat nunggu enam tahun, masa kamu baru sehari ketemu juga belum udah ngebul kepalanya😂😂😂...
...Iya nggak readers??? Iyain aja ya biar othornya seneng🤭😅😅...
...Kreji up lagi nih buat readers semuanya🥰 semoga senang ya readers😘...
__ADS_1
...Sarangheo readers♥️💋💋🥰😘💐💐💐...