
"Starla" ucap langit setelah berada tepat di depan wanita itu
"Langit" lirih starla yg refleks begitu saja menghamburkan dirinya,untuk memeluk tubuh lelaki itu
Dahi langit berkerut seketika saat mendapatkan pelukan yg begitu tiba-tiba tersebut,ragu-ragu langit ingin membalas pelukan dari starla namun tak urung juga sebelah tangan nya membalas dekapan starla,mengusap lembut punggung wanita itu
Bahu starla sedikit berguncang,langit tahu dengan pasti bahwa wanita itu tengah menangis.
Langit membiarkan starla memeluk tubuh nya,walaupun saat ini mereka menjadi tontonan empuk setiap pengendara yg lewat di sana
"Star__"
"Sebentar aja lang,biarin gue meluk lo sebentar aja" lirih starla dengan getaran suara yg begitu pilu,membuat langit menghentikan apa pun yg ingin dirinya ucapkan
Baiklah,langit tak bisa apa-apa saat ini selain mengusap punggung starla dengan lembut untuk menenangkan wanita itu,entah kenapa ada rasa sedikit menyesakan di ujung hati langit melihat wanita itu menangis tersedu di pelukan nya
Jika di suruh memilih,langit lebih suka starla yg menyebalkan dan keras kepala seperti biasa nya,daripada harus melihat starla terluka seperti saat ini
Rasanya tidak enak dan sedikit menyesakan di dada nya,ketika melihat starla seperti itu.
Seperti ada rasa yg hilang,terbang entah kemana dari diri nya
__ADS_1
"Star,kita ke mobil ya"
Langit membimbing wanita itu menuju kendaraan nya,mau tak mau starla mengikuti langit dia juga tahu langit tak nyaman di lihat manusia yg berlalu-lalang di tengah jalan raya sana
Pelan-pelan langit membawa tubuh starla untuk duduk di kursi mobil sport berwarna abu-abu metalik milik nya,setelah itu langit memasangkan seatbealt di tubuh starla sebelum akhirnya langit memutar tubuh nya untuk masuk kedalam mobil nya juga
"Star"
Langit mengengam dengan lembut pungung tangan starla,mendekatkan wajah nya dengan wajah starla untuk sedikit mengambil alih perhatian wanita itu,karna sejak tadi wanita itu tak mengeluarkan suara sedikit pun
Namun tetap saja starla tak bergeming dari memandang jalan raya di depan nya
Di tatapnya wanita itu dalam-dalam dengan sisa air mata di sudut mata nya,langit jadi teringat waktu pertama kali mereka bertemu,dan kondisi starla saat ini sama kacau nya seperti waktu itu,walau tak separah saat itu juga
Starla memutar wajah nya menghadap langit dengan sisa-sisa air mata di sudut mata nya
Memaksakan tersenyum untuk lelaki itu,seakan menunjukan bahwa dirinya baik-baik saja
kenapa lo sebaik ini sih lang,beruntung banget yg jadi istri lo nanti
"Star"
__ADS_1
"Eh... ya"
Deg !
Starla gelagapan sendiri mendapati wajah langit semakin mendekati wajah nya,sejak kapan pula dia melamun seperti itu hingga tak menyadari posisi wajah mereka semakin dekat,hingga hidung mereka saling bersentuhan
"A__apa"
Langit terkekeh melihat starla yg salah tingkah seperti itu,wanita itu sanggat mengemaskan apalagi saat melihat semburat merah muda yg tercetak jelas di wajah nya
"Kamu ngelamun"
"Eh eng__engak"
Astaga kenapa wanita itu mengemaskan sekali saat salah tingkah begini
Langit mengacak rambut starla,dan mencuit hidung wanita itu dengan senyuman mengembang,sangat manis hingga membuat debaran aneh di dada starla
Aish, langit kenapa jadi manis gini sih
"Kita makan dulu ya" katanya denga mata yg masih menatap starla
__ADS_1
"I__iya,terserah lo aja"
Starla mengangguk lalu melengoskan pandangan nya dari arah langit,bisa-bisa melompat keluar jantung nya jika terus di perlakukan seperti itu oleh langit