
Keluar dari kamarnya dengan terburu-buru, ponselnya tak henti berdering sejak tadi. Nama Bubul memenuhi layar ponselnya.
"Ah, gimana bisa aku kesiangan di hari penting kaya gini??". Bergumam sambil mencoba mengingat apa yang mungkin tertinggal.
Buru-buru berlari lagi saat merasa semua keperluannya sudah ia bawa. Ia membuka cepat pintu apartemen, bersamaan dengan pintu apartemen di seberangnya juga terbuka.
Kini Bintang mematung dengan mata mengerjap beberapa kali saat melihat sosok yang juga baru keluar dari unit apartemen didepannya.
"Dia?? Ngapain dia disini???", Berperang dengan batin dan pikirannya sendiri saat mendapati sosok yang sepertinya menempati unit apartemen diseberang unitnya.
Cukup lama keduanya mematung sampai sosok yang berdiri diseberang Bintang berdehem dan memanggil namanya.
"Bintang..." Yang dipanggil segera tersadar dari keterkejutannya.
"Kamu juga kesiangan??", Bertanya yang sebenarnya tidak perlu dijawab pun ia sudah tahu jawabannya. Hanya berbasa-basi mengusir canggung.
"Ya.." Senyum mengembang saat mendapat sahutan dari Bintang meski terdengar ketus.
Ia mengunci pintu apartemennya, sama seperti yang Bintang lakukan. Melihat Bintang berjalan cepat menuju lift, ia pun bergegas mengikutinya.
Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang berharga seperti ini. Takdir sedang berpihak pada dirinya dan Bintang.
"Lang..!" Tegur Bintang saat sosok yang tak lain adalah Langit meraih paperbag besar ditangannya.
"Biar aku yang bawain". Langit segera menjauhkan paperbag dari jangkauan Bintang saat gadis itu hendak meraihnya kembali.
"Nggak perlu, aku bi--" Tak mampu meneruskan apa yang hendak ia ucapkan saat dengan seenaknya Langit mengecup bibirnya.
"Lang!!". Tegur Bintang yang langsung memundurkan wajah sekaligus tubuhnya.
"Manis.." Tersenyum dengan wajah tanpa dosa. Tak merasa bersalah setelah membuat jantung seorang gadis bekerja tak normal akibat ulahnya.
Bintang memalingkan wajahnya. Sedikit banyak tak ada yang berubah dari Langit, dia tetap seenaknya. Dan akhirnya membiarkan paperbag berisi pakaian yang akan ia kenakan dipegang lelaki itu.
Karna jika ia memaksa untuk mengambilnya, laki-laki itu pasti akan melakukan hal yang lebih gila dibanding yang baru saja dilakukannya itu tadi.
Langit tersenyum puas saat Bintang diam dan tidak lagi mencoba mengambil paperbag yang ia bawa.
"Ayo.." Bintang kembali dibuat terkejut saat tangannya ditarik oleh Langit.
"Lepas Lang! Mobil aku ada disana". Mencoba melepaskan genggaman tangan Langit namun sia-sia.
"Kita pergi pakai mobil aku aja". Mencoba dan mencoba lagi, namun Langit menggenggam tangannya dengan erat.
"Jangan berontak, aku bisa lebih gila dari sekedar mencium". Berbisik tepat ditelinga Bintang hingga membuat tubuh gadis itu meremang.
Mendorong pelan tubuh Bintang agar masuk kedalam mobilnya.
"Good girl.." Kembali mendaratkan kecupan dipucuk kepala Bintang setelah memastikan Bintang duduk dengan nyaman dimobil miliknya.
__ADS_1
"Aaaa, kenapa?? Kenapa diem aja sih? Kenapa nggak nolak??", Bertanya pada hatinya yang seolah mengolok dirinya yang tak mampu menolak setiap perlakuan Langit yang seenaknya. Bahkan malah menikmati, dan itu sangat menyebalkan.
Langit membuka pintu belakang, memasukkan paperbag milik Bintang disana dan kemudian berlari kecil menuju pintu kemudi.
"Udah siap?". Tanya Langit yang tengah memasang sabuk pengamannya.
Bintang mendengus, memang untuk apa bertanya jika apapun jawaban Bintang tidak akan mengubah apapun yang akan Langit lakukan.
"Oke kalo udah siap. Kita berangkat sayang.." Melirik cepat saat Langit memanggilnya 'sayang'.
Ada yang bergetar disudut hatinya yang kian menghangat. Namun kesadaran membuatnya ingat, tentang sosok gadis yang mengaku sebagai calon istri Langit.
"Siapa dia??? Kalau dia calon istrimu, kenapa kamu seperti ini padaku?? Lalu kamu anggap apa aku ini???", Bertanya dan terus bertanya meski hanya hatinya yang berteriak.
Berulang kali Langit melirik Bintang. Bibirnya tersenyum saat harinya diawali dengan beetemu Bintang. Ia selalu merasa bahagia. Dan berharap Bintang juga bahagia seperti dirinya saat ini.
Tapi sepertinya, gadis pujaannya itu masih sedikit merajuk dengan segala yang terjadi diantara mereka. Belum lagi ditambah keberadaan Sofia yang membuat keduanya kian menjauh.
Langit menghela nafas panjang, berpikir untuk bisa secepatnya menyelesaikan permasalahan yang ada diantara mereka. Ia tak mau jika hubungannya dan Bintang semakin kacau dan nantinya benar-benar berakhir dengan perpisahan yang sesungguhnya.
Ia teringat ucapan Alva tempo hari. Laki-laki itu mengatakan jika ia harus berusaha lebih keras untuk bisa meluluhkan Bintang.
"Mungkin saat ini Bintang masih memiliki perasaan pada anda. Tapi jika anda tidak bisa meluluhkan kembali hatinya, maka dengan senang hati saya yang akan mengisi kekosongan hati Bintang". Mencebik sinis ketika mengingat setiap kata yang dilontarkan Alva pada dirinya.
"Jangan salah paham apalagi berpikir jika saya ada di pihak anda. Bintang masih memiliki tempat terluas dihati saya".
Tak lama ponselnya berbunyi, menghela nafas kasar setelah melihat siapa yang menelponnya.
"Ya". Berpura-pura acuh meski telinganya mendengarkan dengan seksama apa yang Langit bicarakan.
"Saya sudah bilang. Hari ini saya akan terbang dan kembali kesana, tunggu setelah acara pernikahan sahabat saya selesai".
deg..deg..
Jantung Bintang berdetak lebih keras. Kembali?? Apa maksudnya kembali?? Kembali kemana??
Bibirnya kelu bahkan hanya sekedar untuk bertanya pada Langit.
"Sekretaris saya sudah menjelaskan bukan? Jadi jangan hubungi saya sampai saya menghubungi anda". Memutuskan sambungan telepon dan meletakkan kembali ponselnya dengan sedikit kesal.
"Harus ku tunda. Ah!! Dasar pekerjaan s*alan!! Memangnya tidak bisa apa kalau lain waktu!". Mengumpat saat pekerjaan datang di waktu yang tidak tepat.
Itu artinya kesalahpahaman ini akan berlanjut hingga nanti dirinya kembali dari pekerjaannya yang menurut Langit sangat mengganggu.
Bintang termangu sendiri di kursi penumpang, memikirkan Langit. Apakah laki-laki itu sudah lelah?? Apakah laki-laki itu akan pergi meninggalkannya untuk kedua kalinya??
Lalu untuk apa semua sikap manis Langit jika pada akhirnya ia akan ditinggalkan lagi?
"Bagus lah. Aku bisa memulai hubungan yang baru dengan orang lain". Meski membisikkan hal itu untuk menenangkan hatinya, nyatanya justru semakin tak tenang membayangkan Langit kembali pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Bahkan ia belum menanyakan mengapa Langit pergi tanpa memberi kabar padanya selama bertahun-tahun?? Ia juga belum menanyakan kemana saja laki-laki itu? Dimana dirinya tinggal selama enam tahun lebih?? Dan siapa Sofia?? Masih banyak hal yang ingin ia tanyakan namun sayang ego nya terlalu besar karena merasa tersakiti dengan kepergian Langit sebelumnya.
Keduanya diselimuti keheningan selama sisa perjalanan mereka. Hingga akhirnya keduanya sampai di sebuah hotel yang berada ditengah kota. Tempat dimana akan diadakan acara sakral pernikahan sahabat baik mereka berdua.
Bintang yang sudah memegang handle pintu tersentak saat Langit dengan cepat menarik dan mendekapnya tanpa berbicara apapun.
"Lang.." Memanggil dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Langit. Namun Langit justru mengeratkan pelukannya.
"Sebentar..sebentar aja aku pengen peluk kamu". Tangan Bintang yang sudah terangkat siap mendorong dada Langit perlahan turun. Ia membiarkan Langit memeluknya dalam diam.
Untuk sesaat keduanya hanyut dalam situasi yang entah disebut apa jika seperti ini. Yang pasti keduanya sama-sama menikmati pelukan yang mampu membuat hati keduanya menghangat.
"Nyaman.." Batin keduanya kompak. Andai saja bibir mereka berucap, mungkin keadaannya akan lebih baik.
Cukup lama Langit memeluk Bintang. Lalu mendaratkan kecupan yang cukup lama dikening Bintang sebelum akhirnya melepaskan pelukannya meski sebenarnya enggan. Ia ingin berlama-lama memeluk Bintang, apalagi gadis itu tidak menolaknya.
Bintang turun dari mobil dengan wajah memerah. Merutuki tubuhnya yang tak sejalan dengan logikanya yang menolak Langit. Namun nyatanya tubuhnya jauh lebih jujur dibanding logikanya.
Membuka pintu belakang dan segerra meraih paperbag berisi baju miliknya, Bintang segera berlari menjauh dari mobil Langit.
Sedangkan yang masih duduk dibelakang kemudi mengulum bibirnya, melengkungkan bibir hingga membentuk senyum menawan yang mungkin mampu membuat kaum hawa menjerit jika melihatnya.
"Aku janji, sebentar lagi kita akan bersama lagi, Bintang. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita lagi..apapun dan siapapun itu". Menggenggam erat kemudi dengan gemuruh didadanya. Ia semakin tidak sabar untuk menjelaskan semuanya dan bahkan ia ingin segera melamar Bintang.
"Tunggu sebentar lagi. Setelah pekerjaan ini selesai, aku janji kita akan selalu bersama.."
Setelah cukup lama terdiam, Langit turun dari mobilnya. Berjalan tenang memasuki area hotel dan masuk ke dalam lift.
Ponselnya sudah berdering sejak tadi. Pasti teman-temannya yang menghubungi untuk menanyakan keberadaannya.
Menghela nafas panjang sebelum berjalan menuju kamar dimana teman-temannya berada. Ia sudah mempersiapkan diri untuk diledek teman-temannya karena Sam menikah lebih dulu.
Dan saat dirinya masuk, ia sudah diberondong pertanyaan oleh Roman. Tentang mengapa baru sampai, dari mana saja, dan banyak lagi ocehan temannya itu.
Tapi hal paling menyebalkan akhirnya terlontar dari mulut Arsen. Benar saja, dua temannya itu terlihat sangat puas menertawakan dirinya yang kalah cepat dibanding Sam.
"Gw juga bakal cepet nyusul". Kalimat itu sudah cukup ampuh untuk membungkam teman-temannya meski hanya beberapa detik. Karena nyatanya, tawa ketiga temannya kian pecah mendengar kepercayaan diri Langit yang entah kapan akan terwujud. Mengingat hubungan Langit dan Bintang yang kian hari bukannya membaik malah semakin memburuk.
Meskipun begitu, ketiganya mengaminkan ucapan Langit. Mereka juga ingin melihat sahabat mereka bahagia dengan wanita yang dicintainya.
...¥¥¥•••¥¥¥...
...Maapkeun othor yang ilang-ilangan, bukan tidak ingin tp apalah daya😪 Semoga senantiasa setia menunggu kelanjutan kisah mereka ya☺️...
...Sabar ya readers, ngga salah paham lagi kok. Beneran deh✌🏻😂😅...
...Harap sabar pemirsah, sesaat lagi kita nantikan si kang gelut bersatu, oke ya👍🏻😁...
...Happy reading semua🥳 sarangheo🥰💋💋💋😘😘😘💐💐💐...
__ADS_1