
"Varel mely,ngapain lo berdua" ucap nya dengan nada tidak santai
"Masuk" lanjut chika membuka daun pintu lebar- lebar mempersilahkan tamu nya untuk masuk
Walaupun chika merasakan jengkel setengah mati kepada dua orang itu,namun tetap saja dirinya masih menjunjung tinggi adab pertamuan yg menginstrupsikan bahwa tamu adalah raja yg harus di hargai ! Oke baiklah...
Setelah masuk dan duduk di ruang tamu rumah chika, tanpa basa-basi langsung saja varel mempertanyakan tentang dimana starla yg varel yakini bahwa chika pasti tahu keberadaan sahabat nya
"Dimana starla cik" tanya varel
Chika tertawa sumbang mendengar pertanyaan varel,untuk apa lagi laki-laki itu mencari starla?
Bukan nya lebih bagus mereka bersenang senang saja sana !
"Cik kamu tau kan starla dimana,plis cik kasih tau aku" timpal melly yg duduk di samping varel
"Cih sampai ni bumi kebelah dua juga gue ga akan pernah bilang dimana starla"
Chika muak !
Muak dengan duo penghianat di depan mata nya saat ini.
"Chika pliss,kasih tau kita starla dimana" bujuk melly kembali
Starla menatap wanita itu dengan seksama mencari kebenaran dari sudut mata nya,melly tak bohong dia sungguh mengkhawatirkan starla chika tahu itu
Ada rasa tak tega juga di ujung hati chika melihat wajah itu,wajah prustasi takut dan perasaan bersalah tegambar jelas dalam wajah sayu mely
"Gue kecewa kak mel sama lo, kenapa lo berdua bisa begini sih" ucap iba chika
"Aku juga gak tau chik,aku juga gak bisa milih buat jatuh cinta sama siapa. Kalau aja aku bisa milih aku juga ngak bakal mau jatuh cinta sama varel yg notaben nya pacar adik ku sendiri" jawab mely parau
Varel tergamang dengan penuturan melly,ada rasa sesak di hati nya melihat wanita yg duduk di samping nya itu.
Rasa sesal terpatri di ujung hati nya,kenapa dia tega mempermainkan dua orang wanita paling tulus yg dia kenal
"Gue ngak nyangka kak,cinta bisa buat lo buta mata sama hati kayak gini. Harus nya lo udah tau dong konsekuensi hal ini sebelum lo memutuskan"
Melly menundudukan wajah nya kebawah,bukan karna takut dengan chika melainkan apa yg di ucapkan chika adalah kebenaran yg tak ter elakan. Ya angap saja dirinya memang bodoh karna tetap melanjutkan hal menjijikan itu dengan semua konsekuensi yg dia pun sudah faham !
"Gue ngak bilang kalau cinta lo itu salah kak, semua orang punya hak buat jatuh cinta dan gak ada yg bisa ngelarang itu. Tapi apa otak lo juga udah di cuci sama cinta sampai gak bisa bedain mana yg salah mana yg bener"
Skakmat !
Baik varel maupun mely tak ada yg menyangah kalimat itu.
Seharus nya melly tak hanya menggunakan hati nya saja saat itu,seharus nya dia juga berfikir mengunakan logika,benar atau tidak kah perbuatan nya itu ?
Namun nasi sudah menjadi bubur,semua telah berlalu dan tak ada yg bisa mengubah nya kembali dari awal,yg dia bisa hanya mempertanggung jawabkan dan memperbaiki kesalahan nya.
Pandangan chika beralih kepada varel menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam
"Dan elo rel,selamat ya lo udah berhasil mengacaukan satu keluarga dan menghancurkan hubungan dua bersaudara"
Varel menatap datar chika,iya benar dia ******** dia egois. Varel sama sekali tidak marah dengan chika yg terang-terangan menyindir nya
__ADS_1
"Chik plis, lo boleh maki maki gue marahin gue tapi lo bilang sama gue dimana starla" ucap varel pasrah
Chika menarik nafas lambat-lambat mengalihkan pandangan nya dari varel ke sembarang arah
"Kalau lo tanya posisi starla gue gak tau,dia juga ngak ngasih tau gue. Cuma kalau lo tanya kondisi nya dia baik baik aja hanya itu yg gue tau"
Varel menyisir rambut nya ke atas dengan kelima jari nya,ada raut kelegaan di mata nya walaupun dia tak tahu posisi pasti sang kekasih namun mendengar kabar bahwa dia baik baik aja itu sudahla cukup
Begitupun dengan mely yg tampak legah saat mengetahui sang adik sepupu baik-baik saja
"Biarin aja dulu starla tenang, gue tau dia gak akan pernah lari dari masalah. Dia akan balik kok kalau udah tenang. Percaya sama gue" sambung chika
Mendengar penuturan chika yg ada benar nya itu membuat mereka sedikit tenang,sebelum beranjak pergi meninggalkan rumah besar berwarna pink itu
♥♥♥♥♥
Terjadi pertikaian kecil di kamar apartemen langit pagi itu,yg benar saja starla ingin menginap lebih lama
"Ngak" putus langit tanpa basi lagi
"Pliss ya ya mau ya,gue bisa kerja apa aja kok bantuin elo ya langit"
Starla mengoyang goyang bahu langit,berharap mulut nya mengeluarkan dengan cepat kata iya yg ingin sekali starla dengar
Serrr
Darah langit berdesar hebat saat starla meyentuh nya,bagaimana pun dia lelaki normal yg bernafsu dengan wanita apalagi di kamar seperti saat ini
eh kenapa otak nya jadi mesum begini
"Ngak"
"Ngidupin kompor aja gak bisa"
"Apa"
"T-tapi aku bisa belajar kok"
"Belajar mata mu,butuh berapa lama lagi saya harus nunggu kamu bisa masak" ucap langit malas
"Plis langit,sampai masalah aku selesai dan aku siap ngadapin masalah aku aja"
Tiba-tiba saja raut wajah starla berubah pias,kesedihan mendalam tercetak jelas di mata nya dan itu dapat dirasakan langit yg sedang menatap nya mencari cari kejujuran di sana..
Sial !
Kenapa langit harus menjadi manusia yg tidak tegaan begini sih,terlebih melihat seorang wanita seperti starla begini
Dan itu apaan kenapa sorot mata nya tiba tiba sedih begitu
astaga lang lemah banget sih jadi orang
"Aku bisa bantuin kamu sebisa ku kok disini,aku janji gak ngerepotin kamu. Atau aku bayar sewa deh selama disini. Gimana"
tunggu tunggu dia ngak pakai lo gue,sial kenapa dia manis banget sih kalau lagi lemah lembut gini. Eh apasih lang
__ADS_1
Langit mengelengkan kepala mengusir pikiran nya yg tiba-tiba mengagumi starla
"Plis lang aku gak tahu lagi harus kemana"
Rontok sudah harga diri starla,mana pernah dia ngemis ngemis seperti ini apalagi dengan seorang lelaki.
Bahkan varel sekali pun belum pernah membuat nya memohon seperti sekarang
"Oke dengan satu syarat" ucap langit lambat-lambat
Entah kenapa langit ingin sekali menolong wanita ini,wanita yg kelihatan nya saja ceria dengan tingkah aneh nya namun di mata starla jelas-jelas tersimpan luka yg cukup dalam !
"Apa ?" Jawab starla antusias
"Tidak membuat saya kesusahan dan kerepotan dengan tingkah kamu"
"Oke ada lagi"
"Kamu harus bisa masak,mulai besok saya mau sarapan dan makan malam dirumah" ucap langit menatap starla
Starla nampak berfikir. Masak, apa dia bisa ?
Menghidupkan kompor saja dia ragu,apalagai memasak
Tapi ....
"Gue coba" ucap starla ragu
Perlahan langit mendekatkan wajah nya dengan amat dekat menghadap wajah starla
Deggg.. debaran jantung starla berpacu cepat perlahan dia mundur menjauhkan wajah nya dari wajah langit
"Oke kalau gitu saya izinkan kamu sementara tinggal disini,tapi setelah semua urusan kamu selesai secepat nya keluar dari sini" ucap langit lambat lambat
Lega... starla lega mendengar nya spontan dia menjauh dari tubuh langit beranjak keluar dari kamar itu
Langit terkekeh kecil melihat kegugupan starla perlahan dia pun beranjak dari tempat nya duduk nya untuk mengunci pintu kamar nya setelah starla pergi dari sana tadi.
Namun belum pintu nya tertutup sempurna,suara melengking starla sudah lebih dulu menghentikan nya menutup pintu itu
"Tunggu"
astaga apa lagi anak ini
Langit sedikit mengeluarkan kepala nya kedepan,dan sudah mendapati starla berdiri di depan pintu kamar nya
"Apalagi si"
"Hehe pinjam baju lo dong gue belum mandi gak bawa baju ganti"
"Astaga starla belum berapa jam kamu janji gak akan ngerepotin saya"
Starla tersenyum jenaka memamerkan gigi-gigi putih nya
"Hehe maaf mendesak"
__ADS_1
Tak urung juga lelaki itu beranjak mengambilkan baju nya untuk starla pakai