Mengejar Cinta Di Masa Lalu

Mengejar Cinta Di Masa Lalu
Masih Mencintai


__ADS_3

Abian seakan duduk dengan tumpukan paku di bokongnya. Entah sudah berapa kali dia bergerak untuk membenarkan posisi duduknya. Apa semua pria yang sedang jatuh cinta mengalami hal yang sama denganku, batin Abian.


Suasana hening, saat tak seorang pun di antara mereka yang memulai percakapan.


"Maaf..."


"Begini..."


Ucap Abian dan Ayunda bersamaan. Lalu mereka pun tertawa bersama.


"Bapak saja duluan", pinta Ayunda dengan sopan.


Abian menghirup udara dan melepaskannya. "Saya sebenarnya sedikit ragu untuk mengatakan hal ini. Tapi sa..."


Drrt. Drrt.


Ponsel Ayunda tiba-tiba bergetar membuat Abian merasa terganggu. "Maaf, saya terima telepon dulu, pak", ucapnya seraya bangkit dari tempat duduk dan berjalan menjauhi Abian.


Saat Ayunda menjauh, Abian langsung meneguk segelas air putih yang ada di atas meja. Entah kenapa dia merasa seperti ABG yang malu-malu saat akan menyatakan cintanya.


Abian kembali membenarkan posisi duduknya, saat melihat Ayunda sudah memutus sambungan telepon dan berjalan kearahnya.


"Sebelumnya saya minta maaf pak. Saya ada urusan mendesak. Jadi harus buru-buru pergi."


Abian pun pasrah, rencana menyatakan cintanya pada Ayunda tidak menghasilkan apapun. "Oke, bu Yunda. Kita bisa atur kembali waktunya", ujarnya dengan tersenyum tipis.


"Iya, pak. Kalau begitu saya tunggu kabar dari bapak saja", ujar Ayunda seraya meraih tas miliknya yang ada di atas meja. Ayunda berjalan meninggalkan Abian, setelah berpamitan.


"Coba saja tadi aku langsung ungkapkan perasaanku, gak gantung gini jadinya!" sesalnya. Dengan buru-buru dia menyantap makanan yang sudah di pesan itu. "Buncit, buncit dah", ujarnya saat 2 piring makanan harus dia habiskan seorang diri.


 


Di rumah kediaman keluarga Ayunda, tampak Winda sedang berbicara serius dengan Tony. Sebuah fakta mengejutkan dirinya, bahwa ada sosok wanita mirip Ayunda keluar dari kediaman mereka setengah jam.sebelum kecelakaan Dafa terjadi.


"Apa kau yakin itu Yunda?"


"Kejadiannya di malam hari, saat itu penerangan sangat minim, jadi sulit melihat apakah itu Yunda atau bukan."


"Pakaian yang dia kenakan apa terlihat jelas?"


"Dia menggunakan hoodie persis milik Yunda."

__ADS_1


"Hoodie yang mana? Barangkali seseorang datang kemari untuk mencurinya."


"Saya tidak tahu pasti bu, tapi saya ingat Yunda pernah memakaihya."


"Dimana saya bisa melihat rekaman CCTVnya?" tanya Adrian yang baru saja datang dari dalam kamar.


"Sebentar, ada di dalam ponsel saya pak." Tony langung meraih ponselnya dari dalam.saku celana. Lalu dia membuka sebuah rekaman video yang tersimpan di dalam ponselnya. "Ini pak", ujarnya sembari menyodorkan ponsel miliknya pada Adrian.


Sesaat setelah ponsel berada di tangan Adrian, dia langsung menonton sebuah rekaman video yang sedang di buka itu. "Ini bukan Yunda. Saya paham betul cara jalan Yunda", ujarnya saat melihat wanita di dalam video itu melangkah keluar dari halaman rumah.


Adrian kembali mengamati video tersebut. Jarinya menghentikan video yang sedang di putar. "Hoodie ini memang mirip dengan milik Yunda", ujar Adeian sembari berfikir. "Jika dia bukan Yunda. Kapan dia masuk ke rumah ini?"


Adrian menatap Tony seolah sedang memintanya melakukan sesuatu.


"Baik, pak. Akan saya selidlki", ujar Tony sembari bangkit dari tempat duduknya dan berpamitan pada Adrian dan Winda.


"Semoga Tony menemukan bukti yang bisa membebaskan Yunda dari tuduhan itu."


"Kita doakan saja, ma."


Winda mengangguk pelan. "Ya, pa", sahutnya lirih.


 


Di kantor Ayunda. Baru saja dia melangah keluar dari kantor setelah menyelesaikan masalah yang terjadi siang itu. Seseorang yang sangat dia kenal sedsng berdiri di samping mobil milik pria itu.


Alfian pria tampan yang sedang menatap Ayunda dengan tersenyum, berhasil membuat Ayunda salah tingkah.


"Kakak mencariku?" tanyanya saat Alfisn berjalan menghampirinya.


"Iya, ada yang ingin aku bicarakan."


"Harus hari ini, ya?" tanya Ayunda yang merasa lelah setelah seharian bekerja.


"Iya", balas Alfian dengan singkat.


Ayunda terdiam sejenak. Sebenarnya dia ingin mengelak, tapi dia tak punya alasan untuk menolak ajakan Alfian itu. "Oke, ayo bicara:", ucap Ayunda menyetujui.


"Ayo, naik mobil kakak saja", ajak Alfian.agar mereka berada dalam satu mobil. Ayunda pun menuruti keinginan Alfian itu.


Saat ini Ayunda sedang berada di dalam mobil milik Alfian. Tidak bamyak obrolan di antara mereka di sepanjang perjalanan. Ayunda sesekali bertanya tentang keadaan Zahra yang langsung di jawab oleh Alfian. Tak berselang lama Alfian menepikan kendaraannya di sebuah cafe yang tak asing lagi bagi Ayunda.

__ADS_1


"Ternyata kakak mengajakku kesini", ujar Ayunda saat turun dari mobil. Lalu dia berjalan masuk. Alfian pun mensejajarkan langkahnya dengan Ayunda.


"Iya, di cafe ini kakak pertama sekali bertemu dengan orang yang kakak cintai tapi kakak tidak mengenalnya saat itu.


Ayunda terdiam sembari meneruskan langkahnya menuju sebuah meja. Alfian pun mengikutinya.


"Yunda yang pesankan untuk kakak, ya", pinta Alfian saat bokongnya baru saja menempel di kursi.


Ayunda menatap Alfian dengan tersenyum. Lalu dia memesan beberapa menu makanan untuk mereka berdua. "Kenapa kakak memintaku memesan makanan buat kakak?"


"Kakak sedang belajar menikmati makanan sesuai selera calon istri kakak!" seru Alfian dengan tegas.


Ayunds tersentak kala mendengsr pernyataan Alfian barusan. Lidshnya seakan tak mampu untuk berkata-kata lagi.


"Kakak tahu, Yunda tidak punya hubungan apapun dengan Abian. Jadi kakak tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini lagi, karena sampai detik ini kakak masih mencintai Yunda.


Ayunda semakin terperangah mendengar ucapan Alfian itu. Jantungnya pun berdegup kencang saat mendengar pernyataan cinta Alfian. "Maaf kak..." ucap Ayunda yang membuat raut wajah Alfian berubah seketika. "Eh, maksud Yunda bukan seperti itu.


Ucapan Ayunda terjeda sesaat, kala pelayan cafe membawa makanan pesanan Ayunda. "Maksud Yunda, maaf... beberpa kali Yunda acuh sama kakak, karena lagi.ada masalah yang harus.Yunda selesaikan."


"Kakak tahu apa yang menjadi masalahmu saat ini. Apa kakak boleh membantu?"


"Ya, silakan kak. Yunda memang sedang.bingung harus berbuat apa."


"Kalau begitu, kita makan dulu", pinta Alfian sembari membawa masuk sesendok mie goreng ke dalam mulutnya.


Tak banyak yang mereka bahas saat makan, karena Alfian dan Ayunda ingin tetap menjaga etika saat makan.


Setelah mereka menghabiskan makanan yang mereka pesan itu. Alfian kembali membahas masalah Ayunda.


"Aku akan menemukan rekaman CCTV yang menunjukkan kamu.tidak bersalah."


"Ya, kak", sahutnya dengan ramah.


Perbincangan mereka pun semakin melebar, hingga pada Alfian menyatakan tentang Zahra. Dia akan tetap membawa Zahra bersamanya meskipun dia menikah nanti dengan Ayunda.


"Kakak harap Yunda mau mempertimbangkan untuk menerima kembali cinta kakak", ucap Alfian sembari menatap mata Ayunda.


"Baik, akan Yunda pertimbangkan lagi kak", ujar Ayunda dengan tersemyum.


 

__ADS_1


__ADS_2