Mengejar Cinta Di Masa Lalu

Mengejar Cinta Di Masa Lalu
Pemenang Lomba


__ADS_3

Happy Reading 😊


🌸🌸🌸


Setelah satu jam berlalu, acara kembali dilanjutkan. MC kembali membuka acara, dengan meminta para peserta yang sudah lolos mengambil tiga bola yang berbeda warna, yang di dalamnya ada nomor serta tema yang akan mereka bawakan. Dan yang mendapat kesempatan pertama adalah Sherly.


MC memanggil nama Sherly agar maju ke panggung. Sherly bergeol dengan senyum yang mencoba menarik perhatian para dewan juri. Merasa yakin akan penampilannya, dia pun memulai dengan membuka sebuah acara infotainment. Mungkin karena kebiasaannya bergosip, mulutnya bercuit menirukan bak lambe tu***.


Sherly mengakhiri acara gosipnya dengan menyebutkan namanya sendiri. Hanya sebagian penonton yang bertepuk tangan, saat Sherly selesai berbicara.


MC melanjutkan dengan peserta ke dua, yang jatuh pada Ayunda. Baru saja Ayunda mengambil mic, para penonton sudah bertepuk tangan. Ayunda yang merupakan mahasiswi dari jurusan Ilmu Komunikasi ini, sering tampil di panggung membawakan acara kampus mereka, jadi banyak mahasiswa yang sudah mengenalnya. Meskipun pernah ada berita hoax yang pernah menimpa dirinya, mahasiswa lain tetap yakin Ayunda patut mendapatkan pujian atas kemampuannya itu.


Prokk... prok.


Tepuk tangan yang meriah, bahkan dua dewan juri berdiri, karena berdecak kagum melihat Ayunda yang baru saja menyampaikan berita dengan sangat lancar dan mantap. MC pun memuji kehebatan Ayunda, dia mengatakan Ayunda sudah seperti pembawa acara berita di televisi.


Setelah Ayunda turun dari panggung, MC memanggil peserta ke tiga untuk naik ke panggung. Inovatif naik dengan sedikit gugup setelah namanya dipanggil. Kepercayaan dirinya seakan runtuh saat kakinya sedikit terpelecok, karena membayangkan dua orang sebelumnya sudah menampilkan yang terbaik. Saat ini dia mendapat tantangan membawa acara olah raga. Pada hal sebelumnya dia tidak mempersiapkan tema itu. Walau sedikit bingung, dia berusaha tenang, setelah tadi sempat melakukan pencarian tentang jenis olahraga yang banyak diminati.


Penampilan ke tiga peserta sudah selesai, MC memberi jeda selama 10 menit untuk dewan juri mendiskusikan pemenang lomba pembawa acara hari itu.


Setelah dewan juri menentukan urutan pemenang. Salah satu juri memberikan amplop berisi nama pemenang kepada MC. MC memberitahukan bahwa juara pertama pada acara lomba tersebut akan menjadi pembawa acara di Santoso Station.


Dan waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba. Semua orang yang ada di dalam ruangan memberi perhatian untuk mendengarkan nama pemenang pada lomba pembawa acara itu, agar segera disebutkan oleh MC. Di mulai dari urutan ke tiga jatuh pada Inovatif Sri Sakti.


Setelah menyebutkan peringkat ketiga, MC kembali membuat suasana yang mendebarkan bagi para penonton bahkan ke dua peserta yang sedang berdoa dan terus berharap mendapatkan peringkat pertama.


"Dan pemenangnya adalah... selamat kepada Sherly Tri Dharma... " MC memotong ucapannya, namun Sherly sudah melakukan sembah sujud di atas panggung.


"... yang berada di peringkat ke dua. Selamat Ayunda Milly Rendra... kamu berada di peringkat pertama." MC melanjutkan ucapannya.


"Apa-apaan ini! Kenapa Kau curang!" sergah Sherly yang mendapat cemoohan dari para penonton.

__ADS_1


Huuuuuuuu...


"Kalah, kalah aja! Jangan memfitnah orang juga, kali!" teriakan dari arah penonton.


MC mencoba menenangkan suasana di dalam ruangan. Setelah suasana kembali tenang, dia mencoba menjelaskan dengan perolehan angka yang di dapat oleh Ayunda dan Sherly. Ayunda mendapat point 95, sedangkan Sherly hanya mendapat point 85.


Sherly buru-buru turun dari panggung untuk menghampiri sang juri yang telah mendapat ancaman darinya sebelum acara di mulai. Tatapan Sherly tak sedikit pun menciutkan nyali mereka.


"Maaf Non, kami sudah melakukan tugas kami. Lihatlah berapa skor yang kami berikan atas penampilanmu", ucap salah seorang juri dengan menyodorkan kertas penilaian.


Sherly terbeliak saat melihat skor yang diberikan oleh juri dari Santoso Station atas penampilannya. Lalu dia meminta kertas penilaian Ayunda, namun MC langsung menggagalkan keinginannya itu.


"Keputusan juri tidak bisa di bantah. Jadi tolong bersikap profesionallah!" ucap MC dengan tegas.


Sherly mendengus kasar, dia berlari dari ruangan itu dengan wajah memerah. Emosinya ingin dia luapkan, namun tak ingin semua orang melihatnya.


"Sial! Apa hebatnya orang udik itu!" Sherly terus menggerutu saat ke luar dari pintu ruangan.


Ayunda tersenyum ramah saat mendengar pujian semua orang, namun Ayunda tetap menunjukkan sikap yang mencerminkan kerendahan hatinya.


"Jangan terlalu memuji Pak, Bu. Saya hanya manusia biasa. Segala pujian itu semuanya atas karunia Allah."


Dewan juri dari pihak kampus tersenyum bangga mendengar ucapan Ayunda. Mereka senang karena tidak meloloskan Sherly yang memiliki sifat egois, dan melakukan sesukanya karena kampus tempat mereka mencari nafkah adalah milik kakeknya.


Ayunda berpamitan pada dewan juri, untuk mengurus sesuatu. Dia ingin mengejar Reina, karena saat turun dari panggung tadi dia melihat Reina tersenyum ke arahnya. Walau tidak terlihat jelas, tapi Ayunda yakin Reina sedang tersenyum padanya.


*


Ayunda terus mencari ke segala arah, namun tidak menemukan keberadaan Reina. "Di mana Kamu, Reina", gumamnya.


"Cari siapa, Ay?" tanya Dafa yang membuat Ayunda berbalik memandang ke arah Dafa. Ayunda hanya diam menatap Dafa dengan pikiran yang entah berada di mana. "Oh, ya... aku mau ucapkan selamat. Kau memang hebat di bidang itu", ucapnya dengan tersenyum untuk menghilangkan kebisuan di antara mereka, namun Ayunda tidak juga merespon ucapan Dafa.

__ADS_1


"Maaf, Daf. Aku ada urusan penting. Aku tinggal, ya", ucap Ayunda yang membuat Dafa mendelik. Belum sempat Dafa menjawab, Ayunda sudah melangkahkan kakinya meninggalkan Dafa.


"Kenapa Kau selalu menjauhiku, Ay", ucap Dafa dengan wajah sendu.


"Dafa!" teriak seorang wanita yang sangat di kenal Dafa. Dafa memijit keningnya yang mulai sakit, tak kala mendengar suara itu.


"Sayang... kenapa Kau tidak menyahut", ucapnya manja menambah rasa sakit di kening Dafa. Tanpa menjawab Sherly tunangannya itu, Dafa berlalu meninggalkannya.


"Sayang... sayang... jangan tinggalkan aku dong. Aku lagi kesal, nih." Sherly terus mengejar Dafa, berharap Dafa mau mendengarkan curhatannya.


*


Tit... tit.


Suara klakson mengalihkan perhatian Ayunda yang sedari tadi mencari Reina sampai di gerbang kampus.


"Cari siapa, Non?" tanya Tony yang baru saja tiba di gerbang kampus Ayunda.


"Reina, Mas. Sepertinya tadi dia jalan ke arah sini, tapi gak ketemu. Mungkin dia sudah pulang." jawab Ayunda dengan wajah sendu.


"Kenapa wajahnya sedih, Non. Bukannya Non Ayunda menang lomba hari ini?" tanya Tony yang mencoba menghibur Ayunda.


"Mas tahu dari mana?" tanya Ayunda dengan mengkerutkan keningnya.


"Itu, piala yang Non pegang", balasnya.


Ayunda terdiam, karena jawaban yang diberikan Tony tidak sesuai dugaannya. Dia fikir Reina yang sudah memberitahunya.


Maaf, Non. Mas berbohong, karena Reina tak ingin non tahu kalau dia masih peduli sama non. Batin Tony.


Mohon dukungan like dan votenya gaess 😊

__ADS_1


__ADS_2