
"Pagi honey" sapa Alfian kala Ayunda membuka matanya.
Ayunda menoleh ke samping menatap wajah tampan sang suami. "Pagi honey", balas Ayunda dengan berusaha bangkit dari tempat tidur.
Aww... Ringisnya kala merasakan nyeri di area s**sitifnya.
"Masih sakit?" tanya Alfian dengan perasaan bersalah.
Ayunda tersenyum melihat wajah khawatir Alfian. "Ini biasa terjadi, jangan berfikiran aneh gitu", kekehnya.
"Honey mau pergi kemana? Suamimu ini akan menggendongmu."
Ayunda kembali tersenyum kala melihat tingkah Alfian yang menurutnya lucu. Dia bergerak turun dari tempat tidur.
Alfian dengan sigap juga ikut turun dari tempat tidur. Netra Alfian terbeliak kala melihat bercak noda disprei.
"Pantas honey kesakitan", katanya yang baru melihatnya pagi ini. "Terimakasih, karena honey menjaganya untukku", lanjutnya seraya berjalan menghampiri Ayunda. Lalu dia merangkul sang istri dan mengecup lembut pucuk kepalanya.
"Ayo, kita siap-siap. Kakek meminta kita berkumpul di rumah Ayah dan Bunda siang ini."
"Baik, honey."
Tok. Tok.
"Papa..." panggil Zahra dari balik pintu seraya mengetuk.
Ceklek.
"Ya, sayang", sahut Alfian saat pintu terbuka lebar.
"Ara lapar, Pa."
Alfian sadar telah mengabaikan putri Siska itu, padahal dia baru saja menikah dengan Ayunda. "Maafkan Papa, Ara. Sebentar lagi Mama Yunda akan memasak untukmu", ujarnya.
__ADS_1
"Ya, sayang", timpal Ayunda. "Kamu tunggu di depan sama Papa, Mama mandi dulu", lanjutnya. Zahra pun mengangguk sebagai jawaban.
Lalu Ayunda berjalan menuju kamar mandi untuk menyelesaikan ritual mandinya.
...---...
Seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah keluarga Ayunda dengan segudang pertanyaan di dalam benak mereka. Siang ini Kakek Santoso menyampaikan kabar tentang pelaku yang telah membuat Restoran Bundo hangus terbakar.
Sang Bunda dan Adrian terbeliak kala mendengar bahwa wanita yang mereka pekerjakan beberapa hari yang lalu adalah suruhan dari Bi Arsih yang di bantu oleh Ayah dari Sherly.
Semua masalah itu sangat mudah diselidiki oleh sang Kakek, karena sedikit informasi yang sudah diberikan oleh Abian. Kini para pelaku sudah di tangkap oleh pihak yang berwajib.
Setelah kabar itu disampaikan oleh sang Kakek. Dia pun menambah kegembiraan orang tua Ayunda dengan mengatakan bahwa Restoran Bundo akan di bangun ulang dalam seminggu ke depan.
Ayah dan Bunda Ayunda sangat berterimakasih pada Kakek Alfian. Sekaligus meminta maaf atas peristiwa yang terjadi hampir 17 tahun yang lalu. Walaupun Ayah Ayunda tidak terlibat secara langsung, tapi dia melihat kejadian itu. Dia juga tidak melaporkannya pada pihak yang berwajib.
"Semua yang telah berlalu, biarlah berlalu. Kita hidup di masa kini, jangan lagi ada dendam yang membuat banyak orang celaka", ujar sang Kakek.
Tidak berhenti sampai di situ. Sang Kakek juga menyampaikan bahwa dia telah mengatur waktu tepatnya hari besok. Mereka akan melakukan perjalanan ke kampung halanan Ayunda. Sudah sangat lama da tidak ziarah ke makam kedua orang tua Alfian.
Seluruh keluarga Ayunda gembira, mereka tidak lupa berterimakasih atas banyak hal yang telah diperbuat sang Kakek pada keluarga Ayunda.
"Kalau semua sudah setuju, bukankah ini waktunya untuk makan?" tanya sang Kakek.
Semua orang tertawa bahagia mendengar ucapan sang Kakek. Pertemuan itu berakhir dengan makan siang bersama. Sebelumnya sang Kakek sudah meminta Bundanya Ayunda mempersiapkan menu spesial untuk semua orang yang akan hadir siang itu.
...---...
Waktu berlalu begitu cepat, hingga tanpa terasa sinar mentari pagi kembali menyinari, memberi kehangatan setelah satu malam guyuran hujan turun membasahi bumi.
Pagi ini adalah waktu untuk keluarga Ayunda pergi ke kampung halamannya. Semua keluarga sudah membawa segala perlengkapanmereka.
"Ayo, kita berangkat", ujar sang Kakek saat semua orang sudah masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju desa tempat Alfian dan Ayunda dulu bertemu. Tanpa terasa mereka sudah melewati setengah perjalanan. Pemandangan yang menunjukkan hamparan sawah yang sedang menguning membuat Ayunda kembali teringat akan masa kecilnya.
"Ayah, coba lihat anak kecil itu", kata Ayunda seraya menunjuk ke luar kaca mobil.
"Apa yang dia lakukan persis kamu waktu kecil", sahut sang Ayah.
Seorang anak perempuan dengan raut wajah bahagia sedang berlari ditepian pematang sawah. Tampak seorang pria keluar dari gubuk untuk menyambutnya.
Ayunda tersenyum bahagia kala melihat apa yang dilakukan anak perempuan itu.
Mobil terus melaju, hingga mereka tiba di tempat pemakaman kedua orang tua Alfian. Tampak makam yang terawat dan bersih. Mereka hanya setengah jam lamanya melakukan ziarah. Setelah dari tempat itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat terjadinya kecelakaan yang telah merenggut kedua orang tua Alfian.
Alfian, sang Kakek dan Ayah Ayunda meneteskan air mata saat berdiri tepat di tepi aspal dimana mobil orang tua Alfian berada sebelumnya.
"Sudah, jangan berlama-lama di sini", kata sang Kakek dengan wajah sendu. Dia melangkahkan kakinya berjalan menuju mobil di parkir. Alfian dan Ayahnya Ayunda pun mengikuti.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat penginapan, karena sang Kakek ingin mereka menginap 1 malam di sana. Rumah orang tua Ayunda telah di sita pihak yang berkepentingan karena perbuatan Paman dan Bibi mereka.
Alfian dan Ayunda menganggap ini adalah tempat bulan madu yang terbaik. Di desa ini mereka saling bertemu dan di desa ini pula mereka kembali menjadi sepasang suami dan istri.
Zahra yang tidak punya hubungan darah sama sekali sudah sangat akrab dengan kedua orang tua Ayunda. Malam ini dia pun tidur bersama orang tua Ayunda yang sudah dia anggap sebagai Kakek dan Neneknya sendiri.
"Setelah kita kembali ke kota besok kita harus menjenguk saudara kita yang sedang di tahan karena kesalahan mereka sendiri. Kakek tidak mau mereka terus menyimpan dendam", ujar sang Kakek pada saat mereka berkumpul untuk menikmati makan malam.
Seluruh keluarga menyetujui ucapan sang Kakek, namun mereka tidak yakin bahwa saudara mereka yang saat ini masih di tahan itu, dapat mengakui kesalahannya dan tidak menaruh dendam.
...---...
Cerita ini author segera tamatin, karena sudah terlalu banyak konfliknya. Author takut ceritanya entar malah semakin gak nyambung.
Terimakasih banyak buat readers dan para author lainnya yang selalu support saya lewat like, coment dan hadiahnya. Thank you so much...
Jangan lupa mampir juga di karya author yang masih on going 😊. I'm waiting for you.
__ADS_1