Mengejar Cinta Di Masa Lalu

Mengejar Cinta Di Masa Lalu
Rumah Baru Ayunda


__ADS_3

Happy Reading 😊


🌸🌸🌸


Adrian, Ayunda dan sang bunda bergiliran masuk untuk bertemu sang ayah yang sedang di tahan, sampai kasusnya di sidangkan.


Saat ini adalah giliran sang bunda masuk, untuk bertemu dengan sang ayah. Dia duduk dengan menundukkan kepalanya, tanpa menyapa mantan suaminya itu. Rasa canggung mulai menyelimuti mereka, karena hampir 13 tahun sudah mereka tak bertemu.


"Apa kabar, Bunda?" tanya sang ayah membuka perbincangan, setelah mereka bungkam beberapa saat.


Sang bunda bergeser dengan gelisah. "Ehm, ba- baik", balasnya masih dengan rasa canggung. "Ka- kamu bagaimana?" tanyanya dengan suara bergetar. Sang ayah pun tersentak kaget, karena sang mantan istri tidak lagi memanggilnya dengan sebutan ayah.


"Oh, aku baik", jawabnya lirih. "Sepertinya bunda memang sangat baik, bunda terlihat sedikit gemuk." Sang ayah tertawa renyah, membuat sang bunda mendongak. "Dan... tetap cantik", ucapnya kemudian masih dengan tertawa. Sang bunda kembali menunduk dengan tersipu malu.


"Ayah bisa, aja", balasnya. Gelayar aneh dirasakan sang ayah, tatkala mendengar mantan istrinya kembali memanggilnya dengan sebutan ayah.


"Terima kasih, Bunda."


Sang bunda mendongak, mencoba mencari jawaban atas pernyataan mantan suaminya tersebut. "Untuk apa?" tanyanya.


"Karena bunda masih memanggil dengan sebutan ayah", ucapnya dengan menitikkan air mata. Sang mantan istri pun ikut menangis. Rasa haru menyelimuti mereka, karena perceraian yang sama-sama tidak mereka inginkan.


"Waktu kunjungan selesai!" seru petugas penjaga tahanan.


Dengan gemetar sang ayah memegang tangan mantan istrinya itu, namun sang bunda langsung mengelak. Dia pun kembali bersedih melihat reaksi mantan istrinnya, dia mengira bahwa sang mantan masih membencinya.


"Ayo... sudah selesai, Bu!" seru sang pengawal.


"Tunggu sebentar, Pak. Tidak sampai 1 menit."


Sang petugas akhirnya memberikannya waktu tambahan. "Oke, hanya 1 menit!"


"Ayah, maaf. Bunda tidak bermaksud untuk menolak ayah. Tapi bunda ingin kita rujuk, dulu", ucapnya dengan tersenyum. Sang ayah pun ikut tersenyum sebelum petugas membawanya kembali masuk.


*


Adrian membawa sang bunda dan sang adik ke suatu tempat, setelah pulang mengunjungi sang ayah. Mobil yang dikendarainya berhenti tepat di sebuah rumah berpagar putih.


"Kita ke rumah siapa, Kak?" tanya Ayunda dengan menyembulkan kepalanya dari dalam mobil, setelah jendela kaca mobil dia turunkan.


Adrian memandang Ayunda dengan tersenyum bahagia. "Ayo, kita masuk dulu", ajaknya, dan langsung melangkah ke luar dari dalam mobil, yang diikuti oleh sang bunda dan Ayunda.

__ADS_1


"Ini rumah siapa, Kak?" tanya Ayunda yang sudah penasaran sedari tadi, namun Adrian tak kunjung menjawabnya. Dengan santainya dia berjalan, melangkahkan kakinya masuk melalui pintu gerbang. Ayunda dan sang bunda juga ikut masuk. Ayunda berjalan dengan menghentakkan kakinya, lantaran kesal sang kakak belum menjawabnya.


"Bagaimana rumahnya?" tanya Adrian saat mereka sudah berada di dalam rumah.


"Rumahnya bagus, Kak." Ayunda mengedarkan pandangannya sambil mengangguk-angguk. "Tapi ini rumah siapa? Dari tadi kakak gak jawab pertanyaan Yunda!" serunya berdecak kesal.


Adrian tersenyum bahagia. "Ini rumah kita!" sahut Adrian girang. Ayunda dan sang bunda menoleh bersamaan, lalu menatap Adrian untuk meminta penjelasan lebih.


"Jadi, kita akan tinggal di sini, Kak?" tanya Ayunda memastikan.


Adrian berjalan menghampiri Ayunda dengan menggukkan kepalanya. "Ya, gimana dek, kamu suka?" tanyanya.


Ayunda mengangguk cepat. "Sangat suka, Kak. Yunda bisa buat taman di belakang. Kalau di apartement yang di lihat hanya tembok", jawabnya.


"Baguslah, kalau Yunda suka. Kalau bunda gimana?" Adrian beralih pada sang bunda untuk meminta pendapatnya.


Sang bunda tersenyum menatap ke dua anaknya yang sedang menoleh ke arahnya. "Bunda pasti suka dengan pilihan anak-anak bunda", balas sang bunda.


"Terima kasih, Bun." Adrian menjawab dengan senyum kebahagiaan. "Mulai hari ini dan seterusnya, kita akan tinggal di sini." ujarnya, saat Ayunda baru saja mengaktifkan ponselnya.


"Hem, baiklah Kak. Aku akan segera membereskan pakaianku!" Ayunda mengatakannya dengan membuat gerakan seperti patriot, sehingga sang bunda dan Adrian tertawa bersama.


Drrt... drrt.


"Angkat saja, dek. Kemaren Kau sudah merejct telepon darinya. Mungkin ada hal penting yang ingin disampaikannya", sahut sang kakak.


Ayunda menggeser tombol hijau di ponselnya dengan gugup. "Ha- hallo", sahutnya.


"Akhirnya Kau mengangkat teleponku. Yunda sekarang di mana? Kenapa ponselmu gak aktif dari kemaren?"


"Habis baterai", balasnya dengan nada datar.


"Oh, syukurlah tidak kenapa-napa. Tapi Yunda di mana? Aku ada di depan pintu apartement, sudah satu jam menunggu, tapi gak ada yang bukakan pintu. Apa kalian sedang tidak di rumah?" Ferdo terus mencecar banyak pertanyaan.


"Hem, kami sedang di luar", balas Ayunda.


"Di mana? Aku akan segera menyusul ke sana!"


"Tidak perlu. Aku akan menutup teleponnya. Bye."


"Yun... "

__ADS_1


Panggilan sudah terputus sebelum Ferdo menyelesaikan ucapannya. Ayunda mulai lunglai sambil beringsut mundur, lalu dia duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu. Matanya mulai memanas, dan akhirnya air di pelupuk mata yang sudah tertahan sedari tadi, jatuh membasahi pipinya.


"Sabar ya, dek", ucap Adrian.


Drrt... drrt.


Ponselnya kembali berbunyi, namun Ayunda mengabaikannya. Bahkan langsung menonaktifkannya, sebelum mengganti nomornya.


***


Setelah pemberhentian Andrian dari Santoso Station, Adrian langsung menjual apartementnya pada salah seorang sahabatnya. Dia ingin menghapus beberapa kenangan apartement itu yang berkaitan dengan Ferdo. Dia juga telah memulai sebuah usaha baru, bermodalkan rekanan yang selama ini di kenalnya. Memang tak dapat dipungkiri, bahwa perkenalannya dengan Ferdo membawa keuntungan baginya, tapi bukan seperti yang di tuduhkan oleh orang-orang padanya.


Tak jauh berbeda dengan Adrian, Sang bunda juga telah memulai usaha barunya, sesuai dengan yang diminati oleh sang bunda. Sebuah toko kue yang bernamakan Happy Cake memang belum mempunyai pengunjung yang ramai, namun sang bunda yakin suatu saat toko kuenya akan terkenal. Sedangkan Ayunda lebih memilih kuliah online, karena sebentar lagi dia akan menyelesaikan kuliahnya.


*


Ayunda menjalani kehidupan yang baru. Saat ini Ayunda dan sang bunda bersiap untuk pergi ke pasar tradisional dekat rumah baru mereka. Mereka ingin berbelanja keperluan selama seminggu, agar tidak bolak-balik ke pasar.


"Aww... " ringis seorang wanita paruh baya yang berjalan terburu-buru.


"Ibu, tidak apa-apa?" Ayunda menghampiri sang ibu dengan rasa bersalah.


"Ehm, tidak apa-apa, Nak. Tadi, ibu kurang hati-hati, karena tak melihat jalan", ucapnya seperti orang ketakutan. Sorot matanya terus dia edarkan, seperti sedang mencari seseorang.


"Syukurlah, Bu. Apa ibu sedang di kejar seseorang?" Ayunda bertanya sambil mengikuti arah ekor mata sang ibu.


Sang ibu menggeleng cepat. "Oh, bukan nak. Ibu tadi hanya buru-buru, saja", jawabnya sedikit gugup. Namun Ayunda terus memperhatikan sorot mata sang ibu yang seperti orang ketakutan.


"Ibu jangan takut. Coba ceritakan sama Yunda. Jika memang ada yang sedang mengejar ibu, barang kali Yunda bisa membantu", tuturnya dengan lembut, yang membuat sang ibu terdiam sambil memikirkan sesuatu.


"Yunda", panggil sang bunda yang baru saja selesai membeli daging untuk di buat rendang.


"Bunda", panggilnya dengan tersenyum.


"Kenapa Kau berdiri di tengah jalan, gini?" tanya sang bunda saat melihat Ayunda berdiri menghalangi jalan orang yang lewat.


"Oh, ini Bun. Ibu ini- " tunjuk Ayunda dengan mengernyitkan keningnya karena sang ibu sudah tidak berada di tempat.


"Ibu siapa?" tanya sang bunda.


"Tadi ada di sini, Bun", ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


"Sudah jangan dipikirin. Ayo, kita pulang!" ajak sang bunda. Lalu mereka berjalan bersama ke luar dari dalam pasar, namun Ayunda tak berhenti memikirkan sang ibu yang ditemuinya tadi.


Bantu like dan votenya gaess biar otor tambah semangat... tengkyu 🀝


__ADS_2