Mengejar Cinta Di Masa Lalu

Mengejar Cinta Di Masa Lalu
Pelaku Penabrak Orang tua Ferdo


__ADS_3

Happy Reading 😊


🌸🌸🌸


Ayunda memasukkan kembali ponsel ke dalam tasnya, setelah menerima telepon dari seseorang yang sudah di tunggu-tunggunya. Lalu dia berjalan masuk ke dalam mobil yang sejak dari tadi parkir di depan gerbang kampusnya.


"Ayo, jalan Mas", ucapnya dengan riang. Tony pun melirik dengan heran dari spion dalam mobil. Dia tersenyum sambil menginjak pedal gas, lalu menjalankan kendaraan meninggalkan kampus Ayunda.


"Mas Tony", panggilnya yang langsung di balas oleh Tony sambil melirik ke spion dalam mobil. "Hem, bagaimana hubungan Mas Tony dengan Reina? Apa baik-baik saja?" tanya Ayunda dengan sedikit gusar.


Tony menghela nafas berat, lalu kembali melirik ke arah spion. "Sebenarnya, Aku telah menolak pernyataan cinta Reina", sahut Tony dengan rasa bersalah.


Ayunda terkesiap saat mendengar penuturan Tony. "Apa? Reina yang menyatakan cinta?" tanya Ayunda tak percaya.


Tony berdehem, "Ya, Non", balasnya.


"Oh, apa karena mas Tony menolaknya ya, makanya Reina jadi bertingkah aneh", gumamnya, namun masih dapat di dengar oleh Tony.


"Apa Reina melakukan sesuatu yang aneh?" tanya Tony yang mulai khawatir.


Ayunda menggelengkan kepalanya. "Oh, bukan Mas... bukan seperti yang Mas Tony pikirkan. Saat ini Reina sedang menghindar dariku, bahkan dia mengatakan bahwa dia bukanlah sahabat yang baik bagiku", ucap Ayunda yang menaruh curiga akan perkataan Reina tadi. "Bagaimana aku bisa mencari tahu masalah dia yang sebenarnya, jika dia selalu saja menjauh dariku", ujarnya dengan mendesah berat.


Tony terdiam, namun masih tetap fokus menyetir. Saat ini Tony menyalahkan dirinya sendiri atas penolakan yang telah dilakukannya pada Reina, meskipun Ayunda mengatakan bahwa Reina punya masalah yang lain.


"Aku akan membantumu lagi, Non", seru Tony yang selalu berhasil membujuk Reina.


"Eh, jangan Mas. Aku tidak mau Reina semakin berharap pada Mas, dan itu pasti lebih menyakitkan baginya", balas Ayunda. "Nanti, aku akan pikirkan cara lain, saja", ucapnya kemudian dengan memaksakan senyumnya.


*

__ADS_1


"Assalamualaikum... " Ayunda memberikan salam saat baru saja membuka pintu apartement. "Bunda... Kak Adrian... " panggilnya bergantian, lalu mengedarkan pandangannya saat tidak ada yang menyahutnya.


"Bunda dan kak Adrian mana, ya?" Ayunda bergumam sambil melangkahkan kakinya menuju balkon.


"Hem, ternyata memang di sini", ucapnya saat menemukan keberadaan sang bunda dan Adrian. "Pantes tak ada yang menyahut salam Yunda", ujarnya dengan menghampiri sang bunda, lalu memeluknya dengan erat. "Bunda... " ucapnya masih dengan memeluk sang bunda.


"Ya, Nak", balas sang bunda dengan mengusap lembut punggung Ayunda.


"Apa yang ingin kakak sampaikan?" tanya Ayunda saat melepas pelukannya dari sang bunda.


Adrian menatap dengan serius Ayunda. "Ayah kita..." tutur Adrian menggantung ucapannya. Ayunda mendelik saat sang kakak hendak mengatakan sesuatu tentang ayah mereka.


"Apa terjadi sesuatu pada ayah?" tanya Ayunda yang menuntut jawaban segera.


Adrian mengangguk, "ya", balasnya singkat.


"Yunda... ayah akan di tahan", ucap Adrian yang membuat Ayunda terkesiap.


"Kenapa? Kesalahan apa yang sudah dilakukan ayah, kak?" tanyanya dengan gusar.


"Yunda... " panggil sang bunda dengan lembut sambil menenangkan putrinya itu. "Ayah kamu tidak bersalah, Nak. Tapi, ada orang telah membuat ayah menjadi pelaku, atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya", tutur sang bunda menjelaskan pada Ayunda.


Ayunda mengernyitkan keningnya. "Siapa, Bun? Siapa orang yang sudah tega melakukan itu?" Ayunda bertanya dengan nada emosi, namun sang bunda hanya tertunduk lesu. Lalu dia mengusap kasar wajahnya. "Apa Kakak sudah punya bukti yang menunjukkan bahwa ayah tak bersalah?" tanya Ayunda yang membuat Adrian mendongak ke arah Ayunda.


"Jadi Kau juga sudah mendengarkan pembicaraan kakak di telepon?" tanya Adrian.


Ayunda terpaksa menganggukkan kepalanya. "Ya, maaf kak. Aku tidak sengaja", balasnya.


Adrian menghela nafas panjang. Dia tak ingin ada lagi yang dia di tutupi dari keluarganya. "Maafkan kakak yang tidak menceritakan hal ini sebelumnya. Tapi, sekarang kakak akan menceritakannya", ucapnya dengan mendesah. "Kakak mengetahui hal ini, saat akan memberitahu Salsa, putri Bude Arsih yang meminta di carikan pekerjaan di sini. Kakak akan memberikan pekerjaan sebagai asisten yang membawakan berkas yang diperlukan oleh divisi pembawa acara. Namun Bude Arsih berdalih, bahwa kakak tidak sungguh-sungguh memberikan Salsa pekerjaan." Adrian kembali menghela nafas untuk memberi jeda ucapannya.

__ADS_1


"Kakak dapat informasi dari orang suruhan kakak, bahwa keluarga bude Arsih sangat kaya saat ini. Bahkan mereka sudah membeli satu unit mobil. Ini sangatlah tiba-tiba, karena tak mungkin pakde yang membeli itu semua", tutur Adrian yang tahu pekerjaan sehari-hari pakdenya itu, bahkan sekalipun pakdenya itu bekerja lembur.


"Apa kakak mencurigai seseorang?" tanya Ayunda.


"Saat ini kakak tidak ingin mencurigai siapa pun, tapi kakak sedang berusaha mengumpulkan bukti-bukti." Adrian kembali menjeda ucapannya. "Apa ada orang lain yang mengetahui keberadaan ayah, selain Bude Arsih dan kakak!" ujarnya sambil berfikir.


"Bisa jadi, Kak", sahut Ayunda. "Kalau begitu apa yang bisa Yunda dan bunda lakukan, Kak?" tanya Ayunda yang ingin turut serta membantu sang ayah.


"Bunda dan Yunda cukup bantu dalam doa saja, karena ini sangat berbahaya", sahutnya dengan wajah serius.


"Itu pasti, Kak. Aku akan selalu mendoakan bukan hanya ayah, tapi kita semuanya agar dihindarkan dari perbuatan jahat", balas Ayunda sambil menatap sang kakak. "Ingatlah, kak! Yunda akan tetap mendukung semua keputusan kakak", ucapnya masih dengan menatap serius sang kakak.


"Bagus, dek. Kakak senang dengan jalan pikiranmu." Adrian tersenyum sambil mengusap lembut rambut Ayunda.


Sang bunda pun ikut tersenyum tatkala melihat kedua anaknya yang saling tersenyum dan saling mendukung.


***


Sebuah berita besar heboh di beberapa media, yakni terkuaknya pelaku penabrak lari keluarga Santoso 13 tahun silam, berita itu sedang menjadi trending topik saat ini dan ramai dibicarakan orang.


Pelaku yang tak lain adalah ayah dari sahabatnya sendiri, telah membuat gempar seisi perusahaan Santoso Station. Mereka berspekulasi bahwa ayah Adrian telah melakukannya dengan sengaja, karena ingin menjadikan Adrian sebagai tameng untuk mengambil alih harta warisan Ferdo.


Ferdo merasa jengah mendengarkan penuturan karyawan penggosip, yang selalu mengatakan hal buruk tentang ayah Ayunda kekasihnya itu. Apalagi Ayunda tidak mengangkat telepon darinya sama sekali.


Ferdo mengacak frustasi rambutnya, karena tidak dapat melakukan apapun untuk membantu sang kekasih. Dia duduk di kursi kebesarannya sambil menatap nanar langit-langit ruangannya.


"Kenapa aku tidak diizinkan untuk merasakan manisnya kasih sayang dari seseorang yang dicintai", ucapnya dengan wajah sendu.


Ferdo bingung harus melakukan apa. Bahkan desakan sang kakek juga semakin membuat pikirannya ruwet, karena sang kakek ingin Ferdo segera memecat Adrian dari perusahaannya. Dia tak ingin melihat anak pembunuh orang tua Ferdo hidup dengan nyaman, karena menikmati harta yang dia dapatkan selama bekerja di sana.

__ADS_1


__ADS_2