My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 108


__ADS_3

“Maaf, aku mengangkat telepon sebentar.” Gwen pamit keluar ruangan setelah meletakkan gelas kosong di meja. Dia tak ingin pembicaraan dengan selingkuhan suaminya didengar oleh Danzel.


Danzel mengangguk, dengan berat hati dia mengizinkan wanitanya keluar. Sejujurnya sangat ingin tahu, tapi sepertinya Gwen tak ingin obrolan didengar olehnya. “Pergilah.”


Gwen pun meninggalkan Danzel sendirian. Dia ke toilet khusus karyawan dan memastikan tak ada orang lain yang berada di sana. Karena panggilan sudah terputus, sekretaris CEO Patt Group itu menghubungi balik Alcie.


“Ada apa tadi meneleponku?” tanya Gwen setelah panggilan diangkat oleh Alcie Glee.


“Siang ini aku baru bisa ke dinas sosial, kita langsung bertemu di sana saja!” ujar Alcie. Sudah empat minggu dia menghilang bak ditelan bumi, sampai hak asuh Aldrich belum selesai diurus dan Gwen berkali-kali mengirimkan pesan padanya untuk segera bertemu menyelesaikan semuanya sesuai kesepakatan.


“Oke, aku akan coba izin pada atasanku,” balas Gwen.


Panggilan pun langsung ditutup sepihak oleh Alcie Glee. Dia memang bermaksud untuk menyampaikan itu saja.


Sekretaris CEO Patt Group kembali lagi ke ruang kerjanya. Dia mengulas senyum dan mengelus lengan Danzel. “Bolehkah aku izin sebentar untuk mengurus sesuatu?”


“Ke mana?”

__ADS_1


“Ada, di suatu tempat.” Gwen tak ingin menjawab terang-terangan daripada Danzel banyak bertanya padanya.


“Apakah sangat penting urusanmu?”


Gwen mengangguk. “Sudah lama aku merencanakan ini, tapi belum terealisasi.”


“Baiklah, ayo aku antar.” Danzel langsung berdiri dan menengadahkan tangannya di hadapan Gwen. Ingin menuntun wanitanya untuk beranjak dari sofa nyamannya.


Gwen menggeleng, dia tak mau Danzel tahu urusannya kali ini. “Aku diantar oleh Chimera saja.”


“Iya.”


Danzel menghembuskan napasnya. Gagal sudah dia ingin tahu urusan sepenting apa yang ingin dikerjakan oleh Gwen. “Oke, hati-hati dan cepatlah kembali.” Ia meninggalkan kecupan di kening wanitanya dan terpaksa membiarkan sekretaris kesayangannya pergi bersama Chimera.


Setelah kepergian Gwen, Danzel yang memiliki tingkat keingintahuan tinggi itu pun ingin secara diam-diam mengikuti. Ia segera berjalan menyusul dua orang yang sepertinya sudah mulai pergi dari perusahaan.


“Tuan, Anda mau ke mana? Lima belas menit lagi Mr. Franky datang ke sini untuk rapat. Nona Gwen baru saja menitipkan pesan padaku untuk mengingatkan Anda,” ucap Steve. Dia tahu jika atasannya itu seperti tergesa-gesa ingin keluar.

__ADS_1


Danzel berhenti melangkah dan menyugar rambutnya kasar. Mr. Franky adalah rekan bisnisnya yang sangat sulit diajak kerja sama. Jadi dia memilih mengubur rasa ingin tahunya yang membucah daripada kehilangan tender senilai satu juta euro. Toh sudah ada Chimera yang menjaga Gwen.


Sementara itu, Gwen dan Chimera baru saja sampai di depan kantor dinas sosial. Gwen menghubungi Alcie lagi untuk memberitahukan bahwa dia sudah berada di sana.


“Chimera, kau tunggu aku di mobil saja, ya? Aku tak lama, hanya mengurus dokumen,” pinta Gwen.


“Tidak, Nona. Aku akan ikut, tak ingin mengambil risiko jika Tuan Danzel tahu aku tak menjalankan tugas dengan benar dan berakhir akan dipecat,” tolak Chimera.


Gwen menghela napasnya. Dia tak ingin urusan pribadinya sampai diketahui oleh orang lain. Ternyata dicintai oleh seorang CEO yang terlalu bucin sangatlah mengurangi ruang privasinya.


“Aku tak akan mengadu pada Danzel. Tenang saja. Kau bisa tidur sebentar di sini.” Gwen tetap berusaha untuk membujuk. “Lihatlah matamu, terlihat sayu dan sangat lelah.”


...*****...


...Enak dan gaenak emang kalo punya pasangan posesif. Enaknya karena merasa sangat disayangi tapi gaenaknya jadi ga bebas gapunya ruang privasi sendiri....


...Jadi, kalian pilih pasangan yang apa? Posesif apa enggak?...

__ADS_1


__ADS_2