My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 145


__ADS_3

Gwen tak jadi melanjutkan sapaannya karena yang datang bukanlah Danzel Pattinson, melainkan asisten CEO Patt Group bersama seorang wanita yang dia tak tahu siapa.


Steve terpaksa harus datang ke mansion Pattinson karena psikiater menghubunginya jika tak diizinkan masuk oleh petugas karena tak bisa menunjukkan bukti bahwa diundang atau dipanggil oleh Tuan dan Nyonya di rumah besar itu. Sehingga dia yang baru akan pulang ke rumah pun harus mengurus hal tersebut terlebih dahulu.


“Steve, di mana Danzel? Kenapa kau datang bersama seorang wanita?” Gwen langsung menyerang asisten kekasihnya dengan serangkaian pertanyaan.


“Jangan menunggu Tuan Danzel, Nona. Dia sedang ada pekerjaan di luar negeri.” Steve terpaksa harus berbohong karena atasannya sudah menghimbau agar tak memberitahukan pada siapapun tentang kepergiannya sebelum mematikan ponsel.


“Ke mana? Kenapa kau tak ikut?” Gwen masih terus penasaran. Tumben sekali Danzel tak mengabari dirinya jika ada pekerjaan di luar negeri. Biasanya nomor satu jika berpamitan padanya.


“Aku ditugaskan untuk mengurus perusahaan di sini, Nona.” Steve memilih menjawab pertanyaan kedua. Dia tak memberitahukan ke mana perginya CEO Patt Group itu yang mendadak hilang seperti ditelan hiu. “Ini Sophie, psikiater yang ditugaskan oleh Tuan Danzel,” imbuhnya memperkenalkan wanita yang datang bersamanya.

__ADS_1


Steve pun menjelaskan kenapa seorang psikiater datang ke mansion Pattinson. Dan semuanya bisa mengerti. Gwen membiarkan Sophie berbincang dengan kedua anaknya di salah satu ruangan yang berbeda dan tentunya nyaman dan sunyi agar lebih rilex saat mengobrol dengan dua bocah itu.


Gwen tak ikut bersama anak-anaknya. Dia duduk di sofa dan mencoba menghubungi Danzel lagi untuk menanyakan keberadaan CEO Patt Group itu. Tapi tetap tak bisa, panggilan tidak tersambung.


“Jangan terlalu dipikirkan, Gwen. Namanya CEO pasti ada saja pekerjaan penting yang mendadak,” ujar Mommy Megan mencoba menenangkan menantunya. Dia mengelus punggung Gwen sangat lembut.


“Danzel tak biasa susah dihubungi, aku takut terjadi sesuatu hal yang buruk dengannya,” desah Gwen. Sorot matanya terlihat sangat khawatir.


Daddy Marlin hanya menyaksikan saja, dia tak ingin ikut campur urusan wanita.


Setelah memastikan psikiater mulai melakukan pekerjaan dengan baik, Steve datang menghampiri tiga orang yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


“Nyonya, Tuan, dan Nona. Karena tugasku sudah selesai, saya pamit pulang,” izin Steve sangat sopan.


“Pergilah, terima kasih atas pekerjaanmu hari ini,” sahut Daddy Marlin.


Steve mengangguk sekilas dan bersiap untuk mengayunkan kaki meninggalkan mansion Pattinson. Namun harus terhenti karena Nyonya di sana memanggilnya.


“Steve, tolong katakan pada anakku jika sudah selesai pekerjaannya langsung hubungi Gwen!” titah Mommy Megan. Jika tak bisa menghubungi anaknya, dia selalu mengandalkan asisten satu itu dan selalu berhasil, maka untuk kali ini pun dia akan melakukan hal yang sama.


“Baik.”


Steve kali ini sungguh meninggalkan hunian yang sangat megah itu dan pulang ke rumahnya. Dia langsung mengeluarkan ponsel saat merasakan getaran di saku jasnya.

__ADS_1


__ADS_2