My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 109


__ADS_3

Setelah lumayan lama berdebat dengan Chimera, akhirnya bodyguard Gwen itu menyerah dan mengalah untuk memantau dari dalam mobil. Toh ini dinas sosial, siapa juga yang akan berbuat jahat di tempat lembaga pemerintahan.


Gwen masuk ke dalam gedung bertingkat itu seorang diri membawa tas tentengnya. Dia menunggu Alcie Glee di ruang tunggu.


Sepuluh menit berlalu, orang yang ditunggu pun datang juga. “Ayo kita segera selesaikan, agar aku tak memiliki hubungan lagi dengan Aldrich,” ujar Alcie saat tubuhnya berdiri tegak di depan Gwen.


Sekretaris CEO Patt Group itu berangsur berdiri. Menatap wajah Alcie yang terlihat berbeda karena hanya dahi saja yang nampak. “Selama empat minggu ini kau ke mana saja?”


“Operasi plastik, wajahku banyak memar dan tulang hidungku sedikit bergeser akibat seseorang memukuliku,” jawab Alcie dengan ketus. “Sudahlah, aku tak memiliki banyak waktu. Wajahku masih belum sembuh total.”


Gwen tak bisa melihat kalau wajah Alcie masih sedikit bengkak karena wanita medusa itu menggunakan masker dan kaca mata hitam.


Mereka berdua pun masuk ke sebuah ruangan khusus bagian yang berhubungan dengan hak asuh dan penjamin kesejahteraan setiap anak di negara Finlandia.


Gwen dan Alcie melakukan serangkaian proses tanya jawab dengan petugas dinas sosial. Tapi ada yang mereka lupakan kalau butuh Aldrich juga sebagai penentunya.

__ADS_1


“Bagaimana kalau kita lakukan video call saja dengan anak yang bersangkutan?” cetus Gwen memberikan ide karena Alcie tak mau bolak balik mengurus hak asuh anaknya.


Petugas dinas sosial bahkan sudah bisa menilai kalau Alcie Glee memang tak pantas dikategorikan sebagai orang tua yang baik. Mereka menyetujui usulan Gwen.


Gwen pun melakukan panggilan video dengan salah satu pengasuh di taman bermain anak tirinya. Tak lama, layar ponselnya sudah berisi wajah orang yang dihubungi.


“Boleh aku berbicara dengan Aldrich?” pinta Gwen.


“Bisa, tunggu sebentar.” Orang itu pun mengarahkan ponselnya ke Aldrich yang saat ini sedang asyik menggambar.


“Hebat anak mama, gambarnya bagus.” Gwen menunjukkan jempolnya memberikan pujian pada Aldrich walaupun coretan tangan anak tirinya tak terlalu indah.


“Tentu saja, Aldrich kan anak mama.”


Petugas dinas sosial bisa menilai dari interaksi Gwen dan Aldrich. Walaupun hanya sebuah panggilan video, tapi cukup memperlihatkan bahwa Gwen menyayangi Aldrich dan mereka sepertinya memang sangat dekat.

__ADS_1


“Boleh aku berbicara dengannya?” pinta petugas dinas sosial itu. Dia ingin mengajukan sedikit pertanyaan pada Aldrich.


Gwen mengangguk. Tapi dia izin sebentar untuk mengatakan pada Aldrich agar anak tirinya tak bingung saat wanita berkacamata mengajak berbicara.


“Aldrich, teman mama mau bertanya sesuatu denganmu, nanti dijawab sesuai apa yang dirasakan Aldrich sendiri, ya?” tutur Gwen mengarahkan agar anak tirinya berkata jujur saat diwawancara oleh petugas dinas sosial.


“Oke, mama.”


Alcie Glee yang sedari tadi diam dan mendengarkan percakapan Gwen dengan anak kandungnya pun mencebikkan bibirnya. “Sok keibuan,” cibirnya.


Gwen pun memberikan ponselnya pada petugas dinas sosial. Dan anak tirinya ditanyai beberapa hal tentang kondisi perasaan dan kehidupan sehari-hari saat bersama Gwen. Ternyata memang Aldrich lebih senang bersama ibu tiri dibandingkan ibu kandung. Sehingga dinas sosial pun menyetujui permohonan hak asuh Aldrich Eisten yang diajukan oleh Gwen.


Gwen, Alcie, dan dua saksi dari dinas sosial pun menandatangani sebuah dokumen hak asuh. Mulai hari ini, Aldrich resmi menjadi anak Gwen.


...*****...

__ADS_1


...Oh Alcie, kamu dikangenin sama readers di sini ternyata menghilang operasi plastik lagi wkwkwk....


__ADS_2