
“Tapi, ini masih jam kerja,” tolak Gwen. Baru juga satu hari dia menjadi sekretaris, belum menyelesaikan tugas satu pun sudah disuruh pulang saja.
“Kau bisa bekerja dari rumah,” balas Danzel.
“Aku tak memiliki komputer ataupun laptop untuk menyelesaikan pekerjaanku, lagi pula tasku masih ada di kantor.” Gwen tetap saja menolak, tak enak juga terlalu diistimewakan padahal statusnya karyawan biasa.
“Tenang, nanti ku suruh Steve untuk membawakan tasmu dan laptop kantor sekalian.” Ada saja alasan yang diberikan oleh Danzel, seolah tak kehabisan cara untuk menjauhkan Gwen dari wanita siluman.
Gwen tak bisa membantah dan beralasan lagi. Akhirnya dia menyetujui untuk diantarkan pulang.
Keempatnya berjalan menuju unit apartemen Gwen. Dan Danzel langsung menghubungi Steve untuk mengantarkan tas miliknya, Gwen, dan membeli satu laptop untuk sekretarisnya.
__ADS_1
Steve yang saat ini sedang mengasingkan diri di kantin perusahaan pun berdecak sebal. “Astaga ... enak sekali menjadi CEO, tinggal memberikan perintah, maka semua akan datang dengan sendirinya,” kelakarnya. Mau tak mau dia harus beranjak dari sana. “Semoga nona siluman sudah pergi,” harapnya.
Steve mengembuskan napasnya kasar saat Alcie dengan santainya duduk di kursi kerja atasannya. “Nona, tolonglah sedikit memiliki sopan santun!” tegurnya. “Kau sudah berkali-kali aku usir, tetap saja berada di sini! Apa kau tak memiliki urat malu sedikit pun? Tuan Danzel tak suka denganmu, bahkan dia sengaja pergi untuk menghindarimu!” omelnya yang mulai tak sabar menghadapi Alcie Glee.
“Suka-suka aku, namanya juga calon istri CEO Patt Group,” tolak Alcie begitu angkuh. “Ngomong-ngomong, itu meja dan tas siapa yang ada di sana?” tanyanya menunjuk tempat kerja Gwen.
Steve tak menanggapi pertanyaan Alice. Tangannya mengepal kuat di bawah sana. Benar-benar membuat orang darah tinggi saja. Tanpa basa-basi, dia mendekati Alcie dan menyeret keluar. “Jika dengan cara halus tak bisa, maka jangan salah aku jika kasar dengan perempuan!” sentaknya seraya mendorong tubuh tebalut pakaian sexy.
“Milik sekretaris dan wanita yang dicintai Tuan Danzel, puas?!” Steve menutup pintu dengan kasar, mengunci dari dalam dan menghiraukan Alcie yang menggedor pintu kayu tersebut.
Steve menelepon kantor polisi terdekat untuk membawa Alcie Glee pergi dari Patt Group karena sudah mengganggu kenyamanan. Jika petugas keamanan perusahaan tak mampu mengatasi wanita siluman itu, maka biarkan pihak berwajib yang mengurus.
__ADS_1
Steve baru keluar saat ada panggilan lagi yang memberitahukan bahwa polisi sudah datang. “Tolong bawa dia ke kantor polisi saja, sudah dua kali mengganggu kenyamanan di tempatku. Masuk tanpa izin dan berlaku seenaknya di sini!” titahnya. “Nanti aku akan menyusul untuk membuat laporannya,” imbuhnya.
“Baik.” Dua orang berpakaian tertutup bertuliskan POLIISI di bagian punggung pun memegang lengan Alcie.
“Hei! Aku bukan penjahat!” berontak Alcie agar dia dilepaskan.
“Anda sudah menggangu kenyamanan dan keamanan di sini, Nona. Silahkan ikut kami.” Polisi itu menyeret paksa Alcie yang tak mau dibawa pergi.
Steve bisa bernapas lega, akhirnya hilang juga dari pandangannya wanita menyebalkan itu.
Asisten CEO Patt Group itu pun menuju apartemen Gwen yang lokasinya sudah dikirim oleh Danzel. Dia juga membawa laptop yang baru saja dibeli. Dan kini ia tengah menunggu pintu dibuka oleh pemilik tempat tinggal tersebut.
__ADS_1