
Alcie Glee bersorak gembira dalam hatinya karena mulai hari ini dia resmi tak menyandang status ibu. Enak saja, tak sudi memiliki anak dari seorang narapidana.
“Jangan pernah kembalikan anak itu padaku, aku tak sudi menerimanya lagi,” ucap Alcie saat berjalan keluar beriringan dengan Gwen.
“Tidak akan, aku akan membesarkannya dan ku pastikan dia akan menjadi orang yang berguna suatu saat nanti. Dan disaat itu datang, kau jangan menyesal karena sudah menyia-nyiakannya,” balas Gwen. Dia akan menunjukkan pada Alcie kalau Aldrich bukanlah anak pembawa sial dan tak berguna seperti yang dituduhkan oleh wanita itu.
Alcie tersenyum sinis seolah meremehkan Gwen. “Jangan terlalu tinggi kalau bermimpi, sampai kapan pun aku tak akan menyesal sudah memberikan bocah itu untukmu. Apa lagi kalau aku menikah dengan keluarga kaya yang tak terlibat kasus kejahatan. Jangan pernah menghasut bocah cilik itu untuk merusak rumah tanggaku nantinya,” peringatnya.
Gwen hanya bergeleng kepala menghadapi Alcie. Sungguh tak habis pikir dengan wanita satu itu. “Urusan kita selesai sampai di sini, aku permisi,” pamitnya saat berada di depan pintu keluar.
Chimera yang melihat Gwen bersama seorang wanita memakai masker dan kaca mata hitam pun buru-buru berlari menghampiri dua orang yang sedang berbicara.
“Apakah wanita ini mengganggumu?” tanya Chimera pada Gwen, tapi matanya menatap tajam pada Alcie. Dia segera menghadang tubuh Gwen, berjaga-jaga jika wanita bermasker itu ingin berbuat jahat. Chimera tak tahu jika orang yang bersama dengan Gwen adalah Alcie Glee.
Alcie melihat ada orang yang pernah menghajarnya pun melongo. Dia buru-buru pergi dari sana sebelum Chimera mengenalinya.
Hal itu tentu saja membuat Gwen mengernyit heran. Dia yang berpamitan ingin pulang duluan, tapi Alcie yang main menyelonong pergi. Memang wanita yang tak memiliki sopan santun.
__ADS_1
“Kau baik-baik saja, Nona?” tanya Chimera seraya melihat kondisi Gwen dari atas sampai bawah.
“Kau terlalu khawatir berlebihan, Chimera. Aku baik-baik saja,” jawab Gwen. “Ayo kita pulang lagi ke kantor,” ajaknya.
Kendaraan roda empat yang dikendarai oleh Chimera pun kembali membelah jalanan Kota Helsinki untuk mengantar Gwen.
Gwen langsung masuk ke dalam ruang kerjanya, sedangkan Chimera duduk lagi di kursi yang ada di dekat Steve.
“Apakah meeting dengan Mr. Franky belum selesai?” gumam Gwen saat kedatangannya di dalam ruang CEO disambut oleh kesunyian. Dia memilih untuk duduk manis dan melanjutkan kerjanya yang sempat terjeda.
Sementara itu, Danzel dan Steve tak berselang lama datang. Danzel buru-buru menghampiri Chimera yang sudah duduk di kursi.
“Ya, Tuan?”
“Gwen baru saja pergi ke mana?” CEO muda yang memiliki kadar keingintahuan tinggi terhadap wanita yang dia cintai itu pun akhirnya tak kuat juga menahan rasa penasarannya.
“Dinas sosial.”
__ADS_1
“Oh, pantas saja dia tak ingin aku ikut,” gumam Danzel. Dia pikir, Gwen datang ke kantor dinas sosial untuk laporan perkembangan anak yang sudah tak memiliki keluarga lengkap.
Di negara Finlandia memang kesejahteraan anak dipantau oleh dinas sosial. Apa lagi kalau sudah tak memiliki keluarga yang utuh, harus sering berurusan dengan dinas sosial.
Danzel tak ingin bertanya lebih jauh lagi kepada Gwen. Sudah cukup lega melihat wanitanya utuh sampai di kantor.
Mereka pun melanjutkan lagi bekerja. Namun mendadak pintu ruangan Danzel terbuka lebar memeperlihatkan seorang wanita paruh baya dengan gaya modis.
“Mommy, apa kau tak bisa pelan-pelan sedikit saat membuka pintunya?” tegur Danzel menatap wajah wanita yang melahirkannya.
Mommy Megan menyengir. “Sorry, aku terlalu bersemangat ingin bertemu Gwen.” Jemarinya menunjuk sekretaris Danzel.
“Memangnya kenapa mommy ingin bertemu dengannya?” Danzel beranjak dari tempat duduknya untuk mendekat ke meja Gwen di mana mommynya berada.
“Aku ingin mengajak Gwen keluar nanti malam,” jawab Mommy Megan karena dia belum memiliki nomor ponsel wanita pilihan anaknya itu, maka langsung datang saja untuk bertemu dan bertanya di hadapan orangnya. “Kau mau, kan, Gwen?”
...*****...
__ADS_1
...Eh mau ngajak ke mana malem-malem pergi itu?...