
“What? Sebentar lagi aku ada yang menjamin, untuk apa masuk ke dalam ruangan yang sempit itu lagi?!” protes Alcie dengan memberontak. Ia tak mau dibawa ke dalam sel yang sempit dan tak nyaman sama sekali.
“Sudah prosedurnya seperti itu.” Polisi tersebut memaksa Alcie. Jika secara halus dan baik-baik tak mempan, maka dia terpaksa menggunakan cara kasar dengan menyeret tahanan sementaranya.
“Argh ... sialan kau! Awas saja jika aku sudah keluar!” rutuk Alcie mengacungkan jari tengahnya dari sela-sela jeruji besi yang sudah mengkerangkeng dia lagi.
Alcie menendang ranjang kecil yang biasa dia jadikan tempat tidur selama berada di sana. “Asisten kurang ajar! Gara-gara dia, aku jadi dekil sekarang,” umpatnya menghardik Steve.
Memang dasar wanita tak bisa instropeksi diri. Sudah dipenjara selama enam hari pun belum berhasil membuat Alcie sadar akan sifat buruk dan segala macam kesalahannya.
Sementara itu, Mommy Megan dan Daddy Marlin baru saja sampai di gedung kepolisian pusat Kota Helsinki. Mereka segera masuk ke dalam dan izin pada petugas di sana untuk bertemu Alcie Glee.
__ADS_1
Kedua orang tua Danzel itu dipersilahkan untuk duduk di hadapan petugas yang menangani Alcie. Sedangkan salah satu polisi lainnya menjemput wanita yang sangat menyebalkan untuk bertemu Mommy Megan dan Daddy Marlin.
“Boleh aku tahu, kesalahan apa yang sudah diperbuat oleh—” Daddy Marlin yang hendak bertanya itu menjeda sebentar karena dia tak tahu nama wanita yang akan dijamin oleh istrinya. Ia menengok ke arah Mommy Megan. “Siapa namanya?”
“Alcie Glee.”
“Ya, itu. Apa kesalahannya sampai dia ditahan di sini?” tanya Daddy Marlin yang sangat penasaran dengan sosok wanita pilihan istrinya.
Polisi yang duduk di hadapan keduanya itu pun menceritakan kronologi mulai dari mereka mendapatkan laporan sampai tingkah laku Alcie selama berada di sana. Dan tak disangka, jika saat ini wajah Daddy Marlin justru sangat merah karena kesal dengan keputusan istrinya yang sembarangan mencari pasangan untuk anak satu-satunya.
Blam!
__ADS_1
Bahkan pintu mobil bmw keluaran terbaru itu pun ditutup dengan emosi yang membuncah oleh Daddy Marlin. “Ku tinggal ke luar negeri sebentar sudah membuat pusing,” gumamnya seraya memijat pelipisnya yang berdenyut.
Di dalam kantor polisi, Mommy Megan merasa tak enak hati dengan suaminya. Rencana yang dia rahasiakan ternyata membuat pria yang dicintai marah besar. Padahal Daddy Marlin juga belum mengetahui secara detail alasan dia memilih Alcie untuk mendekati Danzel.
“Aunty Megan ....” Alcie langsung berlari dan menghambur memeluk orang tua Danzel tersebut. Ia mengeluarkan air mata buayanya agar terlihat kesakitan. “Akhirnya kau datang juga,” ucapnya seolah merasa bersyukur. “Kenapa kau sulit sekali dihubungi selama lima hari belakangan?”
Mommy Megan menepuk punggung anak temannya itu. “Aku ke Paris, jadi tak menghidupkan ponsel.”
Alcie menjauhkan tubuhnya, menatap dengan sorot sedih. “Ke Paris? Tak mengajak aku? Tega sekali meninggalkanku di sini berjuang memikat anakmu.” Ia menangis tersedu-sedu.
Sialan, jika saja sebagai polisi boleh berbuat semena-mena kepada warga sipil, sepertinya petugas keamanan yang kini berada di satu ruangan bersama dua wanita itu akan menyiram air panas ke wajah Alcie Glee. Tapi dia cukup menghela napas agar stok sabarnya melimpah.
__ADS_1
...*****...
...Kalian kangen kan sama Alcie? Wkwkwk nih si ngeselin ku keluarin lagi...