
Sidang perceraian Gwen dan Sanchez pun dimulai. Tergugat hadir ke acara tersebut walaupun seorang narapidana. Mama Esme benar-benar tak masuk ke dalam ruangan itu, Danzel mengasingkan Nyonya Eisten karena sudah pasti akan menghambat dan memperlama jalannya sidang.
Cukup sengit suasana di dalam sana karena Sanchez terus menampik semua tuduhan yang diberikan oleh Gwen. Tapi Gwen dibantu oleh pengacara yang dibayar oleh Mommy Megan.
“Mana mungkin istriku bermain api di luar sana saat aku dipenjara. Aku tahu betul jika Gwen Eisten adalah seorang wanita yang setia. Bahkan anak di dalam kandungannya merupakan darah dagingku.” Sanchez mengada-ada jawabannya. Walaupun hal itu tak mungkin karena dirinya tak bersetubuh dengan Gwen setelah mendapatkan vonis seumur hidup.
“Bagaimana bisa membuat istri Anda hamil saat berada di dalam penjara?” Hakim mengajukan pertanyaan kepada Sanchez.
“Tentu saja menggunakan salah satu ruangan di penjara, walaupun aku tak hidup bebas tapi ketika istriku menjenguk akan melakukan hubungan badan denganku,” bohong Sanchez.
Hakim beralih memfokuskan pandangan pada penggugat. “Apakah benar yang disampaikan oleh tergugat?”
__ADS_1
“Tidak, saya tak pernah melakukan seperti yang disampaikan oleh tergugat. Usia kandunganku sudah menginjak satu bulan, memang benar jika beberapa minggu lalu saya menemui tergugat di penjara, tapi kami hanya berseteru,” jelas Gwen.
“Apakah ada bukti yang bisa memperkuat statement baik penggugat dan tergugat?” tanya Hakim.
Sanchez hanya diam saja karena dia tak memiliki persiapan apa pun untuk menghadiri perceraiannya. Sedangkan pengacara Gwen menganggukkan kepala. “Pihak penggugat memiliki bukti percakapan dan rekaman CCTV saat keduanya bertemu di penjara.”
Pengacara Gwen pun memberikan sebuah flashdisk berisikan rekaman suara dan juga hasil kamera CCTV. Semua orang yang ada di ruangan itu bisa melihat dari layar proyektor, terpampang nyata di depan sana bagaimana perlakuan Sanchez pada Gwen dan itu membuat Danzel mengepalkan tangannya.
Setelah rekaman itu selesai diputar, Sanchez menatap Gwen dengan sorot marah. Tapi wanita itu sebisa mungkin biasa saja dan tak terpengaruh.
“Kami juga memiliki saksi jika anak yang dikandung oleh penggugat bukanlah darah daging tergugat.” Pengacara Gwen kembali berbicara, semakin kuat bukti maka persentase untuk menang akan lebih besar.
__ADS_1
Hakim pun meminta saksi ahli masuk ke dalam persidangan. Gwen membawa dokter Mallory sebagai dokter pribadi masalah kandungannya. Wanita berpakaian layaknya seseorang yang bekerja dibidang kesehatan itu menjelaskan bahwa memang benar memiliki pasien bernama Gwen Eisten yang sedang mengandung. Tapi dia tak bisa memberikan keterangan tes DNA pada janin karena masih sangat muda dan memiliki banyak risiko jika dipaksakan untuk melakukan pengecekan tersebut.
Dokter Mallory dipersilahkan untuk kembali dan kini berganti saksi berikutnya yang tak lain adalah Danzel.
“Apakah benar kau adalah ayah dari anak yang ada di dalam kandungan penggugat?” tanya Hakim.
“Benar.” Danzel menjawab sesuai yang ditanyakan.
“Apakah Anda memiliki bukti konkretnya?”
Danzel mengangguk. “Bukti ini bersifat rahasia, saya hanya akan memberitahukan pada hakim. Apakah saya diizinkan untuk maju ke depan?” Dan permintaan itu pun disetujui oleh hakim.
__ADS_1
Danzel mendekati tiga orang sebagai penentu persidangan tersebut. Dia mengeluarkan ponsel dan memutarkan sebuah rekaman video yang tercatat jelas tanggal kejadiannya di sana.