My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 72


__ADS_3

Mendengar jika mommynya baru saja menelepon Steve, membuat Danzel langsung memberikan kode menggunakan matanya kepada sang asisten untuk keluar ruangan. Dia tak ingin wanita pujaan hatinya sampai mendengar pembicaraannya yang sepertinya akan berputar pada hal seperti biasa, wanita. Danzel sampai hapal kebiasaan Mommy Megan.


“Aku pergi sebentar, ya. Ada urusan dengan Steve.” Danzel menyempatkan diri berpamitan dengan sekretarisnya yang istimewa. Tangannya mengelus puncak kepala Gwen dan mendaratkan kecupan singkat di sana.


Sial! Romantis sekali pria itu, padahal belum menjadi istri. Gwen sampai mengulas senyumnya yang sangat manis dan mengelus lengan kekar tertutup kemeja putih itu. “Hati-hati,” peringatnya.


Gwen sepertinya sudah mulai membuka hati untuk Danzel. Buktinya, dia sekarang berani memberikan sentuhan pada pria itu. Ia merasa percuma juga jika menampik dan menutup hatinya terus, Danzel selalu memiliki seribu satu macam cara untuk membuatnya terpikat dan menegang ketika bersama CEO muda tersebut.


Sementara itu, Danzel mengajak Steve ke tangga darurat yang jarang dilintasi oleh orang. “Apa yang dikatakan mommyku?”


“Tuan Marlin sudah pulang ke Finlandia,” tutur Steve memberikan informasi sepotong demi sepotong.

__ADS_1


Danzel seperti mendapatkan angin surga. Daddynya pasti akan menyelamatkan dirinya dari desakan sang mommy yang terus mendekatkan pada si ratu ular yang sangat berbahaya dan berbisa mulutnya.


“Ku kira dia betah tinggal di Paris sampai enam bulan tak pulang-pulang,” kelakar Danzel. Dalam hatinya sangat lega dan bersyukur.


“Tapi ada lagi yang Nyonya inginkan.”


“Apa?”


Danzel melongo, dia belum siap mengenalkan Gwen pada orang tuanya. Misinya untuk membuat wanita pujaan hatinya jatuh cinta dalam waktu satu minggu belum berhasil. Ditambah dia lebih risau kalau mommynya akan berbuat sesuatu hal yang bisa membuat hati Gwen terluka.


“Tunggu!” Ia mengelus dagu, merasa ada sesuatu yang janggal. “Kenapa mommyku tiba-tiba tahu tentang sekretarisku dan meminta bertemu dengannya?”

__ADS_1


Steve pun menceritakan semua percakapannya tadi bersama Nyonya Megan. Dia mengatakan sejujur-jujurnya tanpa ditutupi sedikit pun. “Sepertinya wanita yang ku masukkan ke tahanan itu sudah memberi tahu pada Nyonya, karena saat itu mulutku tak sengaja mengungkap tentang sekretaris baru Anda,” jelasnya.


“Kalau mommyku tau dari Alcie Glee, berarti dia sudah keluar dari tahanan?” Danzel justru lebih risau dengan wanita siluman itu dibandingkan mommynya yang tahu tentang sekretaris barunya.


Steve mengangguk. “Saya baru saja mendapatkan laporan dari pihak kepolisian jika Nyonya Megan sebagai penjaminnya.”


Danzel menghembuskan napasnya kasar, mengacak-acak rambutnya dan berkacak pinggang. “Mata mommyku itu tertutup apa sampai mencarikanku pasangan seperti Alcie Glee,” keluhnya.


Ini tak bisa dibiarkan, Danzel harus mengamankan Gwen dan anak-anak wanita itu agar tak mendapatkan perilaku buruk dari mommynya serta Alcie Glee.


“Steve, tolong carikan bodyguard perempuan yang bisa melindungi Gwen dari serangan Alcie. Aku harus berjaga-jaga jika wanita itu memiliki niat buruk untuk melukai wanitaku,” pinta Danzel.

__ADS_1


Steve menceritakan lagi kalau ada seorang wanita berandalan yang pernah berada dalam satu sel bersama Alcie dan memukuli medusa sampai babak belur, tapi semenjak kejadian baku hantam itu langsung dipindahkan. “Bagaimana kalau dia saja? Sepertinya cocok karena wanita memang harusnya lawan dengan gender yang sama juga. Dia sepertinya kuat dan mampu melindungi sekretaris Anda,” cetusnya memberikan ide gila lagi.


__ADS_2