My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 115


__ADS_3

Gwen melihat interaksi antara Mommy Megan dan Daddy Marlin seolah tak ada masalah apa pun diantara keduanya. Masih terlihat hangat padahal baru saja menyaksikan sebuah peristiwa yang bahkan entahlah bisa dikategorikan sebuah perselingkuhan atau tidak jika mendapatkan izin dan hanya untuk menyalurkan napsu belaka.


Dan hal itulah yang ingin diperlihatkan pada Gwen, bahwa pasangan keluarga Pattinson itu tetap hangat walaupun dihadapkan oleh sebuah kerikil kecil. Padahal semua itu hanya akal-akalan sepasang suami istri itu untuk melihat seberapa kuat Gwen menghadapi permasalahan yang mungkin saat tua nanti bisa saja sungguh terjadi, karena memang jarak umur yang sangat jauh bisa mempengaruhi hasrat seseorang. Apa lagi menyangkut kebutuhan biologis yang pasti sangat sulit ditinggalkan oleh seorang pria.


Wanita muda yang tadi masuk ke kamar hotel bersama Daddy Marlin bukan wanita bayaran untuk memuaskan napsu seseorang. Dia adalah salah satu pelayan di mansion Pattinson dan selama satu jam di dalam kamar, mereka tidak melakukan apa pun.


Daddy Marlin melihat Gwen yang sedang melamun. “Dia kenapa? Apakah terkejut saat kau beri tahu aku bersama seorang wanita bayaran?” tanyanya pada sang istri.


“Ya, sepertinya begitu,” jawab Mommy Megan.


“Gwen, tak semua pria seperti aku. Danzel memang putraku, tapi dia orang yang paling bisa menahan hasratnya. Buktinya selama dia jomblo tak pernah menyalurkan dengan wanita asing di luar sana. Padahal dia bisa saja cukup membayar orang untuk memuaskannya,” tutur Daddy Marlin agar calon menantunya itu tak ragu memilih anaknya yang sudah sangat jatuh cinta.


Gwen mengangguk mengerti. “Aku tetap akan berada di sampingnya, tak akan mundur,” tekadnya. Keputusannya yakin pada Danzel yang tak mungkin menyakiti hatinya.


“Itu terserah kau. Tapi satu hal, Gwen. Kau harus segera menyelesaikan masalahmu dengan suamimu jika tak ingin membuat Danzel kecewa dan membencimu,” nasihat Daddy Marlin. Dia juga sama saja dengan Mommy Megan yang sudah mengetahui semuanya.

__ADS_1


Tuan dan Nyonya Pattinson itu tak seperti Danzel yang sudah dibutakan oleh cinta sampai tak mau menggali informasi. Tapi keduanya tak ingin mengungkap pada anaknya karena sudah pasti putra satu-satunya akan kembali menutup diri dari cinta jika patah hati untuk kedua kalinya.


“Aku memang berencana ingin bercerai dengan suamiku,” ungkap Gwen.


“Katakan saja pada kami kalau kau mengalami kesulitan saat proses perceraian. Aku akan mengusahakan sebaik mungkin untuk kebahagiaan putra satu-satuku,” tutur Daddy Marlin.


Gwen mengangguk paham. Bukankah hidupnya sangat enak dipertemukan oleh calon mertua yang baik bahkan tak memandang status dan kehidupannya yang rumit. Bagaimana bisa dia menyia-nyiakan kehidupan impiannya dikelilingi oleh orang-orang baik dan perhatian dengannya.


Mommy Megan dan Daddy Marlin berpamitan pulang terlebih dahulu. Sedangkan Gwen dan Chimera diantarkan oleh supir pribadi Nyonya Pattinson.


Weekend pun tiba, saatnya semua orang libur dari aktivitas kerja termasuk CEO dan sekretaris Patt Group. Gwen dan Danzel setiap harinya semakin mesra saja. Keduanya terus menempel layaknya sebuah perangko.


Dini hari Danzel menyusup masuk ke apartemen Gwen. Tanpa membunyikan bel terlebih dahulu karena dia sudah tahu paswordnya.


Danzel seperti maling yang hendak mencuri, mengendap-endap bahkan melewati sofa yang sedang ditiduri oleh Chimera.

__ADS_1


Bugh!


Sebuah kepalan tangan mendadak melayang di wajah tampan Danzel.


“Argh ....” Danzel ingin berteriak karena itu sangat sakit tapi dia tahan agar tak membangunkan seisi apartemen itu. Matanya menatap tajam pada Chimera.


“Oh, Tuan Danzel. Aku kira orang jahat,” ujar Chimera tak merasa bersalah sedikit pun sudah melukai orang yang menggajinya.


“Kau jangan main pukul sembarangan!” tegur Danzel dengan suara lirih penuh penekanan.


“Aku hanya menjalankan tugasku seperti apa yang kau perintahkan. Bersiaga walaupun saat tidur. Karena kau masuk ke dalam sini tanpa permisi, jadi jangan salahkan aku jika mendapatkan serangan mendadak.” Chimera membela dirinya sendiri hingga Danzel tak bisa memarahinya lagi.


...*****...


...Cie ... dah kena prank lagi wkwkwk. Pasti kalian udah mikir aneh-aneh sama Daddy Marlin kan. Hayo ngaku. Mereka cuma mau mengantisipasi aja kalo dikemudian hari akan kejadian hal yang serupa gimana kekuatan hati seorang Gwen diantara pilihan melihat Danzel kesiksa menahan hasrat atau memilih melakukan tindakan yang sama kaya Mommy Megan....

__ADS_1


__ADS_2