My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 181


__ADS_3

Setelah membujuk dengan berbagai cara, akhirnya Aldrich pun mau bertemu dengan wanita yang sudah melahirkannya.


Gwen meminta penjaga untuk membuka gerbang dan membiarkan Alcie masuk ke dalam area taman.


Kini Alcie Glee sudah duduk bersebelahan dengan Gwen. Sedangkan anaknya bersembunyi di balik tubuh istri CEO Patt Group itu.


“Aldrich, nak. Ini mommy.” Alcie mencoba meraih tangan anaknya tapi bocah itu terus menghindar.


“Dia memiliki trauma setelah mendapatkan bentakan darimu, jadi tolong jangan dipaksa jika dia tak mau,” ujar Gwen memberi tahu kondisi mental Aldrich.


Alcie hanya bisa menghembuskan napas penuh penyesalan. Ternyata karena dirinya juga yang membuat Aldrich tak mau menatap ke arahnya. Dan dia pun akhirnya tak mau memaksa.

__ADS_1


“Gwen, maafkan atas kesalahanku di masa lalu. Aku ingin menitipkan Aldrich padamu untuk selamanya,” ujar Alcie. Setiap ucapan yang keluar dari bibirnya terdengar tulus dan tak ketus seperti dahulu lagi.


“Kenapa kau mendadak berucap seperti itu? Bukankah Aldrich memang sudah resmi menjadi anakku?” tanya Gwen bingung.


Alcie mengeluarkan air mata yang tak dibuat-buat. “Aku ingin pergi dari dunia ini, Gwen.” Dia nampak sedih, terpukul, dan lebih banyak aura frustasi terpancar dari dirinya.


“Kenapa? Apa kau sakit parah?”


Gwen ingin menepuk punggung Alcie tapi tak bisa karena anak yang dia gendong sedang tidur lelap. “Jika itu masalahmu, maka aku akan coba membantu. Aku akan meminta izin pada suamiku untuk memberimu pekerjaan,” tawarnya.


Alcie tetap menggeleng. “Tidak perlu, Gwen. Aku malu jika bekerja di kantor dengan wajah seperti ini,” tolaknya.

__ADS_1


“Kau bisa memakai masker saat bekerja. Setidaknya kau bisa menghasilkan uang untuk kehidupanmu sehari-hari,” bujuk Gwen. Mana mungkin dia tinggal diam saat ada seseorang yang sedang frustasi dan berpikiran pendek ingin mengakhiri hidup.


Alcie terdiam, dia nampak menimbang keputusan yang ingin diambil. “Aku malu jika suamimu melihat wajahku. Sepertinya kau tak perlu melakukan itu.”


“Suamiku tak berhubungan dengan semua karyawannya, hanya para petinggi saja yang bisa berkomunikasi dan bertemu secara langsung dengannya. Jika kau malu, aku akan meminta Danzel untuk memberimu pekerjaan di perusahaan cabang dan menjadi karyawan biasa.” Gwen tetap berusaha membujuk. Seburuk apa pun sifat Alcie, tapi sebagai manusia dia tetap memiliki keinginan untuk membantu apa lagi saat selingkuhan mantan suaminya sedang terpuruk seperti ini.


“Baiklah, aku mau pilihan yang terakhir saja.” Setelah menimbang banyak hal, akhirnya Alcie memutuskan untuk menerima tawaran Gwen. Sesungguhnya dia juga takut untuk mengakhiri hidup. Bagaimana jika dia justru kesakitan bukannya langsung menghilang nyawanya.


“Oke, tunggu sebentar aku ak—” Gwen yang hendak mengatakan ingin memanggil suaminya pun berhenti berbicara dan mengalihkan pandangan kepada seseorang yang memanggilnya.


“Sayang, ternyata kau di sini. Tadi aku ke tengah taman tapi kau tak ada,” ujar Danzel. Dia semakin mendekat dari jarak kurang lebih dua puluh meter.

__ADS_1


“Kebetulan sekali kau datang ke sini, aku ingin menyampaikan sesuatu. Perkenalkan ini—” Gwen menengok ke kanan dan ke kiri saat tak mendapati Alcie di sampingnya lagi. “Tadi ada mommynya Aldrich di sini,” ujarnya.


__ADS_2