My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 70


__ADS_3

“Apa putramu sungguh memiliki sekretaris baru dan wanita itu adalah orang yang dicintai oleh Danzel?” Alcie ingin memastikan tentang informasi yang dia dapatkan sebelum masuk ke dalam tahanan. Ia tak bisa langsung percaya seratus persen dengan ucapan Steve.


“Ha?” Mommy Megan melongo mendengar sebuah informasi yang bisa dikatakan membahagiakan untuknya jika memang benar. “Siapa yang memberitahukan hal itu padamu?” Ia justru balik bertanya karena memang belum tahu apa pun.


“Asistennya.”


Dan Mommy Megan pun berhenti di dekat mobil warna putih. Padahal bmw suaminya masih lumayan jauh ada di ujung parkiran. “Kau tunggu di sini, aku akan memastikan pada Steve,” titahnya.


Mommy Megan pun mengayunkan kakinya ke depan untuk menjauh dari Alcie. Ia segera menghubungi asisten Danzel dan cukup menunggu tiga detik sudah diangkat oleh pria yang saat ini sedang bekerja di kantor Patt Group. “Steve ...!” serunya dengan suara penuh semangat menggebu.


Steve sedikit menjauhkan ponselnya karena suara nyonya besarnya sangat nyaring di gendang telinga. Ia menetralkan pendengaran terlebih dahulu sebelum menempelkan lagi ke indera pendengaran. “Ya, Nyonya. Ada yang bisa dibantu?”


“Kenapa kau menyembunyikan sesuatu hal yang penting dariku?” hardik Mommy Megan yang merasa asisten anaknya itu sengaja tak laporan padanya jika Danzel memiliki wanita yang tengah ditaksir.

__ADS_1


Steve mengerutkan keningnya bingung. “Menyembunyikan apa, Nyonya?”


“Danzel memiliki sekretaris baru dan putraku menyukai wanita itu. Benar atau tidak?”


“Oh ... memang benar, Nyonya,” jawab Steve santai.


Mommy Megan mengulas senyumnya. Seolah baru saja mendapatkan angin segar karena putranya ternyata masih normal. “Katakan pada CEOmu itu, nanti malam suruh dia pulang ke mansion membawa sekretaris barunya! Daddynya sudah kembali,” titahnya.


Sementara itu, Mommy Megan langsung berjalan cepat menuju mobil suaminya. Ia bahkan tak berbalik untuk menemui Alcie.


“Aunty Megan, tunggu ...!” seru Alcie yang melihat calon mertuanya meninggalkannya. “Jangan berjalan cepat!” teriaknya.


Tapi tak dipedulikan oleh Mommy Megan. Ia justru langsung masuk ke dalam bmw hitam yang masih mengkilap. Segera mengunci pintu dari dalam. “Jalan sekarang!” titahnya.

__ADS_1


Supir pun menginjak pedal gas dan perlahan keluar dari deretan mobil lainnya. Menuju Alcie yang berdiri di pinggir jalan dan bersiap untuk menumpang pulang.


Wanita medusa itu sudah engos-engosan, tapi ia lega karena calon mertuanya ternyata tak melupakannya. Tapi, mobil yang ditumpangi oleh Tuan dan Nyonya Pattinson itu justru berjalan melewati Alcie tanpa berhenti sekedar menawari tumpangan.


Tentu saja membuat wanita medusa itu berlari untuk mengejar. “Woi ... aku belum masuk ...!” teriaknya. Namun kendaraan roda empat itu justru kian menjauh. “Sialan! Wanita tua brengsek! Bisa-bisanya melupakan aku di sini!” umpatnya memberikan sumpah serapah karena terlalu kesal.


Sudah lima hari berada di dalam tahanan, jerawatan, dekil, dan sekarang dia ditinggalkan di sana sendirian. “Awas saja jika aku sudah menjadi istri anakmu, akan ku balas perbuatanmu ini!” sumpah Alcie.


Sementara itu, di dalam mobil. Daddy Marlin menatap istrinya yang sedari tadi melihat ke belakang. “Kenapa kau meninggalkannya? Bukankah itu wanita pilihanmu?” tanyanya dengan sedikit sinis. “Bisa-bisanya kau mendapatkan calon istri untuk anakmu dengan kelakuan yang minus seperti itu,” kesalnya. Akhirnya dia mengutarakan isi hati yang sedari tadi dipendam karena menunggu tak berada di tempat umum lagi.


...*****...


...Kalian harus minta maaf sama Mommy Megan kalau ternyata apa yang kalian tuduhkan ke dia salah loh ya wkwkwk....

__ADS_1


__ADS_2