My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 75


__ADS_3

“Kalau kau meminta sekarang ya tak ada uang cash sebanyak itu,” jelas Steve. Dia memang tak membawa banyak uang, semuanya sudah serba digital sehingga dia memilih tak menyetok cash di dompet.


“Uang muka dulu saja, berapa pun yang kau punya.” Wanita itu tetap menengadahkan tangannya.


Steve mengeluarkan dompetnya, mengambil sepuluh lembar uang seratus euro dan lima lembar lima puluh euro. “Hanya ada seribu dua ratus lima puluh euro.”


Wanita itu langsung mengambil uang tersebut. “Oke, kekurangannya bisa kau lunasi setelah kita keluar dari sini.” Ia mengulurkan tangan menjabat Steve. “Chimera, wanita yang terbiasa hidup bebas di jalan dan sering dikejar penagih hutang orang tuaku.” Akhirnya, dia memperkenalkan dirinya bersama latar belakangnya.


Steve membulatkan matanya saat mendengar nama wanita itu. “Chimera? Seperti nama makhluk mitologi Yunani.”


“Ya, memang.” Chimera adalah monster liar dengan nafas api, berkepala singa dengan ekor ular, dan memiliki kepala kambing yang muncul di bagian belakang tubuhnya. Lumayan seram, tapi memang menggambarkan karakter wanita itu yang garang.


Waktu mereka mengobrol pun selesai. Steve langsung mengutarakan maksudnya untuk menjadi penjamin Chimera kepada polisi. Dan hari ini, wanita itu terbebas, tapi untungnya dia mendapatkan pekerjaan tetap sehingga tak harus melarikan diri jika ada penagih hutang yang mengejarnya.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan semua administrasi, Steve mengajak Chimera ke mobilnya. Segera membawa calon bodyguard Gwen itu ke kantor sang tuan.


“Kau akan bekerja dengan seorang pengusaha pemilik Patt Group, namanya Danzel Pattinson. Tugasmu adalah menjaga wanita yang dia cintai beserta anak-anaknya.” Steve sedikit menjelaskan pekerjaan yang harus dilakukan oleh Chimera agar ketika sampai di kantor bisa langsung bekerja.


“Oke.” Chimera tak menengok sedikit pun. Matanya terus tertuju ke depan. “Kenapa wanitanya sampai harus mendapatkan pengawalan? Apakah ada yang ingin berbuat jahat padanya?” tanyanya. Dia juga harus tahu siapa musuh majikan yang akan dilayani.


“Hanya berjaga-jaga saja. Tapi sepertinya kau mengenal salah satunya.”


“Siapa?”


Chimera tersenyum miring. Ternyata yang harus dia hadapi hanya seorang wanita bermulut besar, bisanya hanya banyak bicara tanpa menunjukkan bukti.


Mobil Steve pun sampai juga di Patt Group. Dia mengajak Chimera menuju lantai teratas di mana CEO berada. Mereka langsung masuk ke dalam ruangan Danzel.

__ADS_1


“Tuan, ini orang yang kau minta,” tutur Steve yang kini berdiri tegap di hadapan Danzel.


Danzel menatap dari atas sampai bawah penampilan orang tersebut. Cocok sekali jika menjadi pelindung Gwen. “Siapa namamu?” tanyanya.


“Lunasi dulu lima ribu euro sesuai kesepakatan, baru aku memperkenalkan diriku,” jawab Chimera terlihat sangat santai.


Steve menahan tawanya. Berani juga wanita satu ini. Tapi dia juga tak memberitahukan nama Chimera, padahal tadi sudah sempat berkenalan. Sengaja, agar tuannya merasakan bagaimana rasanya berkomunikasi dengan manusia sejenis Chimera.


“Steve ...! Kau menertawakanku?” tegur Danzel menatap tajam asistennya.


Steve bergeleng. “Tidak, Tuan.”


“Siapa namanya?” Danzel pun memilih untuk bertanya dengan asistennya saja.

__ADS_1


“Chi—” Steve belum lengkap memberi tahu nama wanita itu, tapi kakinya sudah diinjak menggunakan tumit. Membuatnya paham jika harus membungkam mulut.


“Dia masih berhutang padaku tiga ribu tujuh ratus lima puluh euro. Bayar dulu, maka akan ku sebutkan identitasku!” Tangan Chimera menengadah meminta uang.


__ADS_2