
Mommy Megan membawa Gwen ke penjara di mana Sanchez ditahan di sana. “Selesaikan urusanmu dengan suamimu secepat mungkin,” nasihatnya seraya memberikan sebuah alat perekam suara kecil agar dia bisa mendengar semua pembicaraan di dalam.
“Aku hanya ingin memberitahukan kalau minggu depan akan memasukkan gugatan cerai ke pengadilan,” jelas Gwen. Tangannya memasang alat perekam tersebut di belakang kerah kemejanya agar tak terlihat.
“Semoga suamimu tak mempersulit,” harap Mommy Megan memberikan elusan semangat di lengan calon menantunya.
Gwen pun turun dari mobil tersebut dan Chimera juga ingin mengikuti tapi sudah dicegah oleh Mommy Megan.
“Kau mau ke mana?” tegur Mommy Megan.
“Tentu saja mengikuti Nona Gwen, aku ini bodyguardnya,” jawab Chimera sangat santai.
Mommy Megan menarik tangan Chimera agar kembali duduk dengan tenang. “Biarkan dia menyelesaikan urusan pribadinya, kau tak perlu mengikutinya. Toh ini penjara, siapa yang mau menyakiti dia?” omelnya.
“Justru ini penjara, banyak orang jahat di dalam sana. Bisa saja ada yang berniat mencelakai Nona Gwen,” protes Chimera.
__ADS_1
Mommy Megan menggelengkan kepalanya. Ternyata bodyguard pilihan putranya keras kepala juga. “Banyak penjaganya di dalam, dan aku sudah memberikan dia alat perekam. Kita pantau dari sini kalau memang kondisi di dalam membahayakan, baru kau masuk ke sana.”
Chimera pun mengalah, berdebat dengan orang tua membuatnya lelah karena Mommy Megan tak pernah mau kalah walaupun dia sudah memberikan banyak alasan.
Sementara itu, Gwen mulai diizinkan masuk ke sebuah ruangan untuk menjenguk narapidana. Duduk di sebuah kursi biasa seorang diri dan menunggu kedatangan suaminya.
Tak berselang lama, Sanchez pun diantarkan oleh salah satu petugas untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Dia nampak mengulas senyumnya saat melihat sang istri.
Petugas pun meninggalkan sepasang suami istri itu untuk mengobrol.
Sanchez berjalan mendekati istrinya dan hendak memeluk Gwen tapi wanita itu langsung berdiri dari duduk dan mundur satu langkah untuk menghindar.
Tentu saja Sanchez mendesah kecewa. “Apa kau tak merindukanku?” tanyanya.
Gwen mengulas senyumnya sekilas dan kepalanya menggeleng. “Tidak,” jujurnya.
__ADS_1
“Kenapa? Apa kau sudah tak menganggapku sebagai suamimu?” tanya Sanchez.
Pria itu sungguh berbeda dengan yang dikenal oleh Gwen. Dahulu sangat angkuh sekali bahkan sering berbuat kasar padanya. Dan lihatlah sekarang, tubuh sangat kurus tak terawat, kantung mata hitam, dan kesepian. Cara berbicara Sanchez pun tak seketus dan sesombong ketika hidup bebas di luar sana.
“Sejak kapan kau menganggap aku sebagai istrimu?” Gwen membalikkan pertanyaan.
“Dari dulu kau istri sahku.”
Gwen tersenyum miris. “Sekarang kau mengakui aku sebagi istrimu, tapi ke mana saja saat kau bebas? Menyakiti hati dan fisikku setiap hari. Bahkan ku nasehati agar tak berbuat kriminal pun kau tak mengindahkan. Apakah layak disebut suami jika seperti itu?” Semua kemarahan hatinya dia curahkan agar Sanchez sadar bahwa sedari dahulu tak memperlakukan Gwen layaknya seorang istri.
“Gwen, itu masa lalu. Aku sudah menyesali semuanya.” Sanchez ingin meraih tangan Gwen, tapi sudah di tepis terlebih dahulu.
...*****...
...Oh Sanchez, akhirnya kau muncul juga di dunia pernovelan ini. Kalian pada nanyain suaminya Gwen kan? Ni udah ada orangnya, mau diapain sekarang? Wkwkwk...
__ADS_1